Sosialisai Kurang Digalakkan, Jamaah Sedikit - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 31 August 2017

Sosialisai Kurang Digalakkan, Jamaah Sedikit

Semarak: Suasana persiapan menuju acara UINSA Mengaji untuk Indonesia di depan Twin Tower UINSA. (dok. arta)
Araaita.com – Rabu (30/8/2017), ratusan masyarakat umum memenuhi halaman twin towers UIN Sunan Ampel Surabaya. Malam itu UIN Sunan Ampel Surabaya sedang melangsungkan acara pengajian bernama UINSA Mengaji untuk Indonesia. Dengan mengusung tema “Mensyukuri Kemerdekaan, Menguatkan Jihad Kebangsaan”. Tema tersebut menjadi tema awal pengajian perdana outdoor tersebut.

Pengajian ini merupakan real kegiatan dari pihak rektorat saja. Dan sengaja tidak melibatkan SEMA (Senat Mahasiswa) dan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) Universitas sebagai panitia, karena pihak rektorat ingin SEMA dan DEMA fokus pada kegiatan PKK-MB (Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) UIN Sunan Ampel Surabaya 2017. Namun tetap, pihak rektorat melibatkan bantuan dari UKK Pramuka, UKM Menwa, Klinik UINSA, dan Keamanan. “Ini dari rektorat memang, tidak melibatkan SEMA dan DEMA agar fokus PKK-MB,” ungkap Muchammad Helmi Umam selaku Koordinator UINSA Mengaji untuk Indonesia.

Pengajian yang digelar selama tiga jam ini menghadirkan empat pembicara terkemuka, yakni ulama sekaligus Kru Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Abd. A’la, si Celurit Emas D. Zawawi Imron, dan seorang ulama Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Acara tersebut berlangsung pukul 19.00 hingga 22.00 WIB dengan diawali penampilan dari Angklung dan Kolintang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan diakhiri dengan dakwah dari pembicara Ma’ruf Amin.

Acara pengajian tersebut diketuai oleh Zumrotul Mukaffa, selaku wakil rektor dua yang sekaligus memberi sambutan bagi jamaah UINSA Mengaji untuk Indonesia. Dengan dibantu koordinator lapangan Muchammad Helmi Umam sekaligus wakil panitia UINSA Mengaji untuk Indonesia.

Sebenarnya, acara ini dilangsungkan dua bulan yang lalu. Namun, dikarenakan pihak pembicara yakni Ma’ruf Amin baru bisa menghadiri acara tersebut akhir agustus. Maka, acarapun dilakukan bersamaan pula dengan adanya kegiatan PKK-MB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). “Beliau baru bisa hadir akhir agustus memang, dan mintanya tanggal segitu. Inginnya juga masih melekat nuansa kemerdekaan,” tambahnya.

Untuk kedepan, rencananya acara pengajian ini akan diadakan selama tiga bulan sekali. Namun, untuk kedepannya tidak di desain terlalu besar, karena agar tidak memakan tempat. “Tapi nanti juga melihat anggaran,” ucap Umam.

Umam mengatakan bahwa acara pengajian perdana ini tidak ada sponsorship. Namun kedepannya akan dicoba untuk melakukan sponsorship. “Masih murni memakai anggaran sendiri,” ungkapnya.

Sewa tayang juga dilakukan dari panitia untuk menayangkan acara pengajian ini live di TV9, karena mungkin dari pihak televisi tertarik dan barangkali kedepannya akan bisa live secara gratis. “Jika acaranya memikat pihak televisi, kan bisa jadi acara tetap,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri dari berbagai kalangan, yang terbanyak yakni mahasiswa. Namun tidak seperti yang diekspektasikan, Umam mengaku kecewa karena hanya sedikit jamaah yang hadir. Padahal, harapannya mahasiswa, wali mahasiswa, dosen, dan karyawan turut serta untuk meramaikan acara pengajian ini. “Baru kali ini kan UINSA mengadakan acara pengajian di luar seperti ini, namun tetap tidak begitu banyak yang datang,” keluh lelaki berkemeja putih tersebut.

Panitia memang lebih menganjurkan acara pengajian ini untuk mahasiswa dan wali mahasiswa. Karena tema yang disampaikan sangat tepat dengan kondisi yang dialami Indonesia saat ini. Banyaknya fenomena yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa UINSA ingin meluruskan bahwa civitas akademis termasuk mahasiswa seharusnya dapat menangkal radikal, ekstrimis yang mengatas namakan agama. “Nah tujuannya dengan membuat acara ini adalah bahwa Islam itu dekat dengan Indonesia, agar tidak ada gerakan radikal. Apalagi kita sebagai universitas yang berlebel Islam seperti halnya STAIN dan lain sebagainya harus bisa memiliki eksistensi Islam,” jelasnya.

Umam merasakan bahwa sosialisasi kepada masyarakat luas memang kurang begitu maksimal. Sosialisasi kepada mahasiswa baru pun baru dilaksanakan dua hari sebelum acara pengajian tersebut berlangsung. “Kami mengirim surat edaran kepada DEMA Universitas dua hari sebelumnya agar nantinya bisa diberitahukan kepada mahasiswa baru agar langsung membawa baju ganti, agar pulang PKK-MB langsung bisa mengikuti acara ini,” tutur lagi Umam, yang menjadi salah satu dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.


Namun, ternyata banyak mahasiswa baru yang tidak datang seperti Wahyuni salah satu mahasiswa baru program studi Ekonomi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang mengatakan bahwa tidak ingin datang. “Saya gak datang, karena kelelelahan seusai PKK-MB,” jelasnya saat ditemui di masjid UINSA. (anna/rurun/hafidz)

No comments:

Post a Comment