Tak Cabut SK, AMPUN Bakal Kembali Unjuk Rasa - Araaita.com

Breaking News

Friday, 24 November 2017

Tak Cabut SK, AMPUN Bakal Kembali Unjuk Rasa

doc. Afis/Arta
Araaita.com – Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli UINSA atau biasa disebut AMPUN kemarin pagi (23/11) hingga menjelang siang, sekitar pukul 09.30 WIB mulai menyuarakan aksinya di UIN Sunan Ampel Surabaya yang notabene kampus pergerakan.

Mereka berkeliling menjajaki ke beberapa fakultas, dimulai dari pintu masuk kampus menuju Fakultas Syari’ah dan Hukum sampai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan hingga akhirnya di teras depan lantai dasar Twin Tower. Dari tiap fakultas, satu per satu peserta silih berganti memimpin jalannya aksi. Dari pelbagai fakultas itu juga sedikit demi sedikit mahasiswa turut memadati.

Sesampai di teras depan lantai dasar Twin Tower, pengunjuk rasa kembali menyuarakan aspirasinya. Salah satu dari tiga mahasiswi yang ikut aksi itu juga ikut andil memimpin demonstrasi. Kemudian beberapa mahasiswa lain tampak berjubel merangsek ke tengah kumpulan massa.

Aksi kali ini menuntut setelah diberlakukannya surat keterangan yang diturunkan oleh rektor UIN Sunan Ampel Surabaya yakni nomor 124 tahun 2017 menetapkan bahwa mahasiswa dilarang menginap, rapat, diskusi serta kegiatan semacamnya berada di area kampus yang berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Aksi yang dikoordinatori oleh Muchlis itu berlangsung damai, lantaran Ali Mufrodi, wakil rektor III, selaku yang bertanggung jawab atas kemahasiswaan langsung menemui aksi mereka.

Mereka menuntut agar mencabut surat keterangan itu, mereka juga mengecam kepada pihak rektorat dalam kurun waktu satu minggu ke depan akan tetap melakukan aksi jika surat keterangan itu tetap diberlakukan. “Jika surat keterangan itu masih belum dicabut dalam satu minggu ke depan, kami akan tetap melakukan aksi,” kecam Muchlis, pria berpakaian baju kokoh abu-abu itu.

Seusai para demonstran bubar, Ali Mufrodi menjelaskan bahwa aspirasi yang mereka sampaikan kepadanya diterima dan akan dibicarakan oleh rektor. “Usulan dari mahasiswa kami tampung, dan kami bicarakan dengan pimpinan,” jelas pria baju batik dan berkacamata itu.

Pria yang menjabat sebagai warek III itu juga berharap semoga setelah diproses selama satu minggu itu menemukan hasil yang baik. “Mahasiswa menuntut selama satu minggu untuk memproses, mudah-mudahan ada hasil yang lebih baik,” harapnya ketika ditemui wartawan araaita.com dan newnews di lobi lantai dasar Twin Tower. (Moh)

No comments:

Post a Comment