Menemukan Karya dalam Pengaplikasian Al-Qur’an - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 21 October 2017

Menemukan Karya dalam Pengaplikasian Al-Qur’an

doc. Chels/arta

Araaita.com - Kajian motivasi yang diadakan oleh Unit Pengembangan Tanfidul Qur’an (UPTQ)  yang diselenggarakan di masjid Ulul Albab lantai 1 UIN Sunan Ampel Surabaya pada Jum’at sore (20/10) merupakan acara bulanan UPTQ. Normalnya kajian motivasi ini diadakan sebulan dua kali dengan tema  yaitu “Berprestasi Bersama Al-Qur’an”. Tema tersebut diambil karena bisa membuat diri menjadi berprestasi dan menemukan inspirasi yang ada di al-Qur’an dan menghasilkan sebuah karya.

Menurut ketua umum makna dari tema tersebut adalah dianjurkan untuk memahami Al-Qur’an beserta terjemahannya. Dengan membaca terjemahannya, pada akhirnya akan muncul inspirasi-inspirasi yang sumbernya dari Al-Quran. Karena  Al-Quran itu bukan benda mati tetapi sesuatu yang bisa membuat diri kita berprestasi dan ide-ide yang ada didalam Al-Quran diambil dan diaplikasikan dalam sebuah karya. “Ketika kita mengkaji Al-Quran itu dianjurkan dengan memahami maknanya dengan cara membaca terjemahannya,” ujar Savina selaku ketua umum UPTQ.

Savina menambahkan, “pada dasarnya berprestasi bersama al-Qur’an  adalah ilmu-ilmu yang ada di Al-Qur’an kita ambil dan kemudian diaplikasikan dalam sebuah karya. Karya ini bisa dipraktekan dan juga bisa bermanfaat bagi semua orang,” sambungnya.

Kajian motivasi tersebut menghadirkan 2 pemateri yaitu yang pertama adalah Syaiful Muluk, ia adalah wisudawan terbaik UINSA 2016, Founder of Psikoterapi Islam Hijamah dan Hipnoterapi, Penulis, Penerima Beasiswa Santri di UINSA, dan Chairman Fingerprint Analysis. Dan yang kedua adalah Irsyad Roqiyul Azmi, ia adalah pemenang 10 kali lomba Karya Tulis Ilmiah Qur’ani Tingkat Nasional, dan juga Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2012.

Banyak sekali pesan yang menarik yang disampaikan oleh pemateri , yaitu yang pertama ketika mau berprestasi maka harus berani capek dan berproses jangan ambil cepetnya, yang kedua hanya yang berani gagal total yang mampu sukses total, yang ketiga dan terkadang butuh keseriusan dalam berjuang, kerelaan menerima pencapaian.

Yang keempat bersahabatlah dengan kegagalan, yang kelima lampaui keterbatasanmu ciptakan lingkungan juara, yang keenam kerja keras kerja cerdas kerja ikhlas, yang kedelapan berproses bersama Allah SWT.  


Pemateri juga menambahkan pesan yang sangat memotivasi, “Seringkali orang merasa tersakiti atas kritikan, enggan merubah kesalahan menjadi pelajaran,” ujarnya. (Chels)

No comments:

Post a Comment