Apresiasi Peraih Juara Lomba LKTI, FDK Undang Alumni Pers - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 26 October 2016

Apresiasi Peraih Juara Lomba LKTI, FDK Undang Alumni Pers

Dok. Fachri/Arta
Saat Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Suhartini mengatakan kebanggaannya terkait pencapaian Mahasiswannya di depan para alumni yang sudah jadi wartawan.
              Araaita.com - Keberhasilan mahasiswa program studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai juara II lomba karya ilmiyah tingkat Nasional yang diadakan oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur di Hotel Purnama, Batu, Malang membuat Dekan FDK bangga. Mereka adalah Anif Muchlashin, Mardian dan Aprilia Ainnur Cahya. Dalam mengapresiasi hal tersebut, Suhartini selaku Dekan mengadakan acara Pemaparan hasil LKTI, dengan mendatangkan alumni Pers FDK hari ini (26/10/16) bertempat di Laboratorium Micro Preaching lantai dua FDK.
              Acara ini tidak berjalan sesuai yang ditentukan yaitu pukul 09.30, tapi baru dimulai sekitar jam 11.30 WIB. Wakil Dekan Ali Nurdin mengatakan banyak alasan kenapa acara tersebut bisa meleset dari waktu yang telah ditentukan. Namun ia tidak menjelaskannya.
                Hadir dalam acara itu Dekan FDK, para dosen, para alumni yang sudah jadi wartawan serta perwakilan dari Dema, Sema, Himaprodi dan perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Adapun perwakilan LPM yang hadir yaitu dari LPM Solidaritas dan Ara Aita.
                Suhartini, dalam sambutannya terkait adanya acara ini menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan karna bentuk refleksi bangga terhadap pencapaian mahasiswanya. Pencapaian ini merupakan bentuk keahlian mahasiswa dalam mengikuti kegiatan Prodi. Sebab itu, dia mengundang para alumni yang sudah jadi wartawan. “Kami berharap pencapaian mahasiswa ini disiarkan secara luas melalui alumni yang katanya bekerja di pers,” kata suhartini. Tentang layak tidaknya hal itu, Suhartini menyebutkan teman pers yang lebih mengetahui.
                Saat perjalanan ke Riau pekan lalu, ceritanya, pihak dekan FDK memilki keinginan untuk mengapresiasi bagi mahasiswa yang berprestasi yaitu dengan menjadikan mereka sebagai duta.”Kalau Bimbingan dan Konseling Islam ya duta konselor, kalau PMI ya duta PMI dan lain sebagainnya,” kata dekan FDK tersebut.

                Terhadap mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam yang meraih juara Internasional tahun lalu, dia minta maaf. Sebab waktu itu, tidak ada fikiran untuk mengapresiasi seperti saat ini. “Mengetahui dia juara internasional saya sangat banga. Tapi tak ada fikiran untuk seperti ini,” lanjut Suhartini. *(Fah/Arta)

No comments:

Post a Comment