Jadikan Waktu Ramadhanmu Berkualitas - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 7 June 2016

Jadikan Waktu Ramadhanmu Berkualitas




Dok.UINSA/Pengajian Kitab Kunig Masjid Ulul Albab UINSA Surabaya.

 Araaita.com - “Barang siapa yang menyambut gembira bulan suci Ramadahan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh  api neraka” ( An-Nasa’i), Yang dimaksud menyambut gembira dalam hadits tersebut adalah dengan memperbanyak beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesibukan di dunia akademik tidak seharusnya menyita waktu kita untuk beribadah. Apa lagi di bulan yang cuma hadir setahun sekali ini. Pada hakikatnya belajar juga termasuk ibadah, namun kata belajar disini masih terlalu luas untuk ditafsirkan.  Kegiatan perkuliahan dalam kelas itu belajar, diskusi di luar kelas juga belajar, mendengarkan pengajian di masjid  secara tidak langsung juga belajar. Itupun masih olah fisik yang bekerja, belum lagi olah hati.  Dimana kita juga belajar bersabar atas segala keadaan,  belajar menerima segala sesuatu yang kita dapatkan,  serta belajar ikhlas dengan segala sesuatu yang kita tinggalkan,dan lain sebagainya. Sehingga, seluruh ruang lingkup kehidupan kita bisa jadi adalah proses belajar.
Ya, belajar adalah salah satu cara untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadahan. Dengan tanda kutip belajar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Tidak hanya itu, membaca Al-quran biasanya juga dijadikan sebagai ajang  fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Baik membaca Alqur’an secara tadarus ataupun mengkhatamkan Al-qur’an secara individu. Karena pahala membaca Al-qur’an pada bulan ramadhan yang mulanya satu dilipat gandakan menjadi sepuluh pada setiap hurufnya. Tak heran jika ada yang sampai mengkhatamkan lima sampai  delapan kali dalam  satu bulan.
Selain itu, ibadah yang tak kalah berat timbangannya adalah sholat. Adapun yang dimaksud sholat disini adalah sholat sunnah. Baik itu sholat tarawih, sholat malam (tahajjud dll.), atau pun sholat sunnah rawatib. “Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar” itu dalil dari penggalan surat Al-Ankabut: 45.
Ada lagi ibadah yang lebih ringan, yakni membaca sholawat. Kita dapat membaca sholawat kapan saja, dan tak harus bacaan sholawat yang panjang. Ada juga bacaan sholawat yang pendek dan mudah dilafaldzkan. Kita dapat membacanya secara teratur dengan hitungan atau secara bebas.
Ada pula ibadah yang bersifat materi, yakni berupa pemberian baik shadaqah ataupun yang lainnya. Shadaqah sendiri juga berbagai macam bentuknya mulai dari shadqoh ilmu atau pun harta benda . Bahkan ada lagi yang sangat ringan, yakni dengan tersenyum. Menunjukkan wajah yang berseri-seri kepada orang lain juga ada pahalanya loh.
Demikian beberapa bentuk ibadah atau amalan yang dapat ditingkatkan pada Bulan Ramadhan. Eits, ada satu lagi resep atau bumbu Ramadahn yang tak kalah pentingnya. Apa lagi kalau bukan istiqomah, yakni mengerjakan amalan di atas secara berulang-ulang. Kalau bisa mulai dari awal hingga akhir kita bisa istiqomah non stop. Tak perlu yang berat-berat, cukup dengan yang ringan jika kita lakuakan secara istiqomah atas ridho Allah pasti akan mendapat nilai plus juga.
The last, marilah kita sama-sama belajar untuk dapat mengindahkan bulan suci ramadahan dengan berbagai macam amalan yang bisa kita lakukan, selagi masih bertemu di tahun ini.*(Luk/Arta)
  

No comments:

Post a Comment