Muda Produktif Dengan Jurnalistik - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 14 June 2017

Muda Produktif Dengan Jurnalistik

Araaita.com - Dikutip dari wikipedia bahasa Indonesia, definisi kewartawan atau jurnalisme yaitu  (berasal dari kata journal) mempunyai arti catatan mengenai kejadian sehari-hari, dapat juga diartikan sebagai surat kabar. Journal  berasal dari istilah bahasa latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Era dewasa ini banyak sekali seorang yang berminat menjadi seorang jurnalis, padahal pekerjaan jurnalis sendiri bukanlah suatu hal yang bisa dibilang mudah, karena jurnalis dituntut untuk selalu update, konsisten, disiplin, peka sosial dan bertindak cepat. Tidak lebih dari itu jurnalis juga harus mengikuti berita terhangat yang sedang ramai dibincangkan. Bagaimana seorang jurnalis harus membungkus berita tersebut menjadi menarik.

Tak hanya orang dewasa, bahkan pemuda-pemuda pun banyak yang mendalami dunia jurnalistik karena berkeinginan menjadi jurnalis. Itu semua dibuktikan dari adannya extrakurikuler jurnalistik di setiap sekolah menengah atas, dan banyaknya pula komunitas-komunitas di setiap daerah yang berkecimpung di dunia jurnalistik seperti,  komunitas jurnalis muda, kompas muda, dan masih banyak lagi.

Jika terbesit di dalam benak untuk berkarir di dunia pers, ada hal-hal yang harus dipahami karena profesi jurnalis bukanlah profesi yang dapat memberikan jaminan dari segi materi. Namun jika memang keinginan tersebut kuat untuk menjadi jurnalistik maka sebaiknya memahami dulu etika  jurnalis yang baik, dan sebaiknya membaca buku sebanyak-banyaknya terkait jurnalistik sebagai bacaan awal jika kamu berminat terjun di ranah pers. Skill dan kemampuan teknis lain bisa dilatih bisa secara mandiri dengan cara banyak membaca buku dan menulis.

Banyak kasus yang dialami oleh para jurnalis, seperti penindasan ataupun perlakuan tidak baik dari narasumber, hal tersebut dikarenakan seorang jurnalis ingin meminta fakta yang sebenarnya, namun narasumber merasa bahwa itu tidak sopan. Tantangan para jurnalis pada masa ini tidaklah mudah, apalagi dizaman serba modern ini. Jurnalis dituntut lebih cepat dan tanggap dalam mencari berita. Terutama bagi para juranlis muda yang belum pernah berpengalam dan hanya ingin sekedar mencoba terjun ke ranah pers. Tidaklah semudah itu, karena dunia jurnalistik bukan untuk main-main. Selain itu, sudah menjadi hal yang lumrah bahwa setiap jurnalis entah itu dewasa atau pun muda dituntut untuk kritis dan berani mengungkapkan fakta yang ada sekalipun ancaman menghantui dirinya. Demi ditegakkan sebuah kebenaran dan keadilan. Karena sebuah pepatah mengatakan bahwa jurnalis adalah mata, mulut dan telinga masyarakat.

Dalam pengungkapan fakta dari sebuah berita, seorang jurnalis muda sangat berperan aktif dalam hal itu,  karena mereka adalah penerus bangsa, maka sangat dianjurkan untuk berani berbuat jujur dalam hal penulisan berita. Tanpa harus memperoleh uang suapan sedikit pun.

Jurnalis muda banyak kaitannya dengan kefektifan dirinya dalam mencari berita dikarenakan fiisiknya yang masih kuat dan fikirannya  yang  fresh, banyak juga para media cetak atau televisi mencari para jurnalis muda, namun kurangnya pengalaman menyebabkan para jurnalis tersebut pun mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut karena dirasa dirinya belum pantas.

Komunitas-komunitas yang menaungi jurnalis-jurnalis banyak mengajarkan terkait berfikir kritis serta kode etik jurnalistik yang harus dipatuhi. Mereka diajarkan bagaimana caranya muda produktif dengan dunia jurnalistik. Disetiap kampus misalnya banyak unit kegiatan kampus (UKM) yang menaungi bakat para mahasiswa dibidang jurnalistik. Yaitu lembaga pers mahasiswa, yang aktif dalam penerbitan bulletin mingguan, majalah, media online, youtube maupun jurnal. Berkembangnya media cetak atau pers saat ini sudah memudahkan para jurnalis untuk menjalankan tugasnya.
Jurnalis menjadi tonggak kesuksesan suatu bangsa, karena tanpa adanya jurnalis dan media pers bagaimana cara dunia mengeksplor atau memberitakan terkait Negaranya kepada dunia? Karenanya ilmu jurnalistik begitu penting diajarkan sejak muda, sekalipun tidak semua pemuda meminati dunia jurnalistik. Karena jurnalistik terkait dengan menulis. Dan menulis adalah hal yang wajib bagi setiap orang. Tanpa menulis kita tidak akan terkenang. Karena menurut Pramodya seorang sastrawan mengatakan bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian.


Tak hanya Pramodya, Boy Candra seorang penulis best seller mengatakan bahwa apa yang kamu tulis itulah tanggung jawab kamu. Begitu juga untuk para pemuda jika berkeinginan menjadi jurnalis maka ingatlah tanggung jawab kamu, seorang jurnalis tidak boleh menulis tanpa data, dan tidak boleh membiarkan data bicara tanpa logika. Sangat tidak dibolehkan lagi jurnalis menulis dengan opininya, maka hal yang sangat dianjurkan adalah jangan beropini sebelum menulis berita. Agar tidak mengalami hal demikian, pentingnya pendidikan jurnalistik, karena tidak sembarang orang mampu menjadi jurnalis.

No comments:

Post a Comment