Warek III: Kegiatan yang Bisa Ditolerir Tetap Diizinkan Berada di Kampus - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 23 November 2017

Warek III: Kegiatan yang Bisa Ditolerir Tetap Diizinkan Berada di Kampus


doc. Pricil/Arta

Araaita.com - Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) nomer: Un./08/1/PP/009/SK/412/P/2014 tentang kode etik mahasiswa UINSA tanggal 31 Desember 2014 dan nomer 214 tahun 2017 tentang panduan organisasi kemahasiswaan UINSA yang telah di keluarkan oleh rektorat, sudah ditekankan dan diberlakukan sejak SK tersebut turun ke tangan dekanat fakultas.

SK yang di dalamnya membahas tentang batasan jam berkegiatan dan larangan menginap di dalam kampus tersebut, dikeluarkan atas banyak pertimbangan dan komplain dari berbagai pihak, yang kurang setuju dengan kegiatan mahasiswa yang bermalam di kampus.

Menurut Ali Mufrodi, selaku wakil rektor III bagian kemahasiswaan universitas menuturkan, bahwa SK tersebut keluar berdasarkan masukan yang datang dari berbagai pihak, dan merupakan keputusan yang sangat matang, untuk menimbang baik dan buruknya serta ketidak efektifan mahasiswa yang sampai bermalam dalam kampus.

Surat keputusan yang terlahir tanggal 13/10, seusai diadakannya rapat bersama rektorat tersebut, akan diterapkan secara bertahap. Menurutnya bahwa tidak bisa larangan tersebut langsung berjalan, ada tahap demi tahap yang di lalui untuk menertibkan mahasiswa dan kegiatan yang ada di dalam kampus.

“Penertibannya tidak langsung tapi nanti kita upayakan agar kampus ini bisa tertib,” ujarnya.

Ketika di temui tim Ara Aita di ruangannya, ia menambahkan pula bahwa pihak kampus benar-benar memberlakukan sistem tersebut. Namun tidak sepenuhnya semua kegiatan dilarang untuk berjalan lebih dari jam 21.00, seperti penjelasan yang telah terpampang di SK yang ada.

“Untuk kegiatan yang bisa di tolerir akan tetap kami izinkan berada di kampus, asal kegiatan tersebut dapat di pertanggung jawabkan, dan dari kegiatan tersebut sudah memiliki izin untuk berada di kampus, melebihi jam 21.00 sesuai kepentingan, ya seperti silat, paduan suara, atau bahkan diskusi,” imbuhnya.

Perihal prosedur perizinan ia juga menjelaskan, bahwa untuk mengurus perizinan, Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM), Unit Kegiatan Khusus(UKK), ataupun organisasi yang bersangkutan dapat mengurus perizinan tersebut sesuai naungan.

“Kalau itu UKM milik Universitas ya izin ke bagian kemahasiswaan universitas, kalau itu naungan Fakultas ya izin ke kemahasiswaan fakultas,” jelasnya. (Saf)

No comments:

Post a Comment