Deklarasi BASMALAH, Sebuah Upaya Memancing Daya Kritis Pemuda - Araaita.com

Breaking News

Monday, 18 December 2017

Deklarasi BASMALAH, Sebuah Upaya Memancing Daya Kritis Pemuda


 
doc.Istimewa
 
Araaita.com - Deklarasi dan dialog publik yang diselenggarakan oleh Barisan Mahasantri Loyalis Khofifah (BASMALAH) dengan mengusung tema 'Peran Mahasantri Dalam Menepis Money Politic di Jawa Timur' tepat pada Minggu (17/17) berlangsung di Aula Angkringan 57 lantai 2 Wonocolo Surabaya.

Dengan diikuti oleh mahasiswa dan santri dari berbagai daerah Jawa timur. Turut hadir juga seperti Universitas Islam Madura (UIM), STAI Al-Khairat, STIPKIS Al- Mardiyah, dan UIN Sunan Ampel Surabaya. IAIN jember dan lain sebagainya. 

Dalam acara tersebut turut hadir KH. Sholahuddin Wahid pengasuh pondok pesantren Tebuireng, seniman, dan juga penulis, Muhammad Saifuddin Sekjend partai Demokrat Sampang, dan Eko Ernada Staf Khusus Kementrian Sosial RI.

Dalam kesempatan tersebut, banyak disampaikan terkait bagaimana menepis money politic yang kian sudah mendarah daging di Indonesia khususnya di Jawa timur. Ironisnya, dampak dari praktik money politik tersebut berbahaya pada kemajuan bangsa dan warga di dalamnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh pengasuh pondok pesantren Tebuireng, bahwa pengaruh money politik sangat bahaya bagi masyarakat kedepannya. Berdasarkan hasil survei dampak politik berpengaruh 94% terhadap masyarakat.

"Dengan terindentifikasi sifat kebohongan seseorang 70%, selalu jujur 7%, dan sering bohong 40%," ungkapnya.

Dilanjutkan oleh Muhammad Saifuddin sebagai narasumber kedua disampaikan bahwa pemuda adalah penentu bangsa untuk kedepannya dengan konsep-konsep yang dimiliki guna menorehkan tinta emas bagi bangsa.

"Pemuda harus memiliki daya kritis dan idealisme diri. Hingga tak mejadikan nalar nasional pemuda tertutupi oleh nafsu kekuasaan. Pemuda harus mampu berdagang konsep bukan berdagang produk," jelasnya.

Masuk pada akhir pembahasaan dalam acara tersebut yang disampaikan langsung oleh Staf Khusus Kementrian Sosial RI mengatakan bahwa mulailah membangun bangsa dari pemuda.

"Pemuda harus mampu mengetahui apa peran dirinya dan apa peran pemimpin untuk bangsa kedepannya," pungkasnya. (Ning)


No comments:

Post a Comment