Begini Penuturan Korban Kehilangan Motor yang Ditemukan di UINSA - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 22 October 2016

Begini Penuturan Korban Kehilangan Motor yang Ditemukan di UINSA

Dok. unesa.ac.id
Araaita.com - Salah seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuludin dan Filsafat menemukan satu unit motor yang dilaporkan hilang pada tanggal 18 Oktober 2016 yang hilang di kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Setelah ditelusuri Ara Aita, pemilik motor tersebut adalah Fathin A. Restu Nugroho, seorang mahasiswa UNESA. "Saya dapat laporan dari mahasiswa UINSA kalo ternyata motor saya ditemukan disana," pungkasnya.
Ketika ditemui Ara Aita di kepolisian sektor (Polsek) Gayungan, 19 Oktober 2016, pukul 13.00, dirinya  menuturkan, sehari setelah motornya hilang, ada salah seorang mahasiswa UINSA Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir melapor kepada satpam kampus jika mahasiswa tersebut melihat motor yang telah parkir selama dua hari di samping Gedung Fakultas Syari'ah dan Hukum UINSA.
Menurut Fathin, sebelum melapor kepada satpam, pelapor yang merupakan mahasiswa UINSA tersebut mengetahui jika motor tersebut sudah parkir selama dua hari di lokasi ditemukan motor. Sementara itu, saat ditemukan, motor jenis matic itu tanpa terpasang pelat nomor dan kunci yang masih dibiarkan menggantung pada rumah kunci motor. "Dia bilang ke satpam kalo motornya ada samping Fakultas Syari'ah dan Hukum dari kemarin," imbuhnya.
Fathin menambahkan, setelah menerima laporan, pihak keamanan UINSA langsung melapor kepada Polsek terdekat guna mencari tahu apakah ada laporan kehilangan yang masuk ke Polsek tersebut ."Satpam UINSAnya yang lapor ke polisi bukan anaknya," tambah Fathin.
Fathin menambahkan, awalnya ada mahasiswa UINSA yang menemukan motor miliknya pertama kali, namun karena tak sempat untuk melapor, maka temuan tersebut diserahkan ke salah satu teman penemu agar dilaporkan kepada satpam kampus UINSA supaya ditelusuri lebih lanjut. "Dia itu temennya yang nemuin motor saya, soalnya dia sibuk, makannya minta bantuan temannya," ujarnya.
Fathin menambahkan, penemu motornya sempat memeriksa motor itu dan menemukan pelat nomor dan aki motor tersebut tersimpan di dalam jok motor. Mengetahui hal itu, penemu motornya, kata fathin, langsung menyebarkan laporan melalui pesan siaran di grup-grup media sosial. "Di jok kan sudah dilihat sama dia ada pelat nomor saya sama aki motor juga dipreteli gitu," Pungkas Fathin.
Menurut Fathin, secara kebetulan, teman si pelapor merupakan teman salah satu teman Fathin. Dari sinilah, Fathin dapat menghubungi mahasiswa UINSA tersebut. "Ada yang bilang gitu ke saya, terus saya kan ternyata satu grup WhatsApp dengannya jadi dari situ kita berkomunikasi, dan dia nyuruh saya ngambil motornya gitu," ujarnya.

Pada tanggal 20 Oktober 2016, pihak Polsek Gayungan akhirnya mendatangi UINSA untuk mengambil motor milik Fathin tersebut dan dibawa ke Polsek Gayungan, di tempat Fathin melaporkan motornya yang hilang. "Tadi sekitar pukul 09.00 pagi, saya sama polisi kesana," tuturnya kepada Kru Ara Aita. *(Isf/Arta)

No comments:

Post a Comment