Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 2 November 2017

Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

doc. Repro Internet
Mendengar kata pemuda gambaran sebagian banyak orang adalah level manusia yang memiliki sosok berani, kreatif, inovatif, kritis dan penuh ambisi. Pemuda disebut generasi emas yang juga merupakan cerminan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas peran pemuda dalam proses perubahan suatu bangsa. Bukan hanya sejarah bangsa modern saja namun bangsa-bangsa atau kaum terdahulu tidak terlepas dari kontribusi pemuda didalamnya.

Dr. Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar di Indonesia berkata “Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemudanya hari ini.” Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peranan dan kontribusi penting dalam membangun suatu bangsa. Terlebih di masa yang akan datang, kenapa? Karena generasi mudalah yang kelak akan menjadi pemimpin, yang akan meneruskan estafet sejarah kehidupan suatu bangsa menggantikan pemimpin yang ada di masa sekarang. Fungsi strategis sebagai agent of change,agent of development, agent of modernization, moral force dan social control yang ada dalam diri pemuda sangat menentukan ada tidaknya perubahan positif yang terjadi.

Menengok kembali sejarah yang telah dibuat para pemuda pada masa penjajahan, seharusnya kaum muda masa kini meneruskan perjuangan kaum muda dahulu. Seperti halnya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia yang tidak luput dari peranan penting tangan-tangan pemuda masa dahulu. Banyak pula pemuda yang menjadi ikon pahlawan di daerahnya masing-masing. Contohnya seperti RA Kartini di Jepara, I Gusti Ngurah Rai di Bali, WR. Supratman sebagai pencipta lagu “Indonesia Raya”, Sutomo di Surabaya dan masih banyak lagi. Mereka semua berani mengambil resiko demi kepentingan bersama, yaitu memperjuangkan Indonesia merdeka dan bebas dari penjajah. Jika kaum muda dahulu mempunyai semangat yang berkobar dan gigih dalam perjuangannya untuk merdeka dan bebas dari belenggu penjajah, pemuda di masa kini juga harus gigih dalam mengaktualisasikan kemerdekaan menjadi pilar kemajuan bangsa.

Hakikatnya pemuda merupakan kelompok yang harus bisa memberikan perubahan dan pembangunan secara detail dalam segala bidang. Baik yang bersifat fisik maupun non-fisik. Namun terkadang banyak hal yang membuat pemuda masa sekarang tidak mengerti dan tidak mau tau untuk melakukan perubahan. Banyak pemuda di masa sekarang yang sudah kehilangan arah untuk bisa mewujudkan cita-cita bangsa. Kondisi pemuda masa sekarang nampaknya mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan sesaat dan lupa akan tanggung jawab sebagai layaknya seorang pemuda. Tatanan moral, sosial dan akademik, pemuda sudah tidak lagi memberi contoh  dan keteladanan yang baik kepada masyarakat  sebagai kaum terpelajar, lebih banyak menghabiskan waktunya pada hedonisme (berhura-hura), kepekaan pemuda semakin acuh terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini. Padahal pemuda merupakan insan akademis yang dapat memberikan pengaruh terhadap perubahan kemajuan pembangunan suatu bangsa.

Sudah saatnya kini pemuda berbenah diri menghadapi perkembangan zaman yang sangat cepat. Sudah sering kita mengetahui banyaknya pembunuhan karakter melalui media sosial. Tanpa disadari hal-hal sepele seperti itu berdampak negatif terhadap mental pemuda masa sekarang. Mari kita sebagai pemuda masa sekarang merubah perspektif perubahan ke arah yang positif. Belajar dari sejarah para pemuda diharapkan bisa lebih aktif dan tanggap untuk mengambil langkah dalam menyikapi berbagai problematika yang ada disekitarnya.

Ir. Soekarno berkata “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Dari kata-kata tersebut sudah terlihat bahwa pemuda merupakan aset bangsa yang penting dan vital. Tentu, pemuda yang berkualitas dan memiliki daya saing adalah harapan besar untuk masa depan yang lebih baik. Menuju 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia tepatnya tahun 2045 sebagai hasil dari Bonus Demografi mari kita maksimalkan potensi, kemampuan, sikap dan ciri-ciri kepribadian yang positif sehingga mendorong pemuda lain untuk dapat bekerja sama mencapai satu tujuan.



Oleh: Aga Renaldi
*Penulis adalah Mahasiswa Semester III Ilmu Komunikasi
UIN Sunan Ampel Surabaya

1 comment: