Cantik, Haruskah Berkulit Putih? - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 19 October 2017

Cantik, Haruskah Berkulit Putih?

doc. Repro Internet
Perempuan adalah simbol dari keindahan. Mereka adalah makhluk yang diciptakan mempunyai daya tarik kuat dari segi mana pun. Maka dari itu tak heran bahwa setiap perempuan pasti berusaha setidaknya menampilkan citra diri mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Terlebih soal penampilan fisik yang tak bisa dipungkiri adalah sesuatu yang menjadi daya tarik pertama yang dilihat orang lain. Wajah yang cantik adalah idaman semua perempuan. Mereka seakan berlomba-lomba menjadi yang paling cantik diantara semua perempuan.

Sayangnya, sebagian perempuan zaman sekarang memandang cantik itu adalah seseorang yang memilki kulit putih, bersinar, mulus, dan tanpa ada cacat sedikit pun. Sedangkan orang yang berkulit hitam, kasar dan gelap tidak bisa dikatakan cantik. Statemen seperti ini sebenarnya telah banyak tersebar dan sering membuat banyak orang malu atau bahkan tidak percaya diri dengan dirinya, karena tidak memiliki sesuatu yang memang diidamkan oleh semua perempuan, yakni kulit yang putih bersih yang akan membuat mereka dapat dikategorikan sebagai orang yang “cantik”. Presepsi itu jika terus dibiarkan berkembang akan menimbulkan rasa tertekan dan stress bagi mereka yang tak berkulit putih. Mereka juga pasti merasa tidak mampu untuk berkembang dan mengeksplor potensi yang ada dalam dirinya.

Penulis pribadi merasa kurang setuju dengan pernyataan ini. Menurut salah satu artikel Wolipop, Di Indonesia sendiri, statetmen ini pun juga banyak beredar di masyarakat luas. Apalagi dikalangan para remajanya. Salah satu brand produk kecantikan pernah melakukan sebuah eksperimen sosial pada 15 orang remaja dengan memberikan beberapa foto wanita yang memiliki warna kulit berbeda. Mereka diminta untuk menyusun foto wanita tersebut dan mengurutkannya yang menurut mereka paling cantik dan menginspirasi. Hasilnya adalah mereka yang memiliki kulit putih cenderung diatas yakni lebih cantik dan sukses dari pada wanita yang memiliki kulit gelap atau sawo matang.

Statemen ini didukung dengan munculnya berbagai macam produk-produk kecantikan yang semakin menambah para perempuan ini berlomba-lomba untuk jadi yang paling cantik dari yang paling cantik. Produk-produk kecantikan yang dari dulu hingga sekarang kebanyakan selalu menggembar-gemborkan keunggulan dari produknya yang dapat memutihkan kulit dengan cepat. Beberapa dari iklan mereka pun selalu menggunakan perempuan berkulit putih sebagai modelnya. Dan beberapa dari yang mereka tampilkan adalah perubahan warna kulit yang awalnya gelap menjadi putih. 

Jika memang kata cantik hanya boleh disandang oleh orang yang berkulit putih, lantas bagaimana dengan mereka yang tak memiliki kulit yang putih? Apakah mereka juga tak layak disebut cantik?

Kenapa statemen cantik itu putih sangat tidak tepat? Karena sudah jelas kita hidup diantara beragam Ras dan keturunan. Warna kulit perempuan di dunia ini pun jelas tidaklah sama semua. Pada sebuah situs bernama kaaffah.xyz menjelaskan bahwa ada 6 tipe warna kulit manusia di dunia berdasarkan pigmen melanin. Pigmen inilah yang sebenarnya bisa membedakan mengapa antara ras yang satu memiliki warna kulit yang berbeda dengan ras yang lain. Tipe yang pertama adalah tipe kulit Caucasian yang memiliki warna sangat putih, kedua tipe kulit Caucasian Mediteranian memiliki warna kulit putih kemerahan, ketiga tipe kulit Caucasian and Chinese memiliki warna kulit putih kekuningan. Keempat tipe kulit Malay yang memiliki warna sawo matang, kelima adalah tipe kulit Indian yang berwarna coklat kehitaman, dan yang terakhir adalah tipe kulit Negroid berwarna gelap.

Pemahaman yang telah terbangun dalam opini publik mesti diubah mulai sekarang, bahwa cantik itu tak harus berkulit putih. Tuhan telah menciptakan manusia dalam bermacam-macam tipe warna kulit. Kita sebagai manusia seharusnya tidak memberi patokan bahwa salah satu dari yang paling dominan adalah yang paling benar.
Kalian yang tidak mempunyai kulit putih tak perlu khawatir, sebab cara yang paling ampuh untuk menjadi cantik adalah dengan memancarkan inner beauty atau kecantikan dari dalam. Kecantikan semacam ini tak dapat dipoles dengan produk-produk yang diiklankan di TV, melainkan ditumbuhkan dari dalam diri kita sendiri. 

Menurut pakar Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana mengatakan bahwa tidak perlu bersedih karena tidak berkulit putih yang penting harus percaya diri dan bangga dan lebih menunjukkan potensi yang kita punya. “Padahal cantik tidak harus berkulit putih, jika mereka mampu menunjukkan potensi dan passionnya maka mereka akan terlihat lebih cantik dan menonjol. Mereka justru lebih di ingat orang daripada wanita yang  memang hanya menampilkan kecantikan fisik saja,” ungkapnya dalam salah satu artikel wolipop.



Oleh: Khildah Filjannah
*Penulis adalah Mahasiswi Semester III Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment