Prof. Abdul A’la: Bagi UINSA, NKRI Harga Mati - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 22 October 2016

Prof. Abdul A’la: Bagi UINSA, NKRI Harga Mati

Dok. Fachri/Arta
Seminar nasional  Fisip dan Febi tentang Toward Effective Counter-Terrorism Programs: Strengthening The Role Of Civil Society dengan Narasumber PBNU KH. Akil Sirajd dan Brigjen Jendral Polisi, Herwan Haidir.
Araaita.com - Fakultas Sosiologi dan Ilmu Politik (FISIP) beserta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jum’at (21/10/16) mengadakan seminar nasioanal  dengan tema: Toward Effective Counter Terrorism Programs: Strengthening The Role Of Civil  Society. Hadir dalam acara ini rektor UINSA Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.ag. Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grad. Dip. SEA, M. Phil, Ph.D, dekan fakultas FISIP dan FEBI, dan pengurus NU Jawa Timur Salim Jufri, serta Tim Managemen FISIP dan FEBI.
Hadir pula dalam seminar yang membahas mengenai cara efektif melawan program-program teroris ini narasumber yang memang kompeten di dalam bidangnya. Yaitu, ketua umum PBNU KH. Said Akil Sirajd selaku pencetus Islam Nusantara, juga Brigadir Jendral Polisi, Herwan Haidir direktur perlindungan di BNPT (Badan Nasional Penangulangan Teroris).
Sebelum seminar dimulai sambutan disampaikan oleh pihak FISIP. Setelah itu, dilanjutkan oleh Rektor UINSA, Prof. Dr. Abd A’la M.Ag. Dalam sambutannya Pak A’la - panggilan rektor itu - mengatakan bahwa NKRI sangat berharga. ”Bagi UINSA NKRI harga mati,” ungkapnya. Terkait dengan ungkapan ini, A’la memberi klrifikasi bahwa dalam perspektif agama, sejarah, semisal Piagam Madinah tidak ditemukan sedikitkpun yang mengatakan  ada Negara Agama. Mengenai terorisme yang marak atas nama agama saat ini, A’la menjelaskan itu tidak benar. “Aksi terorisme ini lebih bersifat politisasi agama,” lanjutnya.
A’la menuturkan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan Hubben, peneliti asal  prancis, Khalid Abul Faql dan Al Jabiri, semua  ini mengatakan terorisme dan tindakan radikalisme  berasal dari politisasi agama.
Maka, lanjut A’la, tema Toward Effective Countre Terrorism Programs: Strengthening The Role Of Civil  Society, sangat penting bagi Indonesia dalam menghadapi terorisme. Karena ada masyarakat sipil yang bebas dari kekuasaan politik praktis. *(Fhr/Arta)

No comments:

Post a Comment