Jam Malam UINSA Batasi Ruang Gerak Mahasiswa? - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 19 November 2017

Jam Malam UINSA Batasi Ruang Gerak Mahasiswa?

doc. Istimewa

Araaita.com - Sesuai Surat keputusan (SK) Rektor nomor Un.08/1/PP/009/SK/412/P/2014 terkait dengan peraturan baru yang ditetapkan oleh Rektor Uin Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Surat edaran tersebut berisi dua peraturan Rektor, tentang aturan mahasiswa dilarang menginap di kampus dan peraturan dimana seluruh kegiatan diskusi, rapat, maupun latihan yang dilaksanakan didalam lingkungan kampus harus berakhir pada pukul 21:00 WIB.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan kontra dari mahasiswa. Ghozali salah satu mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) mengatakan bahwa sejak diedarkanya SK Rektor perihal diatas, ia pernah melihat keamanan kampus mengusir mahasiswa yang sedang belajar.

“Pada malam jumat kemarin saya melihat mahasiswa yang sedang kajian diusir,” akunya.

Menurutnya, SK yang diberlakukan oleh pihak rektorat terkesan ingin membatasi gerak mahasiswa, oleh karenanya Ghozali begitu menentang peraturan tersebut.

“Kebijakan yang dibuat oleh rektor sangat semena-mena karena dalam menetapkan kebijakan pihak rektorat tidak melibatkan mahasiswa dalam perumusannya,” akunya saat diwawancarai crew araaita.com

lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak birokrasi kampus hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa mempertimbangkan keberadaan mahasiswa.

“Jadwal kuliah dan tugas sudah banyak lalu Rektor juga memberlakukan jam malam,” jelasnya. 

Akibatnya Ghozali dan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Uinsa (AMPUN), telah melakukan audiensi dengan Ali Mufrodi, selaku wakil rektor III bidang kemahasiswaan. Mereka mengajukan permohonan agar kebijakan mengenai jam malam tersebut dicabut. (17/11)

doc. Istimewa

Ghozali yang saat itu menjadi Koordinator Lapangan (Korlap) AMPUN mengatakan bahwa, audiensi yang ia lakukan mendapatkan tanggapan yang positif dari Ali Mufrodi selaku wakil rektor III.

“Pak Ali Mufrodi akan mempertimbangkan usulan tersebut,” tutur mahasiswa prodi Filsafat tersebut.

Tidak selesai disitu, pasalnya pihak AMPUN akan menunggu pertimbangan yang telah mereka audiensikan dengan wakil rektor III hingga hari senin (19/11). Jika peraturan jam malam tetap diberlakukan di satu-satunya kampus Islam Negeri di Surabaya ini, maka mereka akan menindak lanjuti hal tersebut.

“Kami akan melakukan aksi sebagai jalan terakhir apabila usul tidak digubris,” imbuhnya tegas.

Tak lain dari Ghozali, Bahar yang juga membenarkan hal tersebut. Mahasiswa yang juga tergabung dalam AMPUN ini mengatakan bahwa, pihaknya akan terus mengawal dan akan melakukan aksi jika masih belum menemui titik terang. “Insyaallah selasa aksi,” pungkasnya. (Aida)

No comments:

Post a Comment