Tuntut Gang Dosen dibuka, Aliansi Mahasiswa Peduli UINSA Gelar Demontrasi - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 6 September 2017

Tuntut Gang Dosen dibuka, Aliansi Mahasiswa Peduli UINSA Gelar Demontrasi

dok Syahrul/arta
Araaita.com - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli UINSA yang disingkat menjadi AMPUN  menggelar aksi di depan gedung Twin Tower UINSA pada Rabu 6/9/17 pagi tadi.
Dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut beberapa hal kepada rektor UINSA. Mereka meminta transparansi anggaran PKKMB tahun 2017, serta menuntut rektor UINSA agar segera membuka Gang dosen karena dinilai banyak merugikan mahasiswa dan penduduk sekitar gang dosen.
Selain kedua tuntutan tersebut mereka juga meminta  agar penataan parkiran dan sistem keamanan kampus diperbaiki. Mereka menilai parkiran dan sistem keamanan UINSA amburadul. “Sudah banyak bukti motor yang hilang dalam beberapa waktu,” Kata Nawir selaku korlap aksi tersebut.
Selain itu, mereka meminta AMDAL dan izin pembangunan perpustakaan UINSA serta besaran anggarannya di transparansi. "kami hanya menuntut rektor agar gang dosen segera dibuka dan meminta transparansi anggaran seperti PKKMB dan pembangunan perpustakaan," Ungkap mahasiswa semester 3 tersebut.
Menanggapi hal tersebut, rektor UINSA mengatakan bahwa transparansi keuangan tidak semuanya bisa dipublikasikan atau diberikan kepada semua orang. "Kalau mamang saya dikira melakukan penyelewengan dan ada kesalahan silahkan saja laporkan saya ke yang berwenang. Atau kalian bisa mengajukan surat kepada irjen untuk memecat saya sebagai rektor", ucap Abd. a'la rektor UINSA kepada massa aksi.
Terkait dengan penutupan gang dosen, Rektor UINSA belum memberi penjelasan secara pasti kepada masa aksi lantaran hal itu terkait dengan proyek perbaikan jalan kampus yang masih dalam tahap pengerjaan. Ia cuman menjanjikan bulan desember baru bisa dibuka. “itu ditutup karena mengganggu pengerjaan paving", tegas Abd A’la.
Mendengar jawaban seperti itu masa aksi tidak puas karena belum mendapatkan kepastian dan titik temu. Apalagi saat diajak menandatangi surat pernyataan dan perjanjian, Abd A'la selaku rektor UINSA menolaknya, sehingga peserta aksi melanjutkan aksinya tersebut dan mendatangi kontraktor pekerja peninggian jalan kampus.
Peserta aksi akhirnya ditemui Fahmi selaku bagian administrasi kontraktor. Dan masa aksi langsung menanyakan perihal di tutupnya gang dosen. Fahmi mengatakan bahwa sebenarnya penutupan gang dosen tersebut tidak mengganggu terhadap proses pengerjaan.
"Kami disini hanya bekerja peninggian jalan, dan tidak tahu masalah gang dosen ditutup. Tapi meski dibuka pintu tersebut tidak mengganggu pengerjaan sama sekali", Ungkapnya.
Setelah mendengar pernyataan seperti itu, Nawir langsung menggiring masa aksi ke pintu gang dosen dan berhasil membuka paksa tanpa merusaknya. Karena menurut Nawir yang juga aktifis di IKAMABA Surabaya ini mengatakan bahwa pernyataan rektor dengan keadaan dilapangan setelah ada klarifikasi langsung kepada bagian kontraktor tidak sesuai.
"Kami merasa sangat dibohongi oleh rektor UINSA, karena pernyataanya tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. Ini jelas hanya alibi rektor untuk tidak membuka gang dosen," tuturnya.
Kendati demikian, Nawir mengatakan jika nantinya pintu gang dosen dipaksa ditutup kembali setelah dibuka, ia akan kembali menggelar aksi demonstrasi. "Rektor sudah tidak punya alasan untuk terus menutup gang dosen ini, jadi kalau ini masih ditutup kami akan menggelar aksi kembali meski hanya sendirian". Tuturnya kepada wartawan araaita.com (Ris).

No comments:

Post a Comment