Guyspro di Balik Kesuksesan Kampung Warna-Warni Jodipan - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 14 December 2017

Guyspro di Balik Kesuksesan Kampung Warna-Warni Jodipan

doc. Internet
Araaita.com - Kala itu delapan mahasiswa program studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah duduk di semester enam menerima tugas praktikum mata kuliah Event Public Relation. 

Tugas tersebut mengharuskan mereka membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat dengan menggandeng perusahaan swasta atau pemerintah. 

Dari sinilah, Guyspro (Guys of Public Relation) terbentuk. Mereka adalah Nabila Firdausiyah, Salis Fitria, Wahyu Fitria, Ira Yulia Astutik, Dinni Anggraeni, Elmy Nuraidah, Ahmad Wiratman dan Fahd Afdallah.

April 2016, Guyspro membuat daftar list perusahaan-perusahaan yang hendak digandeng untuk program tugas praktikum ini. Salah satunya perusahaan swasta yaitu PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA). 

Sempat ditolak masuk ke dalam perusahaan oleh satpam dan found liner, Guyspro memutuskan beristirahat sejenak sebelum pulang. Kemudian datang seorang satpam lain yang menemani Guyspro mengobrol sejenak dan saling bertukar kontak di hari itu. 

Keesokannya, Guyspro menerima panggilan untuk datang langsung ke PT. INDANA. Pihak perusahaan cat asli Malang tersebut kemudian bersedia mendengarkan program yang diusung Guyspro dan memberikan waktu dua minggu untuk memikirkan konsep apa yang hendak diambil.

Proposal berisikan konsep Guyspro pun akhirnya disetujui setelah dua minggu mengalami kesulitan dalam menyamakan pendapat antar anggota Guyspro saat itu. Selain itu, Guyspro juga turut menggandeng komunitas mural di Kota Malang.

Pemilihan Kampung Kelurahan Jodipan sendiri karena guyspro mencari target CSR yang tepat. Sesuai konsep CSR menurut Elklington yakni perusahaan bisa menyasar aspek 3P (People, Planet, Profit). Seperti perkataan Nabila Firdausiyah selaku Ketua Guyspro. 

"Kami tidak hanya ingin mementingkan charity semata, melainkan juga sustainability. Itu alasan kami memilih kampung Jodipan," beber Nabila.

Keinginan melakukan perubahan di kampung Jodipan dipilih setelah mendengar cerita masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai. Inilah yang menjadi alasan guyspro memilih Kampung Jodipan. 

"Tujuan kami mengubah kampung tersebut agar kampung tersebut menjadi indah, sehingga perilaku warga dalam menjaga lingkungan juga berubah," kata wanita yang hobby membaca dan menulis tersebut.

Penggarapan Kampung Warna-Warni Jodipan tak dilakukan setengah-setengah. Tak jarang, beberapa anggota Guyspro harus meninggalkan beberapa mata kuliah saat itu.

"Kami beberapa kali meninggalkan mata kuliah tertentu," ujar wanita asal Probolinggo itu.

Tak disangka, Guyspro menerima banyak apresiasi dari berbagai pihak seperti Pemerintah Kota Malang dan masyarakat setempat yang akhirnya menjadikan kampung Warna-Warni Jodipan menjadi destinasi wisata baru di Kota Malang.

Guyspro tak menyangka sama sekali bahwa konsepnya yang terinspirasi dari kampung Rio De Janeiro akan sesukses seperti sekarang ini. "Kami tidak menyangka sama sekali," tutur wanita umur 22 tahun itu.

Semua itu berkat kesungguhan dan keuletan Guyspro, kerja keras mereka selama enam bulan membuahkan hasil. Sebagaimana yang dikatakan oleh Jamroji selaku dosen tugas praktikum tersebut. 

"Itu berkat keuletan, kesungguhan dan keseriusan anak-anak Guyspro dalam memenuhi bimbingan dan tuntutan dosen," pungkas Jamroji. (Cil)

No comments:

Post a Comment