Mustika Muhammad: Membuat Program Berita TV Itu Diibaratkan Seperti Memasak - Araaita.com

Breaking News

Friday, 15 December 2017

Mustika Muhammad: Membuat Program Berita TV Itu Diibaratkan Seperti Memasak

doc. Tyas/Arta

Araaita.com - Selasa (14/12) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunukasi sedang berlangsung acara Workshop yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (Himaprodi KPI).

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber yang pertama Emil Misbach dan yang kedua Mustika Muhammad.

Mustika Muhammad dalam kesempatannya menyampaikan materi tentang bagaimana cara membuat program berita di televisi.

Lulusan IAIN Sunan Ampel tahun 2000 ini mengungkapkan bahwa cara membuat sebuah program berita di televisi bisa diumpamakan seperti orang yang sedang memasak.

"Cara bikin program berita di televisi itu dianalogikan seperti anda mau memasak," ungkap pria yang kini menjabat sebagai Kepala Biro NET Jatim tersebut.

Menurutnya langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan apa yang akan dimasak atau menentukan jenis program berita apa yang akan dibuat.

Sebelum itu, ia juga menjelaskan bahwa terdapat 3 jenis program berita, yakni buletin yang berisi kumpulan-kumpulan berita, current affair yang isinya berita tentang investigasi dan yang terakhir magazine yang berisi berita ringan seperti kuliner dan wisata.

Setelah penentuan tersebut, langkah selanjutnya adalah menentukan bahan-bahan memasak atau istilahnya pra-produksi.

"Jadi dalam pra-produksi ada sebuah rapat menentukan ide, topik, angle berita, bingkai berita, menyiapkan tim liputan, menentukan alat, hingga menghitung uang pengeluaran," jelas pria lulusan jurusan Ilmu Hadits tersebut.

Tak hanya sekedar rapat, Mustika menambahkan para jurnalis tv harus mengetahui tentang berita-berita yang sedang terjadi di negeri ini agar menghasilkan ketajaman pada beritanya.

Dari pra produksi, selanjutnya adalah proses produksi atau proses peliputan berita. Di sini pria berbaju kotak-kotak itu menganalogikannya dengan proses membeli bahan masakan. 

Di samping para wartawan tersebut sedang berbelanja bahan masakan, produser atau Mustika menyebutnya dengan chef, menyiapkan alat-alat untuk mengolah bahan-bahan tersebut. 

Setelah proses tersebut usai, tugas selanjutnya adalah mengolah bahan-bahannya atau disebut dengan pasca produksi. 

Dalam hal ini pria yang pernah menjadi jurnalis Tv One ini menceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang produser yang harus mengatur semua proses produksi berita. 

"Produser mulai membuat naskah, editing video, mengatur visual, menentukan mana yang dibutuhkan mana yang tidak, dan di situlah hecticnya seorang produser," ungkap Mustika dengan nada semangat.

Di samping ada produser yang memasak bahan-bahan tersebut, ada juga eksekutif produser yang Mustika ceritakan selalu membuat para juru masak tersebut tegang dan gugup, dengan selalu berteriak-teriak mengingatkan waktu tayang berita.

Setelah semua bahan selesai dimasak, kemudian produser pun bertukar peran dengan eksekutif produser. Ketika berita tersebut ditayangkan, eksekutif produser menjadi seorang dirigen yang mengatur semua alurnya seperti masuknya gambar, audio dan lain sebagainya.

Sambil menjelaskan, Mustika pun bercerita pengalamannya tentang bagaimana sulitnya dan luar biasa stresnya ia saat menjabat eksekutif produser buletin berita sore. 

"Saya diposisi yg tadi saya cerita, sebagai orang yang teriak, apalagi kalau terkena masalah teknis, habis saya," tuturnya dengan wajah yang ekspresif.

Proses terakhir dari produksi program berita adalah evaluasi. Di sini dievaluasi penanyangan berita kira-kira apa saja yang menjadi kekurangan.


Di dalam pra produksi, proses produksi dam pasca produksi, Mustika mengatakan tak jarang ia berdebat bahkan bertengkar dengan jurnalis lainnya. Namun itu semua berakhir ketika evaluasi dan melihat hasil jerih payahnya dan berapa pemirsanya yang menonton. (Khildah)

No comments:

Post a Comment