Bentuk Karakter Mahasiswa Berdaya Saing melalui Seminar Pendidikan Nasional - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 24 November 2016

Bentuk Karakter Mahasiswa Berdaya Saing melalui Seminar Pendidikan Nasional

Dok. Fatimah/Arta
Suasana saat menyanyi bersama, di penghujung seminar pendidikan nasional.
            Araaita.comSeminar pendidikan nasional telah diselenggarakan di Gedung Sport Center Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Rabu, 23/11/16. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas (U) tersebut bertema "Tumbuh Subur Mahasiswa Indonesia: Mengoptimalkan Standart Nasional Dalam Konteks Internasional."
            Dalam seminar nasional tersebut mendatangkan tiga pemateri, diantaranya Profesor Akhmad Muzakki selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI), H. M. Ka'bil Mubarok selaku wakil ketua komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Periode 2014-2019, juga dihadiri oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh seorang cendekiawan muda sekaligus vokalis dari grup band Letto.
            Dalam seminar tersebut Profesor Muzakki menjelaskan dalam sambutannya mengenai kondisi pendidikan yang ada di negara Indonesia ini. Dekan FEBI dan FISIP tersebut menuturkan bahwasanya terdapat 11.000 insinyur di Asia Tenggara ini, tapi yang resmi bersertifikat hanyalah berjumlah 13 orang. Profesor Muzakki juga berpesan bahwasanya jangan sampai menyia-nyiakan masa muda terutama masa kuliah. Karena sudah bukan zamannya lagi mahasiswa hanya kuliah pulang, kuliah pulang (Kupu-Kupu) atau Mahasiswa yang bertipe males tapi mari (Lestari), "karena semakin lama masa lulus sama saja menunda prestasi." Tuturnya disusul dengan kedatangan Kabil Mubarok yang disambut dengan tepuk tangan para peserta seminar.
            Noe seorang cendekiawan muda yang seringkali mengisi berbagai kajian dalam seminar tersebut juga menjelaskan dalam sambutannya bahwasanya penamaan Letto yang ia gunakan dalam band-nya merupakan nama karangan. "Jadi bukan unsur menciptakan konsep apapun melainkan menemukan makna yang ada didalamnya." Jelas pria yang merupakan putra dari Emha Ainun Najib seorang cendekiawan muslim Indonesia tersebut.
            Noe juga menuturkan bahwasanya seseorang harus bisa menerima dirinya sendiri terlebih dahulu. Karena sebelum dia berhasil menemukan jati dirinya, bagaimana dia mau bersaing dengan jutaan orang di luar sana jika dirinya sendiri saja tidak tau. Dunia ini diciptakan dengan bermacam-macam warna. "Temukan dirimu, warnamu, dan tentukan apa fungsimu ada di dunia ini." Jelasnya di depan peserta seminar yang ditutup dengan menyanyikan lagu Band Letto bersama audience. *(Mey/Arta)

No comments:

Post a Comment