SK Rektor Tuai Kontroversi dari Berbagai Pihak - Araaita.com

Breaking News

Monday, 20 November 2017

SK Rektor Tuai Kontroversi dari Berbagai Pihak


doc. Istimewa

Araaita.com - Surat Keterangan (SK) Rektor Nomor 124 Tahun 2017 mengenai panduan Organisasi Kemahasiswaan rupanya banyak menerima tanggapan dari berbagai kalangan. Mulai dari pihak Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (DEMA-UINSA) hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Pasalnya dalam SK tersebut dicantumkan bahwa kegiatan diskusi, rapat maupun kegiatan latihan yang dilaksanakan di dalam kampus berakhir pada pukul 21.00 WIB. 

Seperti yang dituturkan oleh Hozin Zainullah selaku Ketua Dema UINSA yang tidak setuju terkait SK rektor nomor 124 tersebut."Saya sangat tidak sepakat dengan kebijakan rektor tanpa alasan yang tepat," tutur Hozin.

UKM yang memiliki jam latihan malam pun tidak setuju dengan kebijakan rektor tersebut seperti UKM Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan UKM Ikatan Qori' Qori'ah Mahasiswa (IQMA). "Saya sangat tidak setuju dengan kebijakan ini, karena dari pihak rektorat tidak ada mediasi awal kepada kita (UKM/UKK) sebelum menentukan kebijakan ini," ujar Bayu Ramadhan selaku ketua UKM PSHT.

Bayu menambahkan bahwa PSHT tidak mungkin pindah jam latihan karena ketiadaan tempat, waktu perkuliahan para anggota yang terkadang sampai malam, kemudian juga waktu kesedian si pelatih yang bisa mendampingi pada malam hari. Itulah alasan jam malam adalah waktu yang tepat untuk memilih waktu berlatih UKM PSHT.

Senada  dengan Bayu, Mohammad Ainul Yaqin selaku ketua IQMA mengatakan bahwa dirinya sangat tidak menyetujui  keputusan rektor tersebut. "Saya sangat tidak setuju mbak, karena batasan waktu itu dapat mematikan organisasi. Masak mahasiswanya mau mengembangkan bakat harus dibatasi," kata Ainul saat diwawancarai crew araaita.com (19/11). (cil)

No comments:

Post a Comment