Nasi Telah Menjadi Bubur - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 16 December 2017

Nasi Telah Menjadi Bubur

Rosmawati Fauzia*

Masih ingat dalam benak ku kejadian demi kejadian memilukan yang menimpa gadis kecil malang itu.

"Aaa sakit bun.. Perihh.. "rintih gadis kecil itu sedangkan bundanya yang berada dibalakangnya terus saja memukulinya bertubi-tubi dengan rotan sampai terlihat bekas sabetan yang tercetak dalam dipermukaan baju bagian punggungungnya. "rasakan kamu! Itu akibatnya kalo kamu ngalawan perintah bunda!". Terlihat jelas bagaimana gadis kecil itu menahan tangis dengan menggigit bibir bagian bawahnya. Seraya terus meminta ampun kepada bundanya agar menghentikan sabetan-sabetan itu dari tubuhya. "ampunnn bunn..."

Sungguh aku tak kuasa menahan tangis. Dibalik tembok ini aku melihat semuanya bagaimana gadis kecil nan lugu itu harus menerima siksaan akibat kemarahan bundanya yang tanpa sebab.

                          ****

"bi mana audi? Kok dia belum turun? ". Tanya nyonya atau ibu dari non audi seraya keluar dari kamarnya berjalan menuju meja makan. "emm.. Non audi masih di kamar nyonya, biar saya yang panggilkan". Ujar ku seraya bergegas menuju kamar non audi. Sebenarnya, non audi tidak turun karena ia sedang sakit.

Tapi belum melangkah jauh tangan ku sudah ditarik oleh nyonya. "biar saya saja! Anak itu, Kecil-kecil sudah males, biar nanti saya kasih dia pelajaran! ". Akhirnya nyonya yang menuju kamar non audi. Hatiku was-was takut nyonya akan menyiksanya lagi. Akupun ikut bergegas ke kamarnya. Dan benar saja, nyonya sudah mencengkram tanganya non audi agar terbangun dari kasurnya.

"kamu tuh jadi anak males banget! Liat jam brapa sekarang hah! Gak mau sekolah?! Kamu kira sekolah gak bayar jadi seenaknya kamu gak masuk!".hardik nyonya dengan menonyor kepalanya. "Dasar anak gak tau diri kamu! Masih mending kamu masih dikasih tinggal sama bunda, dikasih makan, tapi ini balasan kamu? Sini kamu bangun".nyonya menarik tanganya menyeretnya untuk berdiri.  Tapi non audi seperti hilang tenaga ia lemas jatuh dilantai. "audi sakit bun.."seraya menahan isak tangis ia mencoba menjelaskan keadaanya pada bundanya. Nyonya menarik tanganya lagi agar kembali berdiri. Ia mencengkram bahu non audi menatapnya tajam, lalu ditempelkan tanganya dikening untuk beberapa saat.

Ku kira nyonya akan melembut begitu tahu non audi sakit. "PLAKK!! ". "non audi.!".spontan aku langkahkan kaki ku untuk menghampirinya karena keterkejutanku melihat nyonya menampar keras pipi non audi. "DIAM DISITU! Atau kamu saya pecat!"  tak ada pilihan lain selain diam di tempat sambil menatap iba keadaan non audi. Disaat sedang sakit pun dia masih mendapat siksaan dari ibunya. Sebenarnya aku heran, kenapa ada ibu yang sekejam itu pada anaknya, ingin rasanya membawanya pergi agar terbebas dari cengkraman iblis berwujud wanita itu. Tapi apa daya, sungguh aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya seorang pembantu disini. "audi salah apa bun..? Kenapa bunda benci audi? Kenapa bunda siksa audi?!" keluar sudah  tangisnya yang selama ini ia tahan di depan  bundanya. Sungguh jika ada orang yang melihatnya pun akan ikut merasakan kesedihan yang mendalam didalam tangisan pilunya.

Nyonya dengan keras mencengkram pipi non audi, kemarahanya seaakan tak sabar untuk diledakan. Nyonya  menatap mata non audi tajam"KAMU!LIHAT INI MATA KAMU MIRIP DENGAN PAPAMU YANG BRENGSEK ITU!! MUKA KAMU ITU JUGA MIRIP DENGANYA! BUNDA BENCI KAMU KARENA KAU MIRIP DENGANYA!!" teriaknya lalu dilepaskanya wajah non audi dengan keras. "kenapa bunda benci papa? " disaat setelah menerima siksaanpun ia masih memberanikan diri untuk bertanya kebenarannya pada bundanya. Aku benar-benar takjub sekaligus terharu melihatnya. Saat situasi ini anak-anak seumuranya pasti akan menangis meraung-raung. Tapi non audi tidak. Dia memang gadis kecil paling kuat yang pernah ku lihat. "HUH! KAU TAHU! DIA SELINGKUHH!! PAPAMU ITU SELINGKUH. BUNDA MELIHAT DENGAN MATA KAPALA BUNDA SENDIRI. PADAHAL BUNDA SUDAH MEMPERGOKI MEREKA, TAPI LELAKI ITU MALAH MENGATAKAN BAHWA DIA SELINGKUH KARENA AKU ADALAH WANITA GILA!YA!DIA MENGATAKAN BUNDAMU INI GILA!LALU DIA PERGI MENCAMPAKAN AKU BEGIT SAJA! SEMENJAK ITU AKU BENCI PAPAMU YANG BRENGSEK ITU! LEBIH-LEBIH JIKA MELIHAT MU!KARENA WAJAHMU SEPERTI DUPLIKAT LAKI-LAKI BAJINGAN ITU!!ARRGHHHH!! "

tiba-tiba nyonya menyeret non audi dengan kasar. Aku mengejarnya. Karena ku tahu nyonya sedang kalap aku takut ia akan berbuat sesuatu yang nekat. Nyonya menyeretnya ke dapur. Betapa kagetnya ketika kulihat ia mengambil pisau dapur dari rak. "nyonya apa yang..".

"SUDAH KU BILANG DIAM KAU!! ".tak ada pilihan lain selain diam agar ia tak berbuat sesuatu yang membahayakan.

"kau tau ini apa? Dengan pisau ini bunda akan hilangkan jejak kemiripan mu dengan papamu itu sayang.. "nyonya tersenyum menakutkan dengan mengacungkan pisau itu didepan wajah non audi. "takutt bunnn.. "terpacar jelas ketakutan pada diri non audi.

"shushu.. Tenang sayang mungkin ini akan berjalan saanggatt.. Lama".nyonya semakin mendekatkan lagi pisaunya. Aku sudah akan mengentikanya tapi tiba-tiba non audi mendorong nyonya dengan keras hingga membentur meja makan. Nyonya kalap, ia berhasil menarik lengan non audi ketika hendak melarikan diri. Mendorongnya sangat keras hingga kepalanya terbentur mengenai sudut meja makan yang runcing hingga ia tak sadarkan diri. Aku tak brani mendekat karena melihat nyonya yang benar-benar sudah kalap. Nyonya menhapiri tempat dimana non audi jatuh.

"ARRGGHH..BANGUN KAU HEH!! BERANINYA KA.. ".

Ia tiba-tiba terdiam ketika terlihat cairan merah dari bawah kepala non audi. "darah?"terpampang jelas kebingungan dari matanya. Nyonya mengangkat tubuh non audi untuk dipangkunya. "audi?"ia melihat ketanganya yang tadi digunakan untuk mengangkat kepala non audi.

"benar darah! Audi!audi sayang bangun.. Audi kamu jangan bohongin mama..

"nyonya terlihat panik,aku pun bergegas masuki dapur.

"non audi..? "aku menutup mulut kehabisan kata-kata. Benar non audi sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah. Tubuhku luruh kelantai. Kini giliran aku menatap nyonya yang tampak sangat kacau dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "audi nak.. Bangun sayang kamu katanya tadi sakit ya..? Mana yang sakit sayang biar bunda obati". Nyonya menepuk-nepuk pipi non audi, Tak ada pergerakan  sedikit pun dari non audi, itu membuat nyonya semakin panik. "audi sayang bangun...kenapa kamu gak bangun-bangun sayang.. maafin bunda..bunda janji gak akan pukul audi lagi, gak marahin audi lagi, gak benci audi lagi, audi gak mirip papa kok, audi mirip bunda,kan audi anak bunda,anak bunda yang paaaaling cantik. Audi bangun dong.. Audi?? Audiii.. Audi jangan tinggalin bunda sayangg.. "nyonya menangis meraung pilu seraya memeluk non audi. Bajunyapun sudah kotor ternodai dengan darah. "audiii.. Jangan tinggalin bundaaa.. cukup papa aja yang ninggalin bundaa.. jangan audi jugaa.. audii..audii bangun audii.. "

Saat itu, untuk pertama dan terakhir kalinya aku melihat nyonya menangis. Dan itupun karena kehilang putri satu-satunya. Yang selalu ia sakiti karena ingin membalaskan rasa sakitnya pada suaminya dulu.

Kini beliau sudah tidak bisa menitikan air matanya lagi. kerena terlalu sering menangis, sekarang mata beliau buta. Masih ada dalam benaknya penyesalan yang teramat dalam ketika mengingat putrinya. Ia selalu memeluk foto non audi meskipun tidak bisa melihat wajahnya. Dan setelah itu pasti beliau akan menangis tersendu2, sampai sering kali beliau sesak nafas.

Ya, memang seharusnya anak seusia non audi sedang disayang-sayang apalagi oleh ibunya. Tapi non audi malah mendapat siksaan dari darinya.

Nasi sekarang memang sudah menjadi bubur.

Itulah satu faktor utama mengapa nyonya masih dirundung penyesalan dan kesedihan yang mendalam sampai sekarang.


*BIODATA DIRI
Nama Lengkap                    : ROSMAWATI FAUZIA
Jenis Kelamin                      : PEREMPUAN
Tempat, Tanggal Lahir         : CIREBON,18 MARET 2001
Asal Sekolah                       : MAN 1 CIREBON
Jurusan                               : IPS 4
No. Induk                             : 1617.1.361
Alamat                                 : Ponpes Miftahul Huda, Plered Kab.Cirebon
Alamat Email                       : ziarosmawati@gmail.com
No. Handphone                   : 081220098674

No comments:

Post a Comment