Sabet Juara II LKTI, FDK Gelar Press Conference - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 27 October 2016

Sabet Juara II LKTI, FDK Gelar Press Conference

Dok. Maulana/Arta
Saat pemenang lomba LKTI memaparkan pernyataannya dalam Press Conference di FDK.

            Araaita.com - Rabu, 25/10/16 telah diselenggarakan acara Press Conference di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) lantai dua ruangan Laboratorium Micro Preaching. Acara yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut merupakan Press Conference dari beberapa mahasiswa yang berhasil menyabet juara dua Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur 2016.
         Tim peneliti yang terdiri dari Anif Muchlasin, Mardian, dan Aprilia Ainnur Cahya tersebut merupakan mahasiswa dari program studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Mereka membuat penelitian dengan judul “Dewa Alam Lestari Jembul: Peran Mahasiswa sebagai Fasilitator dalam Menyongsong Desa Wisata (Dewa) Alam Lestari Jembul Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto).”
       Salah satu dari tim peneliti tersebut menjelaskan bahwasanya pada saat pengumpulan karya tulis tersebut, mereka berada di urutan kelima. Namun pada saat mereka mempresentasikannya, terdapat hal unik yang tersimpan di dalamnya. Hal unik tersebutlah yang menjadikan mereka mendapat nilai plus.
            Terdapat pertanyaan yang menggelitik dari juri saat mereka mempresentasikan LKTI mereka “Mengapa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dapat melakukan seperti ini?” Muchlasin pun menjawab bahwasanya konsep dakwah yang diterapkan bukan hanya bermodel ceramah di mimbar, melainkan terjun langsung ke lapangan untuk turut serta andil memberdayakan masyarakat.

       Saat Press Conference tersebut, salah satu dari mereka juga menjelaskan bahwasanya lokasi penelitian mereka berada di kawasan hutan dengan budayanya mengambil hasil kehutanan untuk dijual. Padahal terdapat larangan untuk melakukan hal itu. Jadi mereka memikirkan bagaimana caranya agar masyarakat dapat kembali ke jalan yang lurus. Akhirnya mereka pun menggunakan kopi sebagai media dakwah mereka. Mereka mengusahakan agar masyarakat setempat memanfaatkan kemasan kopi untuk dijual sebagai penghasilan mereka. “Jadi dakwah kita dengan media kopi, agar mereka tidak mencuri hasil hutan lagi,”Tutur salah satu tim peneliti tersebut menjelaskan. *(Mey/Arta)

No comments:

Post a Comment