Mengungkap Kebohongan Islam Kiri - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 23 December 2017

Mengungkap Kebohongan Islam Kiri

doc. Arum/Arta
Komunisme dengan Agama adalah sejarah penuh pergolakan yang patut dianalisa dan direnungkan. Seperti yang dituliskan oleh Musthafa Mahmud dalam bukunya ‘Islam Kiri, Kebohongan dan Bahayanya’. Dalam buku ini, penulis membongkar semua kedok serta tujuan-tujuan licik Komunisme yang menggandeng dan mengatasnamakan Agama Islam.

Komunisme yang identik dengan aliran Marxismenya pada dasarnya menolak Agama, baik Agama Islam maupun Agama yang lain. Komunisme menganggap Agama adalah opium dan candu yang menghambat kemajuan. Seperti yang dilakukan Stalin, pemimpin Uni Soviet tahun 1920-an, dia memerangi Agama dan pemuka Agama. Namun ketika pengikutnya menyadari ada kesalahan dalam paham ini dengan tidak adanya pengakuan terhadap Agama, maka Stalin dengan terpaksa mengakui keberadaan Agama untuk menarik kembali pengikutnya yang kebanyakan para petani bodoh, mudah dibujuk dan dikelabuhi.

Dengan mencetuskan ajaran “Islam Kiri”, Komunisme meracuni pikiran dengan mengembor-gemborkan semboyan baru yang tidak memiliki dasar “Kami sama seperti kalian berbeda pandangan dengan Filsafat Marxisme, tapi kami percaya bahwa sistem sosial Marxisme tidak bertentangan dengan Agama”, mengganti permusuhan lama dengan kemesraan palsu.

Semua yang dilakukan hanyalah tipudaya dan pendekatan sementara. Setelah tujuannya tercapai, mereka menampakkan sikap dan watak asli mereka seperti kebiasaan komunisme sepanjang sejarah. Karena itulah Musthafa menyebut Komunisme pembohong dan semua yang mereka lakukan sebagai kebohongan belaka.

Dalam buku ‘Islam Kiri’, komunisme bukan aliran yang benar dan maju, tetapi primitif. Pandangannya bukan pandangan masa depan, tetapi pandangan fanatik dan bodoh, yang pada kenyataannya bermuara pada kelumpuhan ekonomi. Ketika membahas tentang perbedaan Islam dengan komunisme dewasa ini dapat dilihat antara kepandaian dan kebodohan, antara Wahyu Ilahi dan berhala manusia, antara kenabian ilhami yang murni dan makar jahat yang menyimpan tujuan tertentu.

Dalam buku yang memiliki judul asli ‘Akdzubatul-Yasaaril-Islaami’ ini, Musthafa Mahmud membongkar semua tujuan-tujuan tersembunyi komunisme, seperti pengakuan agama yang dilakukan Stalin hanya untuk menarik kembali pengikutnya. Musthafa juga menghadirkan analisis-analisis yang berdasarkan pemikiran yang obyektif yang diperkuat dengan firman Allah dan hadist Nabi, yang keasliannya sudah tidak diragukan lagi.

Kelebihan buku ini terletak pada pengungkapan pendapat-pendapat yang disertai dengan alasan dan analisis yang nyata, selain itu juga menghadirkan hadist dan firman Allah yang semakin memperkuat ungkapan penulis. Musthafa juga menyertakan qoute penyemangat seperti ‘Kemuliaan manusia tidak dilihat dari pengakuan dan perkataanya, tapi perbuatan dan akhlaknya yang membuktikan apakah dia orang yang maju, mulia, ilmiah, dan obyektif atau tidak’.

Disamping kelebihan itu, buku ini juga memiliki kelemahan yaitu penggunaan kata-kata atau istilah ilmiah yang jarang atau bahkan belum pernah kita dengar seperti Nabi Paganis, kaum sofistik, permisivisme, histeria, dan masih banyak lagi, yang tidak dimengerti maksudnya. Selain itu juga ketidakkonsistenan penulisan, beberapa firman Allah dituliskan ayat sekaligus artinya, tetapi kebanyakan hanya dituliskan artinya saja. Struktur bukunya pun tidak lengkap, tidak adanya kata pengatar dan biografi penulis. Desain covernya juga kurang menarik pembaca.


Secara keseluruhan, buku ini menarik untuk dijadikan bahan bacaan. Selain menambah pengetahuan. Penulis membuat kita semakin bangga akan keagungan Agama Islam yang tidak bisa disandingan dengan paham apapun apalagi hanya sekedar teori subyektif yang tidak memiliki dasar.


Resentator: Arum Putriani

No comments:

Post a Comment