Semarak Hari Santri di UINSA - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 25 October 2017

Semarak Hari Santri di UINSA

doc. Ayuk/Arta

Araaita.com - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, menggelar serangkaian acara Semarak Hari Santri 2017. Seperti doa bersama, pembacaan shalawat nariyah, dan nonton bareng film ‘Sang Kyai’ yang diadakan di Masjid Raya Ulul Albab UINSA pada Selasa sore (24/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika meliputi rektor UINSA beserta jabatannya, para dosen ma’had dan juga mahasiswa semester satu.

Peringatan hari santri di UINSA sendiri dilaksanakan pada hari kedua setelah jatuhnya hari santri, yang mana perayaan tersebut dilaksanakan setelah adanya himbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) kepada seluruh Perguruan Tinggi Islam di Indonesia.

Dalam perayaan Semarak Hari Santri 2017 mengusung tema ‘Wajah Pesantren Wajah Indonesia’. Abdul A’la selaku rektor UINSA memberikan sambutannya yaitu hari santri bukanlah identik dengan pakaian yang dikenakan santri. Melainkan lebih mengedepankan nilai-nilai Islam (nilai-nilai santri) yang dikaitkan dengan kondisi Indonesia.

Sehingga setiap orang mampu menanamkan jiwa santri seperti kesederhanaan, ketekunan, kejujuran, dan lain-lain. “Saya berharap UINSA menjadi pemimpin masa depan dalam mengembangkan nilai-nilai santri terhadap orang lain berupa kejujuran, kesederhanaan dan semacamnya,” ujarnya.

Sama halnya yang diungkapkan oleh rektor UINSA. Wasid Mansyur selaku pengurus acara Semarak Hari Santri UINSA tersebut menuturkan bahwa adanya pesantren merupakan sebuah instansi keagamaan yang di dalamnya terdapat nilai-nilai Islam.

“Pesantren menjadi sebuah instruksi keagamaan yang di dalamnya terdapat nilai-nilai Islam yang teduh dan ramah. Terlebih lagi di Indonesia saat ini mayoritas penduduknya adalah muslim. Karena jika kita melihat kondisi bangsa muslim di luar negeri masih mengalami banyak konflik,” ungkapnya.

Wasid juga menambahkan bahwa adanya pelaksanaan acara doa bersama dan pembacaan shalawat nariyah ini diharapkan membawa dampak yang baik bagi mahasiswa UINSA. “Agar para mahasiswa bisa terus bersyukur kepada para pendiri bangsa untuk lebih mencintai warisan-warisannya,” imbuhnya.

Salah satu harapan juga disampaikan oleh mahasiswi UINSA asal Madura yang mengaku pernah menjadi santri di Probolinggo, bahwa dengan adanya kegiatan peringatan hari santri seperti ini, mahasiswa lebih menghargai jasa para ulama’ yang telah gugur demi memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

”Harapannya agar mahasiswa itu dapat mengenang jasa-jasa para ulama’ kita, karena para ulama’ begitu berjasa bagi indonesia,” ujar mahasiswi yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut. (wrd)

No comments:

Post a Comment