Pemilihan Usai, Kini Muncul Petisi Tolak Hasil Pemilu Raya UINSA - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 22 April 2017

Pemilihan Usai, Kini Muncul Petisi Tolak Hasil Pemilu Raya UINSA


dok. www.change.org/faris


Araaita.com – Penyelenggaraan pesta demokrasi dengan pemilihan ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) serta Senat Mahasiswa (SEMA) di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang dilaksanakan pada kamis 20 april yang lalu nampaknya berbuntut panjang. Pasalnya sehari setelah pemilihan usai, tepatnya pada 21 April kemarin muncul petisi menolak hasil pemilu raya UINSA.
Petisi tersebut di buat oleh mahasiswa yang mengatas namakan dirinya sebagai Aliansi Mahasiswa UINSA di laman www.change.org. berdasarkan pantauan araaita.com hingga sabtu malam terdapat 187 pendukung yang sudah menandatangi petisi tersebut. Tak hanya itu, petisi tersebut juga mencantumkan laman berita araaita.com yang memuat berita pemilihan DEMA UINSA pada kamis lalu serta 2 media sosial yang lain yang juga menulis tentang pemilihan tersebut.
Petisi tersebut di tujukan pada Rektor UINSA Prof. Abd A’la, bagian kemahasiswaan UINSA, Wakil Rektor 3 UINSA, Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (KOPURWA) UINSA, Prof. Ali Mufrodi serta gedung Rektorat UINSA.
Dalam petisi yang di buat, mereka menolak hasil pemilu raya UINSA dan menilai demokrasi di UINSA cacat. Tak hanya itu, petisi tersebut juga menilai Kopurwa tidak netral dan memihak pada salah satu calon pasangan. Selain itu, petisi tersebut juga menyinggung pengumuman pendaftaran yang di nilai mendadak. “Hidup kadang memang tidak adil, tapi itu bukanlah menjadi alasan untuk menyerah,” tulisnya di laman www.change.org.
Selain itu salah satu mahasiswa yang ikut menandatangi petisi tersebut mengatakan, bahwa pemilihan tersebut tidak transparansi dan sangat tertutup. “Tidak ada transparansi sama sekali dan sangat tertutup, seharusnya ini untuk mahasiswa dan semua mahasiswa berhak untuk tau dan memilih,” tulis Rachmanda Bayu Hilmawan di laman www.change.org.
Senada dengan Rachmanda, Andi Dwi Hermawan yang juga menulis di laman petisi tersebut juga mengatakan bahwa pemilihan umum raya mahasiswa pada tahun ini di nilai cacat, bahkan ia mengaku fakultasnya tidak mendapat info terkait pemilihan tersebut. “Apalagi untuk fakultas saintek yang bahkan tidak diberikan info sama sekali,” tulis Andi. (Ris)

No comments:

Post a Comment