Mimpi dan Harapan - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 16 December 2017

Mimpi dan Harapan

Shaula

Sebuah mimpi dari seorang anak berkebutuhan khusus

“Ihh, kenapa tangannya dia seperti itu?”

“Dia manusia apa bukan? Dia sangat berbeda dengan kita”

“Jangan temanan sama dia, dia berbeda. Sangaatt berbeda”

“Tubuhnya aneh, apakah dia tidak bisa berbicara? Dia bisu kah?”

Tangan shaula terkepal. Rahangnya mengeras. Tak ada satu pun yang berani dekat-dekat dengan dia. Shaula kehilangan kesabarannya. Dia tengok sebelahnya. Di sebelahnya ada seorang anak laki-laki yang sangat tampan. Anak laki-laki itu hanya diam, sesekali dia tersenyum kecil. Seakan-akan dia tidak terpengaruh omongan anak-anak di komplek perumahannya. Shaula yang melihat itu hanya mampu tersenyum sendu. Dia ingin melakukan sesuatu, tapi mama nya selalu melarangnya.

“Kak... apa aku harus memukul mereka?” tanya Shaula.

“Apa aku harus merobek mulut mereka? Hingga mereka tidak dapat berbicara lagi?”

“Apa aku harus... Apa aku harus...” Shaula terisak-isak. Dia tidak mampu melanjutkan omongannya. Bibirnya terasa kelu. Anak laki-laki disebelahnya menoleh dan memberikan senyum terbaiknya. Senyum yang membuat Shaula takut. Takut akan kehilangan sosok yang sangat dia sayang.

Shaula berfikir, apa kakaknya itu tidak mau berbicara? Apa dia tidak ingin melawan? Kenapa kakaknya itu hanya tersenyum saja? Shaula sedih. Tentu saja sedih. Kakak tersayangnya di olok-olok, siapa yang tak sedih?! Dunia pun tahu Shaula sangatlah sedih.

Tapi Shaula merasa, dirinya sangatlah tidak berguna. Untuk apa dia hidup di dunia ini, tapi Shaula tidak membantu kakaknya sama sekali. Untuk apa? Untuk membebani kakaknya kah?

Tidak. Dia akan melawan semua orang yang berani mengolok-olok kakaknya. Walau dia akan mendapatkan masalah setelah ini. Tapi Shaula tidak akan peduli. Ya tidak akan peduli.

Dengan semangat membara Shaula berdiri dari rumput itu. Dan berjalan perlahan dengan perlahan. Tangannya mengepal dengan kuat. Rahangnya mengetat. Dengan sekali sentakkan dia ayunkan kepalan tangannya kuat-kuat dan..

Gubrakkk!!!

Anak kecil itu terjatuh. Hidungnya mengeluarkan banyak darah dan dia pingsan seketika hanya karena pukulan tangan mungil itu.

Shaula menatap puas anak laki-laki yang sudah terkapar lemah di depannya. Dia melihat sekeliling, dimana teman-teman anak laki-laki itu menatap dirinya dengan sangat syok.

Teman-teman anak laki-laki itu mengedipkan matanya berkali-kali dan setelah itu membuat Shaula menertawakan kebodohan mereka. Mereka lari terbirit-birit seperti di kejar anjing.

“Siapa pun yang berani mengolok-olok kakakku. Akan kuhabisi mereka semua” Ujar Shaula sambil menendang pelan tubuh anak laki-laki yang sudah pingsan itu. Tapi suara teriakan seseorang membuat tubuhnya menegang. Dan saat itu dirinya sudah tau, bahwa kali ini dirinya tidak akan selamat.

“Masyaa Allah. Shaulaaaa apa yang kamu lakukan !!”

***

“Mama sudah bilang, apapun yang diatakan orang lain. Jangan kamu tanggapi. Tapi mengapa kamu susah sekali dikasih tahu!!” ujar mama Shaula sambil menarik telinganya kebelakang. Tapi Shaula tidak peduli dengan kesakitan yang dia alami. Melihat kakaknya yang sedang tertawa itu membuat dia sangatlah senang.
“Ahhh... Ahhh mah. Mah sakit mah” ujar Shaula kecil sambil memegang telinganya yang memerah. Mata bulatnya menatap mama nya dengan kesal. Saat Shaula ingin menemui kakaknya yang sedang menonton TV itu. Kerah bagian belakangnya ditarik oleh mamanya.

“Kamu mau ngapain?! “

“Mau sama kakak Shean lah mah”

Ya nama kakaknya adalah Shean Ibrahim Saga. Lahir dengan fisik yang tidak sempurna. Kakak Shean lahir dengan tangan sebelah kiri ada 6 jari dan tangan sebelah kanan ada 5. Kakak Shean mengidap Cornelia de Lange Syindrom (CDLS). Kekurangan itu lah yang membuat kakak Shean selalu diolok-olok teman di komplek perumahannya. Dan itu membuat Shaula sangatlah murka.

Apa yang dipikirkan mereka semua? Hanya karena kakaknya itu “berbeda” dan itu menjadi bahan olok-olokkan? Apa mereka tidak punya perasaan?

Dan detik itu juga, Shaula berfikir mereka begitu karena mereka tidak pernah merasakan saat mempunyai kakak, saudara atau adik yang berkebutuhan khusus.

“Shaulaaa!! Dengar apa yang mama bilang tadi tidak?!” ucapan mamanya membuat lamunannya buyar seketika.

“I-iyaa mah. Denger kok”

Setelah itu Shaula segera berlari mendekati kakak Shean yang sedang duduk di karpet sambil menonton TV.

Di tengah keasikkannya menonton TV Shaula mendengar mama nya berkata,

“Shaula benar-benar”

Dan itu membuat Shaula terkikik geli. Dia sangat lah senang menghabisi anak laki-laki itu. Mulutnya yang terlalu banyak berbicara itu memang perlu disobek, agar dia tidak dapat berbicara lagi.

Shaula yang merasa diperhatikan segera menoleh ke sampingnya. Dan lagi-lagi Shaula mendapat senyuman indah itu. Dia melihat kakaknya tersenyum lembut. Mata Shaula berkaca-kaca, dia takut sesuatu terjadi kepada kakaknya. Kaka yang sangat disayanginya.

Shaula langsung memeluk dengan erat kakaknya, seakan-akan dia takut kehilangan kakaknya walau sedetik saja. Shaula menangis terisak-isak di dalam pelukan kakak Shean. Kakaknya memberontak namun Shaula tidak peduli, dia masih memeluk kakaknya.

“Ahh... Ahhh nggg” mungkin hanya itu saja yang bisa kakak nya utarakan. Hanya sebuah lenguhan pertanda dia tidak suka dengan tindakan yang Shaula lakukan.

Shaula menatap kakaknya yang sudah tertawa kembali menyasikkan sebuah kartun di TV.

Apakah ini akan menjadi yang terakhir kalinya? Atau memang benar-benar yang terakhir?

Yang pasti Shaula berharap, dirinya yang terlebih dahulu mengahadap ke Allah. Jangan kakak Shean dahulu. Karena dirinya tidak sanggup kehilangan seseorang yang sangat berarti di dalam hidupnya. Tidak akan sanggup.

Kalau kamu berada di posisi sama seperti Shaula, apa kamu sanggup melihat seseorang yang sangat berarti di dalam hidupmu tiba-tiba menghilang dan tidak pernah kembali?

Tentu tidak. Dan ini yang Shaula rasakan. 

*BIODATA DIRI
Nama Lengkap                   : Shaula Jasminetya Saga
Jenis Kelamin                     : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir        : Jakarta, 22 April 2001
Asal Sekolah                      : SMK Negeri 2 Magelang
Jurusan                              : Rekayasa Perangkat Lunak
No. Induk                            : 14650
Alamat                                : Dsn Tegal Arum Gang Arum III, RT 02 RW 15. Kecamatan                                                      Mertoyudan Kabupaten Magelang
Alamat Email                      : shaulajasminetya22@gmail.com

No. Handphone                  : 082328867642

No comments:

Post a Comment