Penghapusan Pulau Jawa di Tahun 4040 - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 16 December 2017

Penghapusan Pulau Jawa di Tahun 4040

Dewi Rahma Qorinah­­­­*

Di tahun ini, Di abad ini, dan di bulan terakhir ini, Perkembangan otak manusia memanipulasi menjadi otak berkekuatan di atas rata-rata. Dengan bantuan sebuah cip kecil berukuran 1×1 cm yang memang sengaja di tanamkan di otak bagian belakang manusia. Dan di tahun 4040 ini tak di sebut sebagai manusia lagi. Namanya Zombie. Makhluk mengerikan dengan darah dan nanah yang bercampur menjadi sebuah bau yang tak sedap jika di hirup.

Pemerintahan negara di zona aman bahkan sudah memagari negaranya dengan pagar besar besi yang akan mengeluarkan listrik dan secara spontan zombie yang menyentuhnya langsung tewas terkapar di tanah. Tanah berwarna kemerahan akibat darah yang terlalu mendominasi.

Pulau Jawa, Area Timur.
“Ayah,bagaimana aku bisa keluar seperti dulu. Mengendarai kuda dan berlaku bebas tanpa halangan seperti sekarang?” Ucap seorang gadis berambut cokelat dengan mata hazel dan hidung mancung bak paruh seekor elang.

Sedangkan pria paruh baya dengan janggut putih memanjang itu sedang menatap lurus ke arah pagar tinggi yang sudah berwarna kusam karna umur tahun yang terus berjalan.

“Sampai takdir mengerikan ini berakhir,nak.”

“Tapi, sampai kapan,ayah? Ada apa dengan dunia luar sana?” gadis manis itu menunjuk ke arah gerbang dengan mata yang meminta jawaban detail. Bukan jawaban yang setiap harinya berisi dua kata.

“Sangat berbahaya.” Itulah yang setiap hari gadis itu dengar tanpa kepastian yang jelas. Bisa-bisa saja ia menerobos keluar dan membuktikan sendiri ada apa sebenarya disana. Tapi,perasaan ragu terus menggerogoti dirinya.

“Ayah,”

“Jangan pernah membahas masalah ini lagi, Kedranata Sibung.”

Gadis yang di panggil dengan nama lengkapnya itu mengangguk pasrah sebelum melangkah masuk ke dalam kamarnya. Membiarkan Sang ayah berdiri di balkon sambil menatap nyalang pagar di depan sejauh 400 meter.

Pulau Kosong, Area Barat Indonesia Ujung
“Jangan beri kebebasan untuk manusia tersisa di penjara.” Suara berat yang menjamah setiap inchi sebuah ruangan berukuran sedang yang di dominasi warna hitam itu menjadi bukti betapa mengerikannya ruangan itu. Sedangkan, seorang berjaket bulu serigala dengan celana panjang itu sedang berhadapan dengan segerombol cip cip kecil yang entah berapa jumlahnya itu.
“Baik,tuan.” Jawab seorang berpawakan besar di seberang.
Setelah orang itu pergi, terdengar tawa menggelegar di ruangan itu. Tawa mengerikan yang siapa saja akan merasakan bulu sekitar tubuhnya meremang seketika.

“HAHAHAHAH, Aku, Regatrama akan menjadi penguasa seluruh umat manusia di dunia ini.” Ucapnya dengan iringan suara hembusan angin dari jendela yang terbuka. Menyibak gorden yang juga berwarna hitam dengan tanpa eloknya.

“Apa untungnya menjadi manusia jika tak bisa memimpin manusia lainnya? Haha, sampah masyarakat!”

“Sebutan apa untuk manusia tak berotak? Oh,iya. Zombie. Menggelikan dengan nama aneh itu. Oh,tuhaaan. maafkan aku jika mengubah takdirmu menjadi sesuatu yang bisa aku putar dengan benda kecil menakjubkan seperti ini.” Pria itu memegang satu cip dan menatapnya lekat-lekat. “Ini dia benda kecilnya. Hahaha, pintar bukan?”

Brakk!

Sebuah suara gebrakan keras terdengar dan membuat pria bernama Regatrama itu terjingkat dari duduknya. Ia menatap tajam ke arah pria yang baru saja masuk dengan keringat yang sudah membanjiri setiap inchi wajahnya.

Apa yang kau lakukan Reta? Kau tak punya sopan santun?”

Sebelum membalas ucapan tuannya. Reta menetralkan nafasnya yang berburu kesana kemari.

“Tuan, ada satu virus yang berhasil menginfeksi cip yang tertanam di otak.” Lantas, berita mana lagi yang berhasil membuat seorang Regatrama berdiri dengan mata yang nyalang menahan amarah? Sialan sekali. Cip yang ia buat telah terkontaminasi. Masalanya disini, siapa yang dengan beraninnya membuat virus itu?

“Siapa yang merancang virus itu, Reta?” ucapan regatrama terdengar mengerikan bagi pria yang sedang berlutut sambil menunduk itu.

“S-saya tidak t-tahu tuan, ada 3000 sistem virus yang berhasil masuk dari 5000 virus yang di kirim. Dan itu, berhasil membuat cip yang tertanam retak. M-mungkin sebentar lagi akan memulihkan kerja otak manusia.”

Tanpa berniat membalas ucapan dari Reta, Regatrama langsung mengajak langkah kakinya menuju ruangan inti yang terdapat di dalam tanah sedalam 10 meter. Ia tak habis pikir, siapa yang berani megkhianatnya dengan membuat virus aneh yang membuat rencananya hampir gagal?

Pasti orang dalam yang bekerja dengannya. Tapi,siapa?

Nafas yang sudah lebih dahulu memburu keemosian di dalam diri Regatrama sangat kentara dengan sikap bar-bar yang di tunjukan. Lihatlah, benda apa saja yang sudah jatuh pecah setelah Regatrama lewat. Pria itu seperti srigala lapar yang terjebak di padang pasir tanpa tanaman ataupun makhluk hidup lain selain dirinya. Lapar yang menjujung emosi di setiap langkahnya.

Sangat cepat bahkan, pintu ruangan inti sudah terbuka lebar akibat kakinya yang menendang kuat. Matanya menelusuri ruangan besar yang terdiri dari alat alat besar pengubung cip dengan otak manusia yang di tuju. Semua orang yang bekerja disana menatap lalu memberi hormat pria yang baru saja masuk dengan energi negatif tinggi.

“SIAPA YANG DENGAN BERANI TANPA PENGAWASAN MEMBUAT VIRUS ANEH DISINI?”

Hebat!

Suaranya menggema. Membuat sebagian orang disana menutup telinganya rapat-rapat dengan tangannya masing-masing. Regatrama berjalan ke setiap pekerja disana.

“JAWAB! KENAPA SEMUANYA DIAM!?”

Hanya hening yang berbicara sebelum Regatrama keluar ruangan mengambil pedang besar yang entah berapa senti panjangnya.

Pulau Jawa, Area Timur.
Seorang gadis termaku di depan cermin sambil memainkan rambut cokelatnya. Ia menatap asing pada kotak kecil berwarna merah yang entah siapa yang menaruh dan ada apa di dalamnya. Ia masih takut untuk membuka.

Hingga, hati beserta otaknya tak menerima untuk menunggu lama. Tanpa babibu lagi, ia mengambilnya perlahan dan membawanya ke arah balkon. Ia duduk di sebuah kursi yang ada disana.

“Sebenarnya ini dari siapa?”

Sambutan angin yang tak bersahabat membuat kotak yang di pegangnya jatuh dan berserakan beserta isi yang sudah beberapa detik lalu membuat gadis berambut cokelat itu penasaran.

“Benda apa ini?” ucapnya mengambil benda kecil berukuran 1×1 berbentuk persegi. Ada kode khusus di setiap ujungnya. Tapi, gadis bernama Kedranata itu masih tak mengerti benda apa yang di pegangnya ini. Sangat kecil dan sangat rumit menurutnya.

Tunggu!

Ada note yang tertinggal di lantai marmer berwarna putih susu itu. Lantas, Kendranata mengambilnya dan membukanya. Masih pada paragraf pertama, gadis itu menahan nafasnya. Sebenarya surat apa ini?

Sudah menemukan CIP kecil? Coba Anda pasangkan dengan kabel panjang di balik kotak merah yang anda terima nona Kendranata.

Bagaimana si pengirim ini bisa mengetahui namanya? Setelah ribut dengan pemikirannya sendiri, Kendranata melanjutkan membaca isi note itu. Tepatnya di paragraf kedua.

Jika sudah, malam ini temui saya di luar pagar besi dengan membawa benda kecil yang sedang anda pegang. Jangan ragu untuk keluar. Saya akan menunjukan sesuatu yang menjadi pertanyaan anda selama ini. Manfaatkanlah.

Tertanda,
ZI

Baiklah, ini adalah hal aneh. Tapi,rasa ingin tahu di dunia luar pagar membuat Kendranata memasang kabel pada benda kecil yang ada di tangannya. Setelahnya, terdapat sinar biru seperti laser yang muncul dari benda itu. Kendranata memasuki kamarnya kembali dengan perasaan campur aduk yang bersarang.

20:00 p.m

Kendranata siap menjadi penelusup untuk malam ini di areanya sendiri. Ia menggunakan jaket tebal dengan celana jins simple. Langkahnya kecil mengendap-endap berharap pengawal yang berjaga tak menemukan dirinya. Pasalnya, semakin larut malam, penjagaan semakin di ketati dari sisi manapun.

Tersenyum dengan ide baik lainnya, Kendranata mengikuti seorang pengawal yang hendak keluar pagar. Ia bersembunyi secara hati-hati agar tak menjadi rusuh. Anehnya, Setelah pengawal itu keluar, pagar pusatnya di biarkan terbuka tanpa penjagaan khusus. Aneh.

Baru saja gadis berambut cokelat itu keluar dari pagar, rasa dingin langsung menusuk cepat di area kulit yang terbuka. Seperti leher dan kaki contonya.

Boooom!

Ada seseorang yang mengagetkannya dengan membekap mulut Kendranata dengan tangan yang berukuran besar. Tungggu! Tangan? Dengan yang ia bisa, Kendranata berusaha melepaskan apa yang membekapnya. Tubuhnya di tarik menjauh. Matanya hanya bisa melihat siluet seorang pria kekar. Kali ini, ia menyesali tindakannya yang keluar dari zona aman. Seperti sebutan ayahnya.

“Lwepaskhaaan.” Ucapnya tak karuan terhalang bekapan di mulutnya.

Akhirnya.

Bekapan itu terlepas dengan sambutan suara yang membuat Kendranata menoleh ke belakang. Ia menatap seorang pria tinggi bermata biru jernih. Pria itu membawa sesuatu di tangannya.

“Siapa kamu?” teriak Kendranata kalut.

Pria itu malah mendekati Kendranata sambil mendekatkan jari telunjuknya di bibir. Seperti meginstrupsikan agar gadis itu diam dan tak berisik untuk sesaat. Bodonya, seorang Kendranata, putri keturunan raja hanya bisa mengangguk dua kali.

“Saya pengawal disini, saya akan menunjukkan sesuatu kepada Anda. Tapi, janji! Anda jangan berisik atau nyawa kita berdua akan lenyap begitu saja.”

Kendranata masih tak mengerti saat pria tampan di depannya menarik tangannya menuju ke tengah zona berbahaya. Bisa ia rasakan, hawa dan suhu udaranya berubah. Ada bau tak sedap mulai muncul.

“Sebenarnya ini tempat apa?” tanyanya yang sedari tadi menggelitiki lidahnya.

“Stop! Lihat itu.” Pria itu menggeret Kendranata untuk bersembunyi di balik pohon besar sambil menunjuk siluet bungkuk yang entah terlihat seperti makhluk aneh tak berkepala. Kendranata menutup mulutnya sendiri ketika siluet itu mendekat jelas. Ada darah dan nanah yang keluar dari lubang hidng,mulut, dan, ah, Kendranata benci menjelaskan ini. Makhluk itu berperut bolong. Bisa ia lihat usus beserta isian lainnya keluar tanpa berhenti.

“Apa itu alien?”

“Bukan, dia zombie. Dia yang menjadi alasan kamu tak boleh meninggalkan tempatmu tanpa izin. Makhluk inilah yang di takutkan semua orang. Apa kau membawa CIP?” Kendranata terlihat berfikir. Lantas, pria itu mengghembuskan nafas kasarnya. “Maksudku benda kecil itu, nona.”

“Oh,ini.”

“Baiklah, mari aku jelaskan. Dari benda inilah makhluk bernama zombie itu terbentuk. Cip ini bersarang di otak bagian belakang mereka. Mengubah sistem saraf dan menjadikannya non. “

Kendranata dengan jujur menggeleng.

“Aku tak mengerti.”

“Ikut aku dan kau akan mengerti semuanya. Dan mungkin, ini adalah sejarah terakhir bagi zombie disini.”

Menelusuri tempat berbahaya dengan mobil dan kapal yang di kendalikan pribadi. Siapa yang tak takut? Seperti Kendranata sekarang. Gadis itu terlihat frustasi menahan takut akibat gelombang laut yang tak stabil menggoyang-goyangkan kapal yang di tumpanginya.

Hingga, perjalanannya membawa dirinya ke sebuah tempat besar di ujung Pulau kosong tak berpenghuni. Bulunya berdiri ketika berkali kali suara hewan liar terdengar.

“Kita dimana?”

“Kau akan mengetahuinya,nona.”

Persis yang di lakukannya mengendap-endap untuk keluar dari pagar, kini ia melakukannya lagi di tempat yang berbeda. Pria yang sama sekali tak ia kenal menyeretnya ke sebuah tempat bawah tanah dengan menggunakan pintu rahasia di balik pohon besar.

“Ap-“ ucapannya terhenti kala suara langkah kaki terdengar mendekat. Ia bersama pria itu bersebunyi di balik tembok penghubung koridor.

“Jangan berisik, disini banyak penjagaan.”

“B-baik”

Dikira sudah, keduanya melanjutkannya menuju tempat inti pembuatan zombie. Bisa Kendranata lihat. Banyak manusia normal memberontak minta di lepaskan. Tapi, dengan berhati hewan, pekerja berseragam disana langsung menyentrumnya hingga pingsan. Tanpa menunggu lagi, pekerja disana membawa pisau kecil dan melubangi kepala bagian belakang manusia itu membentuk sebuah persegi.

Tepat berukuran 1×1 seperti cip yang ia bawa. Gumam Kendranata.

“Inilah yang mau aku tunjukkan. Kita akan menyelamatkan manusia yang tersisa agar tak menjadi zombie.” Ucap pria itu. Lantas, ia mengulurkan tangannya ke arah Kendranata. “ Nama saya Zikonard. Anda boleh memanggil saya Ziko.”

“Oke.”

Tiba tiba, suara seperti peluit terdengar nyaring. Bersamaan dengan pintu inti yang terbuka dengan menampakkan sosok arrogant bernama Regatrama. Para petugas disana spontan belari. Dan, yang paling mengejutkan adalah, petugas disana malah berlari ke arah Kendranata bersembunyi. Gadis itu panik hendak berlari. Tapi, pria bernama Ziko itu malah mendorongnya ke arah petugas sambil menyeretnya ke tengah.

Apa apaan ini?

Kendranata melihat ada seringaian di wajah Ziko. Lantas, ia menyadari. IA DI JEBAK.

“Zikoooo!! Apa yang kamu lakukaaan?”

“Saya hanya melaksanakan tugas dari tuan saya,nona.”

Kendranata menangis tak tau apa yang harus ia lakukan. Hingga, ia tak dapat mengingat apapun lagi setelah ada yang menusuk kepala bagian belakangnya dengan kuat. Ia berakhir.

“HAHAHA. AKHIRNYA! TAKDIR SANG TUAN PUTRI BERADA DI TANGANKU! MATILAH KAU RAJA SENGGATA SIBUNG! KEKUASAANMU BERAKHIR HANYA DI TANGANKU SEKARANG.” Suara kesenangan menggelegar kuat bersamaan dengan hancurnya pagar besi di Pulau Jawa Area Timur.

Setelah 100 tahun pagar itu di buat, kini sang makhluk mengerikan bisa masuk dan memakan apapun yang sudah terhalang selama satu abad itu. Kunci penghancuran yang tak di ketahui selama bertahun tahun kini terlihat sudah. Putri Kendranata Sibung lah yang menjadi kunci runtuhnya pagar besi itu.

Akhirnya, Pulau Jawa Area Timur yang menjadi tempat terakhir penyerbuan zombie telah ditaklukan oleh Zikonard. Sang kaki tangan handal dari Regatrama yang berhasil menguasai dua negara.

Regatrama mencoret area Jawa Timur dengan darah milik putri raja disana. Menandakan jika sudah keseluruhan tempat menjadi budaknya.

Dan inilah, Penghapusan Pulau Jawa Terakhir Di Tahun 4040

SEMUANYA HANYA FIKSI BELAKA. TIDAK MENYINGGUNG BEBERAPA NAMA DAERAH KARNA INI HANYALAH SALURAN IDE YANG TERBENTUK MENJADI SEBUAH CERPEN BERGENRE SCIENCE FICTION.

Salam,

Dewi Rahma Qorinah­­­­


*BIODATA DIRI
Nama Lengkap                    : Dewi Rahma Qorinah
Jenis Kelamin                      : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir         : Gresik,30 Agustus 2001
Asal Sekolah                       : SMK YASMU MANYAR GRESIK
Jurusan                                : Administrasi Perkantoran
No. Induk                             : 3331/226.118
Alamat                                 : Sembayat. Jalan Pendopo RT 19 RW 05
Alamat Email                       : Dewiqorinah12@gmail.com
No. Handphone                   : 083144455046

No comments:

Post a Comment