Rahasia Dibalik Tragedi 98 - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 31 August 2017

Rahasia Dibalik Tragedi 98

Film ini menceritakan tentang masa pemerintahan presiden Soeharto. Disini diceritakan bahwa pada masa pemerintahan orde lama  semua harga sembako naik,  BBM menigkat begitu drastis,  gaji para buruh ditahan dan nilai tukar mata uang indonesia juga merosot tajam . Oleh karena itu mahasiswa Trisakti melakukan demo besar-besaran. Mereka meminta agar presiden Soeharto diturunkan dari jabatanya sebagai presiden.

Chelsea Island yang berperan sebagai Aktivis Reformasi yang bergerak melakukan aksi demo untuk menurunkan presiden Soeharto, harus berbenturan dengan kakaknya salma yang diperankan oleh Ririn Ekawati. Salma yang menjadi pegawai di dapur Istana Kepresidenan melarang Diana untuk ikut dalam aksi demo karena ia khawatir dengan keselamatan adik satu-satunya. Namun hal itu tidak di hiraukan oleh Diana ia malah melawan kakaknya dengan mngatakan “semut saja diinjak  gigit apalagi kita.”

Ditengah kondisi yang penuh ketidakpastian, presiden Soeharto memutuskan untuk tetap pergi ke Kairo Menghadiri KTT G-15, Sementara itu wakil presiden B.J Habibie dikejutkan oleh insiden penembakan di Trisakti. Dengan adanya insiden ini suasana waktu itu semakin pelik mahasiswa semakin marah dan masyarakat melakukan pemberontakan di jalan-jalan dan merusak tempat- tempat pemberlanjaan.

Salma yang saat itu sedang hamil besar dalam perjalanan pulang dari Istana Negara, juga menjadi korban kerusuhan yang yang terjadi pada saat itu. Iapun hilang tanpa ada yang mengetahui dimana keeberadaanya. Namun kejadian itu membuat diana menyesali perbuatanya iapun tak lagi ikut dalam aksi demo yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. Ia juga menyadari bahwa untuk melakukan perubahan bukan hanya dengan aksi demo, namun dengan semangat untuk mengajarkan pendidikan kepada genersi muda sama halnya dengan membuat perubahan.

Donny Alamsyah yang berperan sebagai kakak ipar diana tidak bisa berbuat apa-apa karena jabatanya sebagai komandan pasukan militer TNI memaksanya untuk tetap menjalankan kewajibanya sebagai tentara yang bertugas untuk mengamankan negara.

Disamping itu Boy William yang berperan sebagai pacar Diana yang saat itu juga ikut serta dalam aksi demo penurunan, terpaksa harus menerima kenyataan bahwa sebagai keturunan tonghoa dirinya harus kehilangan ayah dan adiknya dalam kerusuhan. Bahkan Daniel hampir terjebak sweeping warga yang menyaring orang-orang Non Pribumi, yang saat itu menjadi puncak issue rasial di Indonesia. Untungnya Daniel selamat dan menemukan keluarganya lalu dengan sangat terpaksa harus meninggalkan Indonesia dan kembali ke  Tionghoa.

Dengan kegigihan seluruh mahasiswa yang bersatu untuk menurunkan soeharto serta 14 menteri yang menolak tergabung dalam Kabinet Reformasi. Akhirnya Soeharto  mengundurkan diri dari kepresidenan dengan mengumumkan secara langsung di media televisi. Diana juga berhsil menemukan kakaknya yang saat itu sedang berada dirumah sakit untuk melakukan persalinan.

Selain cerita yang dikemas dengan penuh arti sejarah sebagai pembelajaran bagi kaum muda saat ini yang mulai lupa dengan sejarah indonesia, film ini juga mengajarkan kepada kita sebagai mahasiswa untuk tidak takut dalam menyuarakan kebenaran.

Film dibalik 98 yang di sutradarai oleh Lukman Sardi ini juga sangat menarik  karena menampilkan tokoh rekaan.misalnya adegan diskusi Presiden Soeharto dengan Wapres BJ Habibie atau dengan Mbak Tutut maupun Pak Harmoko. Semua tersajikan secara detail, seolah itu menjadi cerita utama. Menjadi kelebihan karena peristiwa-peristiwa itu dimainkan secara baik pula oleh para aktor senior yang memerankannya.

Film ini juga sangat bagus, dimana film ini mengingatkan kita kembali pada tragedi 98 yang terjadi pada masa lalu, bisa dibilang masa lalu yang kelam bagi bangsa Indonesia. Di film ini banyak pemain yang sangat berpengalaman dalam berakting sehingga dapat membawa karakter masing – masing pemain sangat mendalam. Suasana yang diciptakan dan atribut yang digunakan sangat mendukung seperti kejadian yang aslinya pada tahun 1998. Film ini layak untuk di tonton untuk semuanya, dikarenakan film ini memberikan sejarah yang pernah terjadi pada masa lalu.

Namun kekurangan dari film ini ialah iringan musik yang tidak sesuai dengan keadaan yang sedang berlangsung sehingga tidak membangun emosi pemirsanya.

Resentator: Ummi Aidah

No comments:

Post a Comment