Tangkal Radikalisme, PC PMII Surabaya Gelar Ngaji Islam Nusantara - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 13 June 2017

Tangkal Radikalisme, PC PMII Surabaya Gelar Ngaji Islam Nusantara

Mujahid Ansori saat menyampaikan materi Islam Nusantara. Dok. Afifi/arta

Araaita.com – Pengurus cabang pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) Surabaya menggelar serangkaian acara yang bertajuk “Ngopi Ramadhan” pada 12, 14, 17 dan 19 Juni mendatang di kantor PC PMII Surabaya, Jl. Darmo Kali No. 148 Surabaya.
            Acara yang di gelar dalam rangka mewadahi para kader PMII se-Surabaya, sekaligus menjalin silaturahmi antar kader tersebut di harapkan dapat membawa berkah bagi seluruh kader PMII Surabaya.
            “Kita membiasakan berkumpul bersama orang-orang shaleh dan orang-orang berintelektual, mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kita,” kata Ketua Umum PC PMII Surabaya, Fahrur Rosi.
            Dalam diskusi pertama yang di gelar pada 12/6 malam tadi tersebut, berbicara mengenai Islam Terorisme dan Radikalisme Agama. Hal tersebut di akui Fahrur Rosi lantaran pada saat ini isu tersebut masih santer menjadi isu yang harus di kaji oleh kader PMII Surabaya.
            “Kader PMII harus Memahami dan memberi pemahaman pada orang awam di lingkungannya masing-masing, bahwa islam nusantara tersebut merupakan islam yang indah,” Tuturnya
            Sementara itu, Dr. KH. R Mujahid Ansori yang menjadi narasumber pada acara tersebut mengatakan bahwa saat ini faham-faham radikalisme sudah mulai masuk di lingkungan masyarakat. Khususnya di masjid-masjid Kampus, Mall bahkan di masjid perkampungan.
            “Mereka biasanya tidur di masjid-masjid, kemudia menjadi tukang bersih masjid hingga akhirnya mereka menawarkan menjadi penceramah di masjid tersebut,” Kata mantan ketua IKA PMII Jatim tersebut.
            Di sisi lain menurut Mujahid Ansori, populasi umat islam saat ini menurun, hal itu di karenakan semakain masifnya paham-paham radikalisme di sebarkan. “hal itu dapat dilihat dari fenomena yang lagi ngetren saat ini, seperti pelabelan syar’i dan trend publikasi poligami,” kata mantan  anggota DPRD jatim periode 2004 itu. (Ris)

            

No comments:

Post a Comment