Hari Pahlawan Bukan Hanya Untuk Dikenang - Araaita.com

Breaking News

Friday, 10 November 2017

Hari Pahlawan Bukan Hanya Untuk Dikenang

doc. Aga/arta

Perjuangan para pahlawan yang rela gugur dalam penjajahan membuat namanya harum dikenang rakyat Indonesia. Tepat pada tanggal 9 November 2017 kemarin, di Surabaya tengah memperingati Hari Pahlawan. Salah satunya yaitu dengan menggelar Drama Kolosal di Depan Kantor Gubernur Jawa Timur yang berada di Jalan Pahlawan, Surabaya. Itu salah satu bentuk memperingati Hari Pahlawan, dan juga sebagai Warga Negara Indonesia pasti sangat bangga apabila mengenang perjuangan para pahlawan. 

Mereka rela berkorban bercucuran darah, gugur, demi memberikan yang terbaik untuk Indonesia Raya. Sebuah perjuangan yang tak bisa dibayar dengan sebuah materi. Berbicara mengenai pahlawan tidak lantas membuat kita berpikir sempit kalau sosok tersebut hanya ada dimasa lalu yang rela mati demi negara. Di masa kini, definisi pahlawan tak harus bersenjata perang dan tidak bercucuran darah. 

Pahlawan masa kini dapat ditemukan disekitar kita, tentunya dalam masa yang berbeda dan dengan perjuangan yang berbeda pula. Ada “Guru atau Dosen” sebagai Pahlawan Pendidikan bertugas mendidik rakyat Indonesia, ada  “Dokter” sebagai Pahlawan Kesehatan yang membantu kesembuhan dalam hal penyakit, dan masih banyak pahlawan-pahlawan di bidang lainnya.

Akan tetapi, apa yang disebut pahlawan bukan hanya yang memiliki jabatan seperti contoh di atas saja. Tukang becak pun layak menyandang gelar pahlawan bagi keluarganya, anak-anaknya, atas perjuangannya dalam mencari nafkah. Orang tua juga disebut sebagai pahlawan karena rela berkorban serta berani memperjuangkan kebahagiaan bagi sang buah hati. Siapapun dapat disebut pahlawan jika ia merupakan sosok pemberani yang rela mengorbankan sesuatu bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi untuk  keluarga, masyarakat serta negeri tercintanya.

Dewasa ini sebagian besar kalangan muda hanya mengenang jasa-jasa para pahlawan. Alangkah bijaknya jika generasi penerus bangsa ini mau belajar banyak dari pahlawan, karena dengan begitu pemuda Indonesia menjadi generasi yang menghargai waktu, memiliki semangat nasionalisme dan memiliki solidaritas yang kuat. Belajar dari pahlawan dapat dimulai dengan cara kita memaknai Hari Pahlawan. Setelah itu secara bertahap mampu menumbuhkan semangat guna menciptakan sikap cinta akan perjuangan pahlawan, cinta negeri, serta selalu gigih dan giat untuk mempelajari perjuangan para pahlawan.

Lantas, bagaimana cara generasi muda memaknai Hari Pahlawan? Kita harus melakukan perbaikan diri. Untuk mencapai perubahan yang besar kita perlu membenahi diri sendiri. Semaksimal mungkin kita melakukan intropeksi, meskipun kita tahu kalau tak ada manusia di dunia ini yang sempurna pasti semua tak luput dari kekurangannya. Bisa dengan cara melawan sifat malas, melawan kebodohan, memberi teladan minimal untuk adik-adik atau keluarga, belajar melestarikan kebudayaan nusantara, bukan malah mengalami dekadensi moral yang membuat kita terpengaruh oleh budaya luar (westernisasi).

Meskipun sudah tidak ada perang, tetapi sebagai generasi muda sekaligus penerus bangsa, wajib berjuang menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Banyak cara yang dapat kita tempuh untuk menghargai jasa pahlawan, bukan hanya mengenangnya saja.  Karena tugas kita adalah bersungguh-sungguh dalam berjuang, meski diawali dari nol tetaplah fokus meningkatkan perjuangan. 

Oleh: Faiz Afifian Mahfudhon Illiend
*Penulis adalah Mahasiswa Semester III Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment