Ikuti Tren, Beberapa Fakultas di UINSA Tampilkan Koreografi - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 31 August 2017

Ikuti Tren, Beberapa Fakultas di UINSA Tampilkan Koreografi

Kompak: Penampilan koreografi dari mahasiswa baru FUF. (dok. arta)
Araaita.com - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKK-MB) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sudah berjalan selama tiga hari berturut-turut. Yang diikuti sebanyak 4345 mahasiswa baru. Dengan konsep yang dibuat oleh Dema Universitas yang membentuk sebuah tulisan MABA, logo UINSA, Bendera Merah Putih serta tulisan tahun 2017 untuk pertama kalinya diikuti oleh mahasiwa baru UINSA.

Acara yang berada di Sport Center (SC) tersebut berjalan dengan lancar. Mahasiwa baru sangat antusias sekali dalam mengikuti acara tersebut. Tak berhenti di hari pertama, koreografi pun dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya. Akan tetapi, koreografi tersebut berlangsung di fakultas masing - masing.

 Namun hanya beberapa fakultas yang mengadakan koreografi, seperti Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang sudah berlangsung pada hari kedua PKK-MB Selasa (29/8/2017), yang diadakan di Sport Center. Koreografi tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan membentuk sebuah tulisan FDK serta bendera merah putih yang diikuti kurang lebih 719 MABA. Menurut Mala selaku koordinator devisi acara menjelaskan bahwa diadakannya koreografi hanya dibuat kesenangan semata “Buat senang-senangan aja, jadi setiap anak membawa kertas buffalo dua macam. Warna merah dan putih,” ungkap mahasiswa berkaca mata ini.

Hal senada juga di ungkapkan Syafruddin selaku ketua panitia Fakultas Usuludin dan Filsafat bahwasanya alasan dan tujuan diadakan koreografi yakni untuk manarik mahasiswa saja. “kami putar balik cari hal lain untuk menarik maba” ucap lelaki berambut gondrong itu. Koreografi pun berlangsung pada Rabu (30/8), yang berada di samping utara Sport Center (SC) dengan membentuk tulisan Usuludin serta tulisan UINSA.

Syafruddin menjelaskan bahwa konsep dari koreografi tersebut masih dirahasiakan oleh panitia untuk MABA “Ini buat surpraise, jadi saya tidak mau mengasih tahu,” ujar Syrafuddin mahasiswa semester 5 FUF tersebut. Sama halnya dengan Fakultas Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik (FISIP) yang masih dirahasiakan konsep koreografinya. Koreografinya  telah berlangsung pada Rabu (30/8).

Tak hanya tiga fakultas tersebut yang menampilkan koreografi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan juga menampilkan koreografi yang berada di ruang Auditorium. FTK sudah mengadakan koreografi sejak tahun 2016 kemarin. Menurut pengakuan Mirza selaku ketua panitia sekaligus sekertaris Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK mengatakan bahwa persiapan untuk menampilkan koreografi terbilang sangat mendadak, padahal sudah direncanakan jauh – jauh hari. “Persiapan 0%, karena ini nanti (29/8) baru ada latihan terkait koreografi,” tutur mahasiswa semester 9 tersebut.  Mirza pun menambahkan  alasan dan tujuan diadakannya koreografi, yang pertama pastinya mengikuti tren, yang kedua melihat seberapa jauh kekompakkan mahasiswa baru, yang ketiga sebagai suatu kenang - kenangan yang terkesan untuk mahasiswa baru 2017. “Karena di tahun ini sulit mereka dapatkan, seperti tahun-tahun sebelumya,” imbuh mahasiswa berkemaja hitam tersebut.

Lain halnya dengan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) yang mempermasalahkan karena tidak adanya tempat untuk menampillkan koreografi. Menurut Agus selaku ketua panitia mengatakan bahwa ketua DEMA Psikologi akan meminta izin kepada ketua DEMA Syari’ah untuk meminjam tempat “Kalau tidak bisa, kita (DEMA/Panitia, red) akan menembusi ketua DEMA Saintek,” jelas mahasiswa semester 5 tersebut. Namun setelah dikonfirmasi lagi ke ketua panitia mengenai jadi atau tidaknya koreografi ternyata FPK membatalkan kegiatan tersebut. Dikarenakan tidak adanya tempat yang tersedia.

Berbeda dengan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), bahkan di sana tidak menampilkan koreografi sekalipun. Mereka (MABA, red) hanya mengikuti koreografi di Sport Center, yang diadakan universitas. Menurut Eva selaku salah satu panitia mengatakan bahwa panitia hanya menjalankan tugas sesuai Surat Keputusan (SK) rektor, semua kebijakan telah dipegang akademik “Kita hanya mengawal MABA, agar PKK-MB tidak semerawut,” tutur mahasiswa berkerudung kuning tersebut. Tepatnya di UINSA tidak semua fakultas mengadakan koreografi. (faiz/tyas/ainun/syahrul)

No comments:

Post a Comment