Syiah Jadi Pengungsi di Negeri Sendiri, Kemana Tim Rekonsiliasi UINSA? - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 22 March 2017

Syiah Jadi Pengungsi di Negeri Sendiri, Kemana Tim Rekonsiliasi UINSA?

Foto; Suasana Diskusi dan Refleksi oleh KTajul Muluk Syiah Sampang. Dok. Ahmad


Araaita.com - Sudah 5 tahun lamanya warga syiah sampang yang diusir dari desanya ke Rusun Jemondo Sidoarjo belum juga bisa kembali. Hal ini disebabkan kondisi masyarakat Sampang yang hingga saat ini belum bisa menerima mereka kembali di daerahnya. Selain itu pemerintah juga belum mengambil langkah kebijakan terkait dengan keberadaan mereka. Dan belum ada upaya untuk pengembalian mereka ke Kab. Sampang.
Tepat hari Selasa pukul 18:00 sampai jam 21 WIB (21/3) yang bertempat di Warung Kopi Mbah Cokro Prapen Surabaya, sejumlah organisasi yang bergabung dalam jaringan advokasi syiah sampang adakan diskusi publik dan Refleksi 5 tahun pengusiran warga syiah Sampang dengan tema "Kami Berhak Pulang". 
Acara tersebut digelar sebagai upaya untuk mengajak masyarakat secara luas dan mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah kongkrit atas persoalan yang dihadapi komunitas syiah sampang yang hingga saat ini belum ada kejelasan terkait dengan nasib mereka. 
Bermula pada tahun 2012 yang lalu, komunitas syiaah sampang ini diusir dari rumah rumah mereka oleh masyarakat anti-syi'ah, yang kemudian juga disusul oleh pemerintah Sampang untuk ditempatkan di GOR Sampang karena untuk menghindari kerusuhan antara warga syiah dan non syiah. Dalam kurun waktu 9 bulan lamanya komunitas syiah sampang ini ngungsi di GOR Kab. Sampang. Namun pada akhirnya, bertepatan pada tanggal 20 Juni 2013 pihak yang berwenangpun mengusir paksa mereka dari Sampang dan dipindahkan ke Rusun Jemondo, Kec. Sepanjang, Kab. Sidoarjo.
Janji penyelesaian dan pemulangan secara bermartabat terhadap komunitas syiah sampang sebenarnya mulai sejak bulan Juli 2013 dulu, dimana presiden Susilo Bambang Yudoyono berjanji kepada mereka untuk memulangkan dan membangunkan kembali rumah rumah yang rusak punya mereka. Dan waktu itu, presiden SBY menunjuk Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya untuk menjadi tim Rekonsiliasi. Namun tim rekonsiliasi tersebut tidak sesuai dengan harapan dan hingga saat ini mereka terlantar begitu saja. 
Sebagaimana yang dikatakan oleh Jumali, salah satu korban pengusiran yang mengatakan bahwa ia sangat ingin kembali ke desanya, karena kondisi di rusun jemondo sidoarjo sudah tidak layak lagi buat mereka, rumah pengungsian yang ditempati sudah banyak yang bocor dan berlubang. Kalau hujan mereka kesusahan dan harus mengungsi kembali. Saat ini mereka berniat untuk kembali ke desanya meski harus mengorbankan nyawanya. "Sampai jadi debupun kami akan kembali ke desa asal kami". Ungkap jumali saat di wawancarai oleh wartawan araaita.com (Ach)

No comments:

Post a Comment