Siasati Era Krusial dengan Kualitas SDM - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 19 November 2017

Siasati Era Krusial dengan Kualitas SDM

doc. Repro Internet

Araaiata.com - Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan salah satunya   oleh kualitas  sumber daya manusia yang dimiliki bangsa itu. Demikian halnya bangsa Indonesia yang saat ini dalam taraf membangun, dan sangat membutuhkan sumber      daya manusia yang berkualitas.

Berkaitan dengan hal ini, Indonesia saat ini memasuki kondisi yang sangat krusial dan menentukan perjalanan sebagai sebuah bangsa yang juga dalam masa pembangunan. Menurut sumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), era krusial ini oleh banyak kalangan yaitu disebut sebagai Era “Bonus Demografi” yang saat ini sudah dimulai dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada rentang tahun 2020-2030.

Era bonus demografi ditandai dengan dominasi jumlah penduduk usia produktif (16-64 tahun) atas penduduk tidak produktif yang bisa dilihat dari angka rasio ketergantungan yang rendah. Rasio ketergantungan sendiri merupakan perbandingan antara jumlah penduduk usia produktif dan usia tidak produkif.

Bonus Demografi sendiri, sebagaimana kandungan makna kata “bonus”, merupakan sebuah keuntungan yang dapat diraih asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu dan diusahakan dengan benar. Jadi bunus demografi tidak semata-mata otomatis membawa dampak positif, melainkan diusahakan dan diarahkan dengan benar.

Bonus demografi akan menjadi berkah dan sekaligus ancaman bagi negeri ini. Menjadi berkah luar biasa jika negeri ini mampu mengelola potensi anak muda dan pekerja usia produkif sebagi sumber daya manusia yang bermanfaat dan efisien. Akan tetapi, potensi bonus demografi ini akan menjadi petaka jika tidak dibarengi dengan manajemen sumber daya dan kebijakan politik yang bertumpu pada pembangunan berkelanjutan.

Jika dianalisis, bonus demografi merupakan fenomana ketika penduduk sangat menguntungkan pada sisi pembangunan. Jika diikuti dengan kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam membangun sistem dan kebijakan yang memberikan ruang bagi anak muda untuk berkarya, tentu akan menjadi modal besar bagi negara ini.

Tantangan bonus demografi dengan melimpahkan sumber daya anak muda dan tenaga produktif yang selaras dengan tantangan dunia global, yakni perkembangan teknologi informasi dan era siber. 

Generasi milenial dengan segenap karakternya, diharapkan dapat menciptakan terobosan dengan gagasan kreatif, keberanian, dan keunggulan sumber daya yang ditopang dengan komunitas anak-anak muda. Ide-ide kreatif di  bidang teknologi digital sering kali muncul dari keberanian generasi milenial yang mencoba mendobrak kemapanan.

Namun generasi milenial Indonesia haruslah menjadi generasi yang tidak kehilanagan idenditasnya. Jangan sampai generasi ini menjadi generasi yang rapuh karena lemahnya karakter dan lemahnya spiritualitas diri. 

Jika lapisan generasi ini memiliki relasi dengan pertemanan global melalui topangan dunia internet, perlu ada penguatan karakter dan identitas kultural Indonesia agar generasi ini tidak tercabut dari akar budayanya sehingga bonus demografi benar-benar menjadi bonus bagi bangsa Indonesia.

Untuk menguatkan akar kultural generasi ini, perlu ada strategi bersama baik dari pemerintah, ormas, partai politik maupun masyarakat untuk mendorong ruangan kreatif bagi anak muda yang berfondasi pada nilai-nilai dan indentitas ke-Indonesiaan. 

Dengan bersinerginnya berbagai pihak bukan tidak mungkin bonus demografi akan benar benar menjadi keuntungan bagi bangsa Indonesia. (Faishal)

No comments:

Post a Comment