BKI Rayakan Puncak Dies Natalies dengan Lomba Banjari - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 15 November 2016

BKI Rayakan Puncak Dies Natalies dengan Lomba Banjari

 
Doc. Yana/Arta
Suasana saat berlangsungnya acara Festival Banjari oleh salah satu peserta.
 Araaita.com - Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) gelar acara Dies Natalis dengan tema Smart, Pious, Behaviour. Dalam acara tersebut terdapat lima rangkaian acara yaitu Qatmil Qur'an, pendakian ke tujuh gunung untuk mengibarkan bendera BKI, seminar Bimbingan Teknik (Bimtek) untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), pemilihan Duta BKI yang berbarengan dengan pagelaran bazar. Dan puncak acara Dies Natalis BKI adalah lomba Festival Banjari se-Jawa Timur pada Sabtu (12/11) kemarin.
Acara lomba festival banjari tersebut dilaksanakan di Gedung Auditorium UINSA yang dimulai pukul 10.30 WIB dengan rangkaian acara, yaitu diawali dengan sambutan dari ketua panitia Organizing Committee (OC), ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) BKI  dan ketua panitia Steering Commite (SC), kemudian gema wahyu Illahi dan terakhir ditutup dengan penampilan banjari oleh mahasiswa BKI sendiri.
Peserta banjari tidak hanya dari Surabaya sendiri  tetapi dari penjuru Jawa Timur (Jatim), seperti Sidoarjo, Gresik, dan Jombang. Penampilan peserta di mulai dari nomor urut 16-65 karena peserta nomor urut 1-15 tidak melakukan registrasi ulang sehingga di blacklist. Sehingga peserta yang semula 65 tersisa 50 peserta. Sesi kedua yaitu penampilan peserta dengan nomor urut 16-34. Dan sesi ketiga yaitu penampilan peserta dengan nomor urut 35-65.
Menurut penjelasan Aqiel Ajiz Alfaris selaku ketua panitia OC acara tersebut, pihaknya sengaja menggelar agenda itu sebagai wadah terwujudnya visi dan misi Islam dalam memperjuangkan nilai-nilai Ahlu As-sunnah wa Al-Jamaah (Aswaja) secara Menyeluruh. “Dengan memperjuangkan nilai aswaja seperti melestarikan kesenian Islam yang juga merupakan budaya bangsa, memperkokoh ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah antara grup banjari di Jawa Timur dan merajut kebersamaan dalam keberagaman,” ungkapnya.
Acara ini berlangsung hingga malam hari, para pemenang masing-masing kategori telah ditentukan lewat hasil rapat rekapitulasi oleh para juri dan diumumkan melalui pengumuman yang dibacakan oleh pembawa acara. Aqil menuturkan para juri yang diundang dalam kejuaraan ini tergolong seniman yang masih terlibat di bidang banjari dan sudah mengerti dunia banjari. “Ya para juri itu menilai kemampuan peserta sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan sekaligus menentukan para pemenang,” imbuhnya.
Festival Banjari tersebut memperebutkan juara kategori 1, 2, dan 3, serta juara harapan, tiap kelompok harus menampilkan jingle BKI, lagu wajib dan kemudian maqro'. Ruangan yang biasa terlihat sepi, kali ini ramai oleh berbagai kelompok banjari dan sesekali memberi applaus dan sorakan ketika tersentuh oleh bacaan bait-bait sholawat peserta yang tampil di podium pementasan.
Aqiel mengharapkan dalam ulang tahun BKI yang ke-7 ini seluruh mahasiswa BKI dapat maju dan menjaga solidaritasnya serta membangun kerjasama yang baik satu sama lain. Ungkap Aqiel saat ditemui Kru Ara Aita seusai acara penutupan Dies Natalis tersebut*(Ysh/Arta)

No comments:

Post a Comment