Berbagi Cerita - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 21 October 2017

Berbagi Cerita

doc. Repro Internet

Dik, Kehidupan selalu sederhana
Tekadang juga mengesalkan
Hingga kaupun selalu suka sendiri
Karena rasa yang tak kau peroleh sekali
Dari anak yang lain
Sehingga canda dan tawa mereka menampar wajahmu
Membuatmu menjadi kepedihan
Yang tak pernah dirindukan

Dik, Perjalananmu masih jauh
Teruslah mencari apa yang hendak kau cari
Karena mungkin yang hendak kau cari ada disampingmu
Bisa jadi terselip dibuku abjard lama
Dibawah pohon beringin, tempat favoritmu belajar
Bisa pula dibawah secangkir teh hangatmu pagi ini
Yang kau dapat setiap ibu mengecup keningmu
Bisa juga selama ini menyelinap pada kalbu terdalammu
Bersembunyi seperti petak umpet, permainan kesukaanmu

Dik, malam selalu menghadirkan rasa senyap dan sunyi
Kehidupan telah lama dinanti oleh relung sejarah
Yang telah bosan oleh gemuru muram bangsa
Tangisan-tangisan membawa setumpuk isyarat duka tentang kelam
Lorong yang hendak disusuri bagi mata yang buta
Begitu senyap tanpa suara

Dan kini sedang berjejal dengan gelisahmu
Mari datanglah, mampir kepadaku
Mari berbagi rasa lelah
Dan duka yang kau peroleh selama ini
Sejenak istirahlah bagi tubuhmu yang lusuh
Dan kan kuceritakan kembali
Kisah sesungguhnya

Tuban, 8 Mei 2017



Oleh: Muhammad Afis
*Penulis adalah Mahasiswa Semester I Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment