Ancaman Pecandu Warung Kopi - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 31 October 2017

Ancaman Pecandu Warung Kopi

doc. Ars/Arta

Warung Kopi (warkop) merupakan suatu tempat yang menyediakan kopi untuk dinikmati para penikmat kopi. Namun seiring dengan perkembangan zaman, Warkop telah berevolusi menjadi tempat yang menyediakan berbagai hal mulai dari gorengan, nasi, es dan lain-lain. Kini Warkop telah menjamur diberbagai daerah mulai dari pedesaan bahkan perkotaan. Seperti halnya area sekitar Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Terdapat puluhan Warkop yang berdiri disekitar UINSA dengan difasilitasi berbagai alat penunjang yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa seperti Wireless Fidelity (wifi), live music, ataupun game. Bukan hanya fasilitas yang melengkapi, harga yang relatif murahpun menjadi salah satu faktor ramainya Warkop tersebut.

Selain itu, fungsi Warkop yang tadinya hanya sebagai tempat nongkrong bagi penikmatnya. Kini Warkop telah beralih fungsi yaitu sebagai tempat diskusi, mengerjakan tugas, main catur, membaca buku, mencari inspirasi, maupun hanya sebagai tempat meluangkan waktu senggang saja.

Dari survey Penulis, tujuan utama mahasiswa saat waktu senggang yaitu menuju ke Warkop. Di sana mereka dapat duduk berjam-jam walaupun hanya memesan secangkir kopi. Bahkan tak jarang mereka kembali ke Warkop dimalam hari hingga rela begadang sampai pagi hari.

Alasan mereka menghabiskan waktu di Warkop karena melihat kegiatan mahasiswa di kos hanya duduk, tidur, dan nonton. Menurut mereka hal tersebut sangatlah membosankan sehingga Warkop dinilai tempat alternatif yang pas untuk menghilangkan rasa bosan karena di sana mereka dapat bertemu dengan kawan sejawatnya.

Selain menghilangkan rasa bosan, Warkop seakan-akan dianggap sebagai pahlawan oleh para mahasiswa karena tempatnya yang nyaman, jaringan wifi  yang lancar, serta sensasi kopi yang dapat menghilangkan rasa kantuk sehingga memudahkan mereka untuk begadang mengerjakan tugas-tugas kuliah terutama yang dikejar deadline dan harus dikumpulkan di pagi hari.

Peneliti dari Johns Hopkins University mengungkapkan bahwa selain menghilangkan rasa kantuk,  kopi juga memiliki manfaat kesehatan bagi penikmatnya yaitu dapat membantu meningkatkan daya ingat seseorang hingga rentang waktu 24 jam. Hal ini terjadi karena efek kafein yang terdapat dalam kopi.

Bukan hanya itu, kopi juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah batu empedu, mengurangi resiko penyakit liver, dan dapat membantu pembakaran lemak. Bahkan, resiko penyakit yang mematikan sepertihalnya diabetes, kanker dan resiko penyakit parkinson ( kerusakan otak dan saraf progresif yang mempengaruhi gerakan) dapat dikurangi dengan meminum kopi.

Bagi para mahasiswa perantauan, ngopi sambil nongkrong adalah pelepas penat dan rindu pada keluarga karena di Warkop mereka dapat mempererat tali silaturrahmi dengan teman dan sahabatnya. Kedekatan tersebut membuat mahasiswa mempunyai keluarga baru di perantauan sehingga tak tak merasa sendirian.

Fenomena seperti ini dapat dikatakan sebagai candu terhadap Warkop. Dimana mereka menghabiskan waktu hanya berada dalam Warkop. Meskipun memberikan berbagai manfaat namun kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi para mahasiswa.

Dampak negatif yang didapat yaitu dari kebiasaan mahasiswa bergadang berakibat mereka tidak menghiraukan shalatnya, pekerjaannya, dan juga menyia-nyiakan waktunya. Dari kebiasaan tersebut pula dapat menyebabkan para mahasiswa mengantuk saat perkuliahan bahkan mereka rela bolos kuliah karena begadang hingga larut malam.

Selain itu, begadang juga berdampak pada fisik mahasiswa dimana kesehatan mereka terganggu. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan bahwa kebiasaan kurang tidur akan menyebabkan penyakit stroke. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Warwick Medical School dalam publikasi European Heart Journal yang menyebutkan bahwa jika tidur kurang dari enam jam setiap hari, dapat meningkatkan serangan stroke yang dapat mengakibatkan kematian sebanyak lima belas persen.

Dampak ketiga yaitu terkena Alzheimer. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc. dari University of Rochester Medical Center School of Medicine and Dentistry, New York menjelaskan Alzheimer adalah penyakit pelupa atau lupa ingatan baik secara permanen maupun sementara.

Dampak keempat ketika mahasiswa sering terkena paparan wifi di Warkop maka berdampak pada rusaknya sel-sel otak mengakibatkan mereka mudah sakit kepala, mudah merasa lelah, kehilangan memori ingatan dalam jangka panjang maupun pendek. Seperti halnya kasus anak-anak sekolah di Kanada dan Staff pekerja di Perpustakaan Nasional Perancis yang mengalami gejala sakit kepala, otot bekedut, dan nyeri temporal yang diakibatkan oleh paparan wifi.

Karena dampak-dampak yang disebabkan kecanduan Warkop tersebut maka seharusnya mahasiswa bijak dalam melakukan sesuatu agar tidak merugikan masa depan kelak. Sebaiknya jangan jadikan Warkop sebagai tempat ternyaman karena sesungguhnya tempat menenangkan diri hanyalah masjid, dimana kita bisa berdzikir dan memohon pertolongan kepada Allah.


Management waktu juga perlu diterapkan karena kebutuhan tubuh yang idealnya tidur 7-8 jam perhari harus terpotong oleh sesuatu yang kurang bermanfaat dan berdampak pada kesehatan tubuh kita sendiri. Oleh karena itu sebaiknya kita harus dapat menggunakan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.



Oleh: Arifah Syarofina
*Penulis adalah Mahasiswa Semester V Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment