Mahasiswa Baru FDK Tidak Hafal Pancasila, Ini Alasannya - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 31 August 2017

Mahasiswa Baru FDK Tidak Hafal Pancasila, Ini Alasannya

Suasana PKKMB UINSA 2017 di Sport Center 

Araaita.com - Siapa yang tidak tahu bahwa adanya aturan itu dalam rangka membentengi diri kita dari hal-hal yang bersifat tidak berguna atau cenderung tidak patut dilakukan. Bahkan tidak sedikit pula yang menganggap bahwa aturan itu ada hanya untuk dilanggar. Namun hal ini nampaknya tidak berlaku bagi mahasiswa baru (maba) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Pasalnya di hari kedua dilaksanakannnya kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKK-MB) banyak diantara maba dengan jumlah 700 mahasiswa yang mengakui kesalahannya ketika mereka melakukan pelanggaran aturan.
Sebagaimana pagi tadi (29/08), banyak maba datang melebihi waktu yang sudah ditetapkan. Padahal di hari sebelumnya sudah ada himbauan bagi seluruh maba FDK untuk datang sebelum pukul 06.00 WIB. Mengingat tepat pukul 06.00 WIB akan dilangsungkan istighosah bersama, baik untuk maba dan juga panitia. Hal ini dimaksudkan untuk tetap mempertahankan budaya Islam sebagaimana mereka yang berada di universitas islam.
Bukan aturan namanya jika tidak ada hukuman atas suatu pelanggaran. Tetap ada konsekwensi yang ditanggung oleh beberapa maba atas keterlambatan mereka. Konsekwensi ini diberikan oleh mahasiswa yang turut serta menjadi panitia, hal ini bisa berupa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Negara Indonesia, mengucapkan sumpah pemuda dengan tegas dan lantang, praktek adzan dan iqomah, membaca ayat kursi, tes hafalan Pancasila, bahkan mengambil sampah-sampah di sekitar area Spot Center yang menjadi lokasi PKK-MB FDK. Menurut Rivia selaku ketua SEMA FDK hukuman yang diberikan memang berindikasi kebangsaan dan juga keislaman. "Hukuman ini dalam rangka mendidik, maka dari itu momen ini juga kami manfaatkan sebagai ajang memperkenalkan sumpah mahasiswa sebagaimana kedudukan mereka saat ini," terangnya menjelaskan.
Ironisnya, ada dari beberapa maba yang terkena sanksi tidak dapat melakukan hukuman, padahal untuk tingkatan mahasiswa konsekwensi yang diberikan sudah terbilang mudah. Seperti banyaknya maba yang tidak lolos hukuman tes hafalan Pancasila. Ahmad menjelaskan, bahwa ketidakhafalan maba akan pancasila itu dikarenakan ia lulusan pondok pesantren yang jarang melakukan upacara dan hanya kajian kitab kuning yang diajarkan, maka ia tidak hafal pancasila. “Karena dulu di pondok pesantren, makanya ia tidak hafal Pancasila,” jelas salah satu panitia PKK-MB menceritakan pengakuan maba dari Prodi Management Dakwah.
Hal lain dipaparkan oleh Ayu dari Prodi BKI, duganya bisa jadi maba tidak hafal Pancasila karena ia merasa gugup diminta menghafalkan pancasila di depan panitia. Oleh karenanya, ketika diminta, mendadak ia lupa point-point dari pancasila yang sebenarnya ia hafal. “Kadang gugup yang menjadikan kita lupa,” terangnya menduga.
Namun ada yang lebih parah lagi, sudah tidak hafal Pancasila si maba juga tidak tahu apa dan dimana sebenarnya kedudukan Pancasila dalam Negara Indonesia ini. Hal ini dituturkan oleh Luthfiah mahasiswa BKI, “katanya Pancasila itu symbol Negara kita. Lalu garuda itu apa?,” tuturnya sambil meringis menyayangkan jawaban maba. (Dil)

No comments:

Post a Comment