20 Mahasiswa Ikuti Pelatihan Antihoax dan Jurnalisme Damai - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 26 November 2017

20 Mahasiswa Ikuti Pelatihan Antihoax dan Jurnalisme Damai

doc. Faris/Arta

Araaita.com, SEMARANG - Sekitar 20 mahasiswa dari berbagai lembaga pers mahasiswa di Indonesia mengikuti pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa di Semarang, Sabtu (25/11).

Pelatihan yang bertajuk “Hoax dan Jurnalisme Damai” tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang hoax dan ujaran kebencian yang sedang terjadi baru-baru ini.

Pelatihan ini didukung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Rakesh Surampudi, Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat, menyatakan bahwa hoax relevan untuk dibicarakan saat ini mengingat banyaknya informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

"Masyarakat saat ini jadi tidak lagi percaya dengan fakta yang ada," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Triyono Lukmantoro, dosen Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Diponegoro, yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut menyebut, bahwa fenomena hoax saat ini juga banyak dilakukan oleh jurnalis media konvensional.

"Bayangkan ada media pada beberapa tahun lalu, mengaku mewawancarai istri doktor Azhar via telpon. Padahal saat itu istri terduga teroris tersebut sedang sakit tenggorokan," ujarnya.

Pembicara lain, Gregorius Magnus Finesso mengungkapkan, bahwa selain fenomena hoax, saat ini media konvesional lebih banyak menampilkan pemberitaan yang tidak solutif.

"Maka yang dicari dalam peliputan adalah solusi, agar kelompok yang sedang berkonflik tidak berkelanjutan," katanya. 

Ia menambahkan, bahwa yang perlu dilakukan jurnalis ketika melakukan peliputan adalah keadilan. "Walaupun kita ingin membela masyarakat, tetapi kita tetap harus adil," kata jurnalis kompas tersebut. (Ris)

No comments:

Post a Comment