Instansi Muram, Prestasi Tak Suram - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 16 November 2017

Instansi Muram, Prestasi Tak Suram

doc. Istimewa/Arta

Araaita.com - MAN Surabaya, bangunan dua lantai yang tampak muram jendela, pintu, hingga telepon umumnya yang terpampang di tembok depan kantor itu menjadi satu-satunya sekolah menengah atas berbasis Islam diantara 23 SMA Negeri di Kota Surabaya. Namun, muramnya bangunan bukan menjadi suramnya prestasi.

Bukti nyata salah satu prestasi yang ditorehkan oleh sekolah yang berdiri di atas tanah seluas 1.597,5 meter persegi itu pada 3 November lalu meraih kemenangan telak dalam kontes robotik ITS Expo 2017 ‘Robot in Action’ yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Sekolah yang tepat berada di Jalan Bendul Merisi Selatan IX/20, Kota Surabaya itu memborong juara 1, 2, dan 3 dalam kontes tersebut.

Perangkat gerak yang terdiri dari komponen elektronik itu dilombakan dalam kontes robotik yang mengusung temaEksplorasi Keanekaragaman Sumber Daya di Indonesia’. Tiga tim asal sekolah tersebut mengikuti kontes itu pada kategori amfibi.

Ketiga tim yang mempresentasikan dalam ajang robotik itu, terdiri dari tim MS_Indonesia karya Mohammad Arief Darmawan (XII MIPA 4), Bangga Maulid Afandi (XII MIPA 3) dan M. Ibrahim Al Fasya (XII MIPA 1) yang berhasil meraih juara I.

Disusul oleh juara II dari tim MS_C-Thok karya Ahmad Nasrudin Fadli (XII MIPA 4), M. Miftachus Surur Buchori (XII MIPA 6) dan M. Taufik Hakim (XII MIPA 6).

Kemudian dari tim MS_I-Thok karya Dhanu Ega Sentanu (XII MIPA 4), Ahmad Fikry Alimuddin (XII IPA 2) dan M. Bahrul Ulum (XII IPA 2) yang meraih juara III.

Saat ditemui wartawan araaita.com, Mohammad Arief Darmawan, salah satu siswa yang berhasil meraih juara I dalam kompetisi itu mengaku kesulitan mengoperasikan robotnya karena medan yang dilalui tidak hanya di darat, tapi juga di air.

“Waktu pengambilan barang di darat kita gampang mengambilnya, tapi ketika di air kita kesulitan,” jelas siswa yang memakai seragam batik biru itu tadi siang (16/11).

Achmad Efendi, pembina ekstrakulikuler robotik MAN Surabaya, mengungkapkan bahwa dibalik kesuksesannya dalam kontes tersebut proses mereka juga ditunjang oleh para alumni.

“Mereka dalam berproses juga ditunjang kepedulian oleh para alumni,” ungkap pria yang memakai baju batik hijau itu. (Moh)

No comments:

Post a Comment