Mahasiswa Khawatir SK Jam Malam Dihapus - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 25 November 2017

Mahasiswa Khawatir SK Jam Malam Dihapus

doc. Ning/arta


Araaita.com - Surat Keputusan (SK) rektor Nomer 124 tahun 2017 tentang dilarangnya mahasiswa menginap di kampus dan kegiatan diskusi, rapat, dan kegiatan semacamnya berakhir pada pukul 21.00 WIB kini menuai kontroversi di kalangan mahasiswa.

Ada yang menolak keras. Adapula yang mendukung dengan adanya pembatasan kegiatan pada malam hari. Bahkan, ada juga yang tidak mengetahui SK rektor yang telah beredar selama ini.

Nur cholifah mahasiswi semester 1 prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) mengaku setuju dengan adanya SK yang telah dibuat oleh pihak rektorat. Lantaran, dirinya pernah melihat ada banyak mahasiswa tidur di belakang fakultasnya. Menurutnya, hal ini tidak layak dilakukan mahasiswa. Sebab, perguruan tinggi dibangun untuk kegiatan belajar mengajar.

"Ya, saya lihat waktu itu dari kelas ketika mata kuliah dimulai saat itu kelasnya di lantai 1 ruang I1. 112. Dan mahasiswa yang tidur itu sampe gak tau pagi sudah jam 08.00 WIB baru bangun saking pulasnya," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jika memang mahasiswa yang tidur di kampus. Lantaran, tidak ada biaya yang digunakan untuk bayar kos. Mahasiswa tersebut dapat mengajukan saran kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa- Universitas (DEMA)- U.

"Ajukan saran untuk membangun asrama bagi anak yang tidak mampu," imbuhnya.
Hal ini, senada dengan Jingga Cahya Rahmawan mahasiswi semester 1 prodi HI FISIP. Ia mengaku setuju dengan SK yang telah dibuat oleh rektor.

"Setuju agar kampus terlihat indah tidak ada yang tidur di kampus dan juga menghindari tindak asusila atau perilaku negatif yang terjadi dilakukan oleh pemuda dan pemudi seperti berpacaran," lirihnya.

Arista  selaku salah satu pengurus Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) mengatakan dirinya setuju dengan ditetapkannya peraturan dilarangnya mahasiswa menginap di kampus. Tapi, dengan catatan adanya batasan waktu untuk kegiatan pada malam hari hingga pukul 23.00 WIB.

"Sebab perlu waktu banyak untuk persiapan kegiatan, seperti seminar internasional dan olimpiade. Jika tidak bisa hanya sampe pukul 21.00 WIB setidaknya ada izin tertulis yang dapat digunakan organisasi untuk melakukan kegiatan malam melebihi jam yang ditentukan," katanya.

Ia juga khawatir jika tidak ditetapkannya peraturan dillarangnya mahasiswa menginap di kampus akan mengakibatkan banyak mahasiswa yang tidur di kampus.

" Takutnya disalah gunakan oleh mahasiswa digunakan untuk maksiat," pungkasnya. (Ning)

No comments:

Post a Comment