Acuh Terhadap Ramainya Kehidupan Kampus - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 21 October 2017

Acuh Terhadap Ramainya Kehidupan Kampus

doc. Repro Internet

Kehidupan kampus tentunya tak luput dari yang namanya mahasiswa. Mahasiswa sendiri mempunyai tipe-tipe yang berbeda. Tipe yang pertama mahasiswa kura-kura (Kuliah-Rapat), dimana mahasiswa ini begitu aktif di sejumlah kegiatan baik mengikuti organisasi maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Bahkan tak jarang mereka terlalu nyaman dengan dunia oraganisasinya, bisa-bisa  kuliah mereka melebihi batas yang ditempuh.

Adapula mahasiswa kupu-kupu (Kuliah-Pulang) yakni mahasiswa ini segera bergegas keluar kelas untuk pulang ke rumah/indekost. Sebenarnya seorang mahasiswa tidak melulu belajar dalam ruang kelas saja. Seluruh aspek terkait kampus itu juga pembelajaran bagi mahasiswa.

Dari perbedaan tipe mahasiswa tersebut, saya mengamati beberapa kondisi mahasiswa, ketika mereka telah menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa yakni belajar di kelas. Kerap kali mereka ingin segera kembali ke rumah/indekost. Keinginan untuk segera kembali ke rumah, tak heran jika mereka ketinggalan berbagai informasi mengenai kampus.

Mereka lebih memilih pada tujuan awal yakni menuntut ilmu dengan membaca buku, mendengarkan dosen menjelaskan mata kuliah hingga mengerjakan setumpuk tugas. Tanpa adanya pembelajaran lain yang didapatkan di luar kampus. Padahal di luar kelas masih banyak pembelajaran yang bisa diambil.

Merasa bahwa belajar di kelas yang mereka perlukan saat ini, selebihnya tidak dihiraukan. Tak heran jika mereka suka berdiam tanpa memberikan respon positif terhadap ramainya kehidupan kampus, bagaimana kondisi kampusnya saat ini mereka pun tak mengetahui banyak hal, seperti tidak diketahuinya para petinggi kampus seperti rektor dan jajarannya.

Pernah saya menanyakan kepada beberapa mahasiswa yang masuk dalam kategori mahasiswa kupu-kupu ini, kebanyakan mereka hanya membalas dengan ogah-ogahan. Bahkan salah satu dari mereka bertanya manakah wajah dekan dari fakultasnya. Mereka juga sering menghindar ketika ditanya beberapa hal mengenai kampus.

Kebanyakan mahasiswa yang acuh tak acuh dengan kampus, mereka hanya suka dengan dunianya saja, seperti nongkrong yang kebanyakan anak muda lakukan ketika jam kuliah berakhir, ketika di hari libur diisi dengan berpergian ke luar kota, jalan-jalan ke Mall, maupun bersantai di rumah/indekost tanpa adanya kegitaan yang jelas.

Tugas mahasiswa sebenarnya adalah belajar. Tetapi, belajar juga tidak terikat pada mata kuliah yang diberikan oleh dosen. Belajar yang dimaksud adalah mampu mengkondisikan dirinya aktif dalam segala kegiatan di kampus. Agar nantinya jika mahasiswa langsung terjun di dunia masyarakat, mereka sudah mempunyai bekal.

Bekal dalam memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi, seperti memberantas korupsi, meningkatkan pendidikan generasi bangsa dengan membuat komunitas mengajar, menyelesaikan kasus perselingkuhan yang ada di suatu kampung, dan lain sebagainya.

Apapun kondisi yang terjadi di kampus, mahasiswa mampu mengambil pelajaran dalam setiap kejadian. Maka dari itu, perlu adanya mahasiswa yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Demi menciptakan generasi yang dapat membawa perubahan baik.

Adanya mahasiswa yang dipandang oleh masyarakat ini tentunya memiliki potensi dan kemampuan lebih dibandingkan golongan dari sekelompok rakyat. Jadi sepantasnya seorang mahasiswa harus memiliki kualitas diri yang jauh lebih baik dibanding rakyat biasa, nantinya siap untuk memberi sebuah gebrakan baru demi terciptanya suatu perubahan tentunya untuk negara Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa mahasiswa disebut sebagai agent of change.



Oleh: Warda Hikmatul Mardiyah
*Penulis adalah Mahasiswa Semester III Ilmu Komunikasi
UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment