5 Tahun Terbuang, Warga Syiah Sampng Ingin Segera Kembali Pulang - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 23 March 2017

5 Tahun Terbuang, Warga Syiah Sampng Ingin Segera Kembali Pulang






Foto; Acara Refleksi 5 Tahun Syiah terbuang. Dok. Ahmad

Araaita.com - Tepat pada tahun 2012 LPM Ara aita Fakultas Dakwah UINSA Surabaya menerbitkan majalah edisi yang ke 59. Dalam majalah terserbut ada data hasil investigasi mengenai kondisi ekonomi warga syiah di Nangkeranang Sampang Madura,
Dikatakan bahwa, warga Nangkeranang Sampang yang mampu waktu itu bertani di lahan sawah milik mereka sendiri, sedangkan bagi yang kurang mampu hanya menjadi buruh di sawah milik orang lain. Penghasilan buruh (warga nangkeranang red) kala itu  berkisar antara Rp. 20 ribu sampai Rp. 30 ribu per setengah harinya, tergantung pekerjaan yang dilakukan. Bagi golongan buruh ini, minimnya mereka bisa mendapatkan Rp. 600 ribu dan maksimalnya mereka bisa mendapatkan Rp.900 ribu per bulannya. Uang sedemikian sudah cukup untuk menghidupi istri dan anak-anak yang tinggal di desa tersebut. Itulah sekilas latar belakang kehidupan masyarakat syiah sebelum diusir.
Namun keadaan tersebut terbalik sejak agustus tahun 2012 lalu, dimana warga Nangkeranang yang menganut paham syiah di usir dari desanya, dan ngungsi di Rusun Jemondo Sidoarjo. Hingga saat ini, komunitas syiah sampang yang ada di Sidoarjo hidup terkatung katung dan sangat memperihatinkan karena tidak punya penghasilan dan pekerjaan.
Sebanyak 81 kepala keluarga dan 335 jiwa, komunitas syiah saat ini ada dalam posisi tercekik. Karena sudah lama tidak mempunyai akses kerja dan akses usaha. Tapi pengeluaran tiap hari tidak berkurang dari 30.000 sampai 100.000 rupiah untuk belanja pangan dan kebersihan. Sedangkan pemasukan itu tidak ada. Sebagaimana yang dikatakan Ibu Rohah warga syiah sampang yang mengatakan dirinya ingi segera kembali ke desanya lagi agar bias bertani di tanahnya  sendiri. Selama ini warga syiah menurut ibu Rohah cukup bersabar. Apalagi saat ini musim hujan yang membuat tempat tinggal mereka basah kalau hujan karena banyak yang bocor dan dindingnya sudah retak, mereka kewatir roboh. “rumah kongsi kami sudah tidak layak ditempati, karena mau roboh, apalgi atapnya banyak yang bocor dan dindingnya banyak yang retak.” Ujarnya saat di wawancari araaita.com
Keinginan pulang warga syiah sampang ini bukan hanya karena kondisi ekonomi mereka terjepit. Tapi mereka memperhatikan pendidikan anak anak mereka yang seharusnya saat ini mengnyam pendidikan tapi malah tidak bisa. Selain itu menurut mereka jika ada dikampung halamannya, merkea makan seadanya karena sayurpun tidak perlu membeli dan mereka bisa bertani seperti dulu. Merka merindukan kedamaian dan kenyamanan di desanya Nangkerang sampang. “kami merindukan kedamayan dan kami ingin pulang agar bisa bertani kembali di desa.” Ungkapnya kepada wartawan araaita.com (Ach)









No comments:

Post a Comment