Tokoh Ahmadiyah Sesali Sikap Pemerintah Liarkan Organisasi Berideologi Anti Pancasila - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 4 May 2016

Tokoh Ahmadiyah Sesali Sikap Pemerintah Liarkan Organisasi Berideologi Anti Pancasila


           
Dok. Warta Ahmadiyah.org
Araaita.com- Lembaga Kajian Konflik dan Perdamaian (LKKP) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbandingan Agama (Himaprodi PA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar seminar nasional di gedung Self Access Center (SAC) UINSA pada Selasa, (3/5/2016) kemarin.
            Seminar yang mengangkat tema “Potensi Ancaman Keutuhan NKRI Akibat Konflik Sosial di Indonesia” tersebut di hadiri oleh ratusan mahasiswa UINSA Surabaya dan beberapa mahasiswa dari Universitas Darul Ulum (UNIPDU) Jombang.
            Tak tanggung – tanggung dalam acara seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber sekaligus, di antaranya Novri Susan, Ph.D seorang sosiolog dan pakar Studi Konflik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, kemudian AanAnshori, A.Md, S.H seorang tokoh dari Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur, dan Iman Pasu Purba S.H, M.H seorang tokoh Kristiani dan koordinator Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Jatim.
Yang menjadi perhatian dalam acara tersebut adalah kehadiran seorang tokoh Jamaah Ahmadiyah, yaitu Basuki yang menjadi penasehat kerohanian jamaah Ahmadiyah Jawa Timur.
Saat di wawancarai Crew Araaita.com seusai acara seminar, Ahmad Basuki menanggapi kegiatan tersebut dengan mengapresiasi acara seminar tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif, karena menurut Ahmad Basuki semua agama seharusnya membuka diri. “sangat positif menurut saya, karena semua agama itu harus membuka diri,” ujarnya
Ahmad Basuki mengatakan dirinya mempunyai gagasan Toleransi Aktif, yaitu dimana semua agama membuka diri akan keyakinannya kepada agama lain dan agama lain bersedia untuk mengkaji. “kami di Ahmadiyah ini sangat membuka diri sebenarnya, bahwa mereka tidak tau Amadiyah seperti apa?, coba kombinasi dengan sumber asli. Data Primer itu ada di kami,” Imbuhnya.
Lelaki penasehat kerohnian Ahmadiyah tersebut juga mengundang bagi siapa saja untuk datang kesekretariat Ahmadiyah untuk berdiskusi. Bahkan Ahmad Basuki mengatakan dirinya juga medorong anak-anak Ahmadiyah untuk belajar tentang agama lain. “saya juga mendorong anak-anak kami untuk belajar tentang agama lain, kelompok lain,” Ungkapnya
Mengenai penolakan masyarakat terhadap jamaah ahmadiyah, Ahmad Basuki mengungkapkan tentang banyaknya masyarakat yang tidak memahami mengenai turunnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, dan Surat Keputusan (SK) gubernur, “tetapi dalam masyarakat kita banyak yang tidak paham seakan-akan dengan turunnya SKB tiga menteri dan SK gubernur itu bahwa ahmadiyah sudah di larang, ahmadiyah tidak boleh beraktifitas” katanya
Akan tetapi menurut Basuki mengenai hal tersebut jamaah ahmadiyah memahaminya secara utuh dan bukan pemahaman semacam itu. Menurutnya hingga saat ini Ahmadiyah masih berbadan hokum dan tercatat di pemerintah dan Ahmadiyah menurut basuki,  tidak pernah berupaya mengganti ideology pancasila. “karena ahmadiyah sampai saat ini masih legal, masih organisasi berbadan hokum bukan organisasi liar, tercatat di pemerintah, kami tidak pernah makar, kami tidak pernah berupaya menggantikan ideologi pancasila,” tegasnya

Ahmad Basuki mengugkapkan penyesalannya terhadap pemerintah yang justru membiarkan organisasi yang mengusung ideologi anti pancasila. “ini sebenarnya yang megancam”. Pungkasnya.*(Far/Arta)

No comments:

Post a Comment