Rektorat Bakal Revisi SK Jam Malam - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 30 November 2017

Rektorat Bakal Revisi SK Jam Malam

doc. Istimewa

Araaita.com - Senin kemarin (27/11) Dema, Sema Universitas bersama perwakilan Dema, Sema Fakultas dan UKM se-Universitas telah mengadakan Audiensi terkait dikeluarkannya SK pembatasan jam malam.

Audiensi yang dilaksanakan di ruang sidang lantai sembilan Twin Tower tersebut di hadiri sekitar 40 orang perwakilan Dema, Sema dan UKM se-Uinsa serta dari birokrasi kampus diwakili oleh Wakil Rektor III, Wakil Dekan III se-Uinsa, Kabag Kemahasiswaan, serta Biro Administrasi, Akademik Kemahasiswaan dan Kerja sama (AAKK).

Diadakanya audiensi itu bertujuan meminta kejelasan dibuatnya surat keputusan tersebut.

"Audiensi itu untuk mempertemukan Dema, Sema F, UKM bersama Warek III bertujuan untuk mengklarifikasi  surat edaran itu dan mengetahui alasannya apa," tutur Zain selaku ketua Dema Universitas.

Dalam audiensi tersebut Wakil Rektor III mengatakan jika SK tersebut masih belum berlaku dan dibuat untuk mahasiswa yang tidak punya kegiatan dikampus seperti yang diungkapkan Zain saat diwawancarai Crew Araaita.com.

"Warek III bilang, pihak rektorat berinisiatif membuat SK itu ditujukan kepada mahasiswa yang suka pacaran dikampus bukan yang diskusi," ungkapnya.

Dari penjelasan Warek III, peserta audiensi menerima diedarkanya SK, namun mereka mengkritisi redaksi dalam SK tersebut. Mereka beranggapan jika tujuannya menegur mahasiswa yang pacaran dikampus maka redaksinya perlu diubah agar tepat sasaran.

"Secara redaksi kami kritisi karena salah. Kalau memang itu tujuannya, seharusnya redaksinya dirubah, supaya tepat sasaran. Arahnya kemana dan tujuannya ke siapa," tambahnya.

Ia beranggapan jika SK tersebut ikut memojokkan mahasiswa yang melakukan kegiatan diskusi dan latihan dikampus.

"Teman-teman minta bukti autentik mengenai itu, jangan main hakim sendiri. Kalau kasih kaya gitu, imbasnya bakal berdampak pada mahasiswa yang diskusi dikampus, karena mahasiswa yang demikian tidak mencederai kampus," tutur mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat tersebut.

Ia juga meminta pihak rektorat mengkaji ulang terkait surat edaran tersebut, mempertimbangkan UKM fakultas yang tidak memiliki Basecamp dan harus menyimpan barang-barang mereka dikampus.

"Teman-teman UKM mau steril dari kampus tapi pihak kampus harus memberikan fasilitas untuk mereka," pungkasnya.

Sehingga dari audiensi tersebut diputuskan jika SK akan ditarik kembali dan direvisi ulang terutama mengenai redaksi, pihak rektorat juga menjanjikan revisi akan selesai tanggal 1 Desember 2017.


"Warek III bilangnya tanggal 1 atau tanggal 2 selesai, pokoknya segera akan direvisi," jelasnya saat ditemui di Maqha. (Riya)

No comments:

Post a Comment