Menulis Bukan Hal yang Sukar - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 14 December 2017

Menulis Bukan Hal yang Sukar

Oleh: Annisa Gita Safitri

Menulis adalah suatu kegiatan yang dimulai dari ide, gagasan yang ingin kita sampaikan. Gagasan tersebut harus dikembangkan secara jelas dan kuat, agar menjadi suatu bentuk tulisan yang terstruktur dengan jelas dan diuraikan dengan bahasa yang sederhanaagar pembaca dapat memahami maksud dari apa yang kita ingin sampaikan dalam sebuah tulisan tersebut.
Selain menyusun ide untuk dapat menulis, membaca juga sangat diperlukan untuk melatih diri dalam menulis. Seperti yang dikataka oleh Napoleonn Bonaparte, “Barang siapa yang membaca dan mengamalkan siapa yang dibaca, akan menguasai dunia”. Maksudnya disini adalah, kita akan mendapatkan banyak hal dalam kegiatan membaca, termasuk keahlian dalam menulis.
Ketika kita membaca dan memahami bacaan tersebut, maka selain ilmu dari buku tersebut dapat kita serap  dan dapat dipergunakan, kita juga dapat memahami dan memilih diksi dari tiap-tiap kalimat yang disuguhkan di dalam  buku bacaan, maka dari situ kemampuan menulis dengan bahasa yang menarik akan di dapat.
Banyak sekali orang merasa tidak bisa menulis dengan dalih bahwa menulis itu sukar. Mereka tidak mau menempuh jalan-jalan proses menjadi seorang penulis dengan baik, hingga asumsinya tentang sukarnya menulis selalu menjadi momok, ketika berhadapan dengan hal yang berkaitan dengan tulisan.
Perlu diketahui bahwa sebenarnya menulis itu tidak sukar dan akan menjadi mudah bila seseorang mau berlatih dan membiasakan diri dengan tulisan. Hanya memerlukan rancangan ide untuk menjadi modal awal ketika seseorang akan menulis.
Menulis merupaka proses kreatif seseorang dalam mencari jati diri. Menulis akan memberikan kekuatan pikiran menjadi segar dan bersemangat. Menulis berarti mengasah ketajaman otak, menumbuhkan mental dan tekad kuat dalam mencapai suatu hasil yang maksimal.
Tulisan berupa artikel, jurnal ilmiah, skripsi, thesis, disertasi, fiksi, non fiksi, dan sebagainya berawal dari sebuah gagasan/topik yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Gagasan tersebut berasal dari diri kita sendiri, maupun keadaan di sekitar kita. gagasan yang ada selanjutnya kita kembangkan menjadi sebuah konsep yang kemudian dapat kita susun.
Menulis hakikatnya adalah, upaya memindahkan apa yang kita lihat, apa yang kita ketahui, apa yang kita pikirkan melalui untaian kata. Untuk membuat sebuah tulisan seseorang harus memberu makna kepada tulisannya, agar ketika tulisan tersebut sampai pada pembaca, mereka dapat memahami apa yang kita tuliskan tersebut.
Orang yang belajar dapat diibaratkan seperti sedang belajar naik sepeda. Harus dilakukan usaha dan belajar sedikit demi sedikit agar tidak terjatuh harus bisa menyeimbangkan dir, belok kiri belok kanan dan mengayuh. Jadi bakat bukanlah 100% ada pada diri kita dari lahir tetapi harus diperjuangkan dengan kerja keras dan ketekunan.
Kebiasaan menulis merupakan tradisi baik untuk pelajar, pegawai kantor, woraswasta, dan pengusaha karena dengan adanya tulisan, sendi kehidupan akan terus berlangsung. Dalam dunia antropologiada sebuah pameo bahasa membedakan manusia dari binatang, dan tulisan untuk manusia yang beradab yakni tulisan hanya terdapat dalam peradaban dan peradaban tidaklah ada pada tulisan (Gelb, 1969: 221-222, dalam tarigan, 1983:11)
Hanya perlu melatih diri untuk menguatkan kemampuan dan menyusun ide agar seseorang dapat melakukan kegiatan menulis. Buang jauh-jauh asumsi menulis itu susah untuk memudahkan alam berfikir kita membangun sebuah gagasan tulisan. Terus berlatih dan yakin bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat dilakukan terlebih ketika kita sudah berusaha, karen sejatinya usaha dan proses tidak akan menghianati hasil.
Ratna Pudi Astuti di dalam bukunya yang berjudul curahkan gairah menulis, memberikan kiat persiapan menulis. Yang pertama yakni tekad yang kuat untuk memulai menulis dilanjutkan kebiasaan membaca agar dapat menambah keilmuan dan ragam bahasa seorang penulis, kemudian menguasai bahasa yang baik dan disiplin.
Maka setelah ini mualilah, mulailah menulis dengan langkah awal dan niat yang baik. Dan teruslah berusaha untuk bisa, jangan takut gagal, karena hasil yang baik adalah bukan melihat seberapa banyak kita gagal, namun seberapa kuat kita bangkit.

*Penulis adalah Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 3, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment