Karena Takut Kalah, KOPURWA UINSA Tetapkan Aturan Pemilu Baru - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 19 April 2017

Karena Takut Kalah, KOPURWA UINSA Tetapkan Aturan Pemilu Baru

Ilustrasi politik UINSA yang tidak sehat

Araaita.com - Hari Kamis tanggal 20 April 2017 UINSA akan melaksanakan pesta demokrasi tingkat mahasiswa, pemilihan tersebut akan dilaksanakan di Ruang Lobi Gedung Twin Tower UINSA pukul 8:00 - 12;00 Wib.
Namun sangat disayangkan karena pesta demokrasi UINSA ini belum diketahui oleh banyak mahasiswa. Berdasarkan pantauan waratawan araaita.com  63% dari mahasiswa dengan sampel 180 mahasiswa di setiap Fakultas tidak tahu kalau hari kamis (20/4) ada pemilu raya. Bahkan dari jumlah sampel tersebut ada 84% mahasiswa yang tidak tahu pada nama calonnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Tiyas mahasiswa UINSA bahwasanya dia tidak tahu sama sekali mengenai pemilu raya ini. "Mboh gak roh mas". Ujarnya kepada wartawan araaita.com
Ketidak tahuan mahasiswa dalam pemilu raya ini karena informasi yang di edarkan oleh KOPURWA serba mendadak. Menanggapi hal ini, mahasiswa UINSA yang bergabung di Aliansi Mahasiswa UINSA 16 mendeklarasikan diri untuk golput bersama di pemilu raya tahun ini. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ghozali bahwasanya angkatan 2016 sudah sepakat untuk golput bersama pada pemilihan besok "pemilu tahun ini kami akan golput bersama". Ungkapnya.
Kendati demikian, menurut faqih dalam pemilihan kali ini sistemnya sudah ada yang di rubah secara tiba tiba dari pihak kopurwa. Politisi mahasiswa dari partai PAREM (Partai Revormasi Mahasiswa) ini menjelaskan bahwasanya perubahan aturan pemilu raya UINSA yang secara tiba tiba ini mengindikasikan bahwasanya KOPURWA sangat tidak netral dan tidak profesional, lebih parahnya lagi menurut faqih Kopurwa sudah menyalahi AD/ART yang sudah di tetapkan bersama pada waktu KBMU. "Kopurwa katanya sudah merubah tehnik pemilu raya dengan perwakilan dari HMJ saja, padahal hasil KBMU tidak demikian". Ujarnya.
Anis mahasiswa UINSA yang bergabung di aliansi mahasiswa 16 ini mengatakan bahwasanya perubahan system baru oleh kopurwa dengan pemilihan diwakili ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) ini karena takut kalah, padahal dalam AD/ART nya dipilih langsung oleh seluruh mahasiswa. " aturan baru ini mengindikasikan kalau calon DEMA sekarang takut kalah" ujarnya. (ach)

2 comments:

  1. kalau menurut saya ini sama saja dengan memangkas hak demokrasi rakyat kamupus. sangat di sayangkan harusnya euphoria pesta demokrasi kampus yg di nantikan oleh seluruh rakyat kampus malah menjadi euphoria sebagian klompok rakyat kampus saja.

    ReplyDelete
  2. Sudah dari dulu. Jadi gak begitu kaget.
    Mahasiswa adl cikal bakal penerus negara.jika dilingkungan kampus tdk belajar birokrasi secara sehat, mka besok setelah di dunia pemerintahan bakal sama tdk sehat.

    ReplyDelete