Bedah Buku Kisah Perjalanan Menpora Imam Nahrawi. - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 16 November 2016

Bedah Buku Kisah Perjalanan Menpora Imam Nahrawi.

Dok. Fachri/Arta
Suasana berlangsungnya bedah buku di Gedung Sport Center UINSA.
         Araaita.com - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) untuk yang kedua kali mengadakan acara bedah buku. Setelah bedah buku berjudul 'Pahlawan Santri' yang digelar pada tanggal 10 November kemarin. Pada Hari Selasa, 15 November 2016, kegiatan serupa itu digelar. Kali ini, buku yang dibedah adalah buku dengan judul 'Puta Bangkalan di Pojok Senayan'.
            Kegiatan yang masuk rangkaian acara Semarak Universitas Negeri Sunan Ampel (UINSA) DEMA U itu digelar di Gedung Sport Center UINSA Surabaya. Adapun buku yang dibedah tak lain berisi tentang kisah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi semasa duduk di sekolah dasar sampai menjadi seorang menteri negara saat ini.
            Hadir sebagai pembicara dalam bedah buku itu, staf Menpora sekaligus penulis buku, Amar Hamshah, Editor buku Jay AM dan Ahmad Khubby Ali, salah satu rekan Imam Nahrawi yang sama-sama aktif di organisasi semasa menjadi mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel (IAINSA) Surabaya, yang kini dikenal UINSA.
            Amar Hamshah penulis buku mengatakan pembuatan buku ini didasari oleh suatu keadaan pada saat dirinya berkunjung ke perpustakaan Menpora. Di perpustakaan itu, lanjut Amar, ia tidak menemukan satupun buku yang memuat biografi sang Menteri. Malahan yang ada justru biografi pemain bola Lionel Messi dan lainnya.
            Selain itu, lanjut Amar, pembuatan buku itu bertujuan untuk menelurkan semangat kepada para pemuda bahwa perjuangan untuk menjadi seorang menteri itu tidak mudah dan bisa dilihat melalui kisah Imam Nahrawi, kata Amar. "Akibat dari dua alasan itulah akhirnya saya membuat buku ini," imbuh Amar.
            Sementara itu, Jay AM selaku editor buku mengatakan buku berjudul "Putra Bangkalan di Pojok Senayan" ini menuturkan tentang kisah Imam Nahrawi mulai dari masa kecil, berlanjut menempuh perguruan tinggi di kota Surabaya sampai menjadi Menteri saat ini.
            Jay mengatakan bahwa buku ini memang bertujuan untuk menginspirasi para pemuda. Tapi, lanjutnya jangan sampai pemuda hanya jadi pen-taklid (ikut-ikutan) Imam Nahrawi. Jay berharap para pemuda bisa menentukan pilihan yang dia miliki. Jay melanjutkan buku "Putra Bangkalan di pojok Senayan" penuh dengan kesan dan pesan yang sangat berarti bagi pemuda.
            Seperti di akhir buku itu ada ungkapan Imam Nahrawi yang penuh dengan makna. Kata-kata ini pantas dimiliki para mahasiswa, lanjut Jay.

"Diakhir buku ini sangat indah menurut saya. Meski terlihat meminjam istilah Gusdur, yaitu 'Yakini apa yang Kamu pilih dan taati aturan," jelas Jay. (Fah/ Arta)

No comments:

Post a Comment