Antusias Peserta Olimpiade Sekolah Rakyat yang di Adakan Turun Tangan Surabaya - Araaita.com

Breaking News

Friday, 24 November 2017

Antusias Peserta Olimpiade Sekolah Rakyat yang di Adakan Turun Tangan Surabaya

doc. Yana/arta
Araaita.com - Minggu (19/11) Organisasi Nirbala Turun Tangan Surabaya menggelar Olimpiade Sekolah Rakyat ( OSR) yang ke 3  di Taman Prestasi, Surabaya. Kegiatan ini diikuti 32 tim dari 20 rumah belajar atau rumah singgah binaan di Surabaya dan sekitarnya.

Dimas Ayu Nur Aini selaku ketua panitia, menjelaskan Olimpiade Sekolah Rakyat  yang ke-3  bertujuan untuk  membentuk  anak – anak berprestasi, kemudian menambah minat belajar anak-anak di rumah belajar yang ada di kota Surabaya, serta terbentukknya  forum komunikasi rumah belajar.

“Saya berharap rumah belajar yang ada di Surabaya bisa semakin semangat belajar, berkompetensi dan berprestasi,” ungkap mahasiswi UIN Sunan Ampel ini.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini harus melalui beberapa tahapan, mulai dari menjawab 100 soal yang diberikan oleh panitia, Rally Game yang terdiri dari tiga permainan yaitu  koran kompak, papertoy, dan sambung kata , selain itu peserta harus melewati tahapan rangking satu, dan terakhir yaitu pensi.

Salah satu peserta bernama Rifki mengaku bahwa dirinya sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini, lantaran kegiatannya sangat asyik.

“Semua kegiatan asyik, kita bisa belajar dan bermain, saya sangat suka saat game koran kompak karena harus bisa berkerjasama dengan teman- teman yang lain,” ungkap peserta dari rumah belajar student jaman sakti.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Salva dari rumah belajar seribu senyum, ia mengaku sangat senang mengkuti kegiatan ini.

“Saya seneng banget dengan adanya acara ini, untuk menampilkan pensi kami latihan selama seminggu, saya bersemangat untuk mendapatkan juara 1,” tuturnya.

Tidak hanya para peserta yang antusias, para pendamping rumah belajar tersebut tidak kalah semangat, untuk mempersiapkan acara ini para pendamping intensif untuk mendampingi belajar para muridnya.

Salah satu pendamping rumah belajar  seribu senyum yaitu Ida mengatakan, ia dan para guru yang lain mempersiapkan muridnya untuk belajar mata pelajaran yang akan di lombakan dan  berlatih untuk pentas seni.

“Murid kami  akan menampilkan penampilan angklung, sehingga para murid belajar selama seminggu,” ungkapnya.

Ia juga berharap acara seperti sering diadakan agar para murid lebih bersemangat untuk mengikuti lomba dan bisa berkompeten dalam bidang akademik dan non akademik, tambahnya saat di temui ditemui krew araaita.com di lapangan utama taman prestasi.

Rumah belajar sendiri merupakan sekolah sederhana untuk anak yang kurang mampu agar bisa bersekolah, sedangkan guru yang mengajar merupakan relawan yang mau meluangkan waktunya untuk mengajar. (Yan)


No comments:

Post a Comment