Table Manner; Tetap Tiru Orang Barat, Tetap Teguh pada Syari’at - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 21 December 2017

Table Manner; Tetap Tiru Orang Barat, Tetap Teguh pada Syari’at

doc. Walid/Arta

Araaita.com, Surabaya - Selasa lalu (19/12), sekitar 90 pasang mata mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memenuhi ruang meeting di lantai dua Hotel Santika Pandegiling Surabaya.

Puluhan mahasiswa itu melaksanakan materi table manner dalam mata kuliah Psikologi Dakwah dan Pengembangan Diri yang bekerjasama dengan hotel yang resmi dibuka pada tanggal 20 Februari 1998 tersebut.

Sudah sekitar lebih dari satu dekade dosen pengampu mata kuliah itu, Luluk Fikri Zuhriyah, melakukan kerjasama dengan hotel berbintang tiga tersebut. “Kami sudah melakukan kerjasama dengan Hotel Santika Pandegiling Surabaya seperti ini sejak 2004 lalu,” ungkapnya saat pembukaan acara.

Dalam acara itu, tak hanya mengikuti materi table manner saja, tetapi mereka juga disuguhkan beberapa fasilitas yang menjadi unggulan hotel pertama di Surabaya tersebut.

Jaidil Modanggu, mentor table manner, mengapresiasi para peserta selama acara berlangsung. Tak ayal mereka sangat antusias mengikuti acara yang berlangsung sekitar lima jam tersebut.

“Selama saya membawakan materi table manner, sejauh ini mereka cukup bagus. Mereka juga antusiasnya tinggi dan pro-aktif selama acara berlangsung,” ungkap pria berjas hitam itu.

Selain itu, Jaidil juga mengatakan bahwa sebenarnya materi table manner tersebut mengikuti tata cara orang Barat, tapi sisi lain pesertanya adalah mahasiswa muslim. Oleh karena itu, pihak hotel yang diwakili oleh Jaidil menganjurkan dalam tata caranya tetap mengikuti sisi baiknya dan meninggalkan sisi buruknya.

“Pesertanya ini tadi kan mahasiswa muslim. Sementara table manner ini mengikuti tata cara orang Barat. Tidak ada salahnya juga kita mengikutinya, cuma yang perlu digaris bawahi adalah kita tidak perlu mengikuti yang tidak sesuai kaidah, seperti contoh ketika makan yang mana posisi pisau ada di tangan kanan dan garpu di kiri. Karena hal itu tidak baik dalam Islam, maka kita tetap menggunakan garpu di tangan kanan,” jelas manajer restoran dan perjamuan itu.

Ia juga berpesan bahwa etika dalam makan adalah faktor yang penting, karena dari situlah kepribadian seseorang akan tampak oleh orang lain. “Attitude tetap faktor yang penting, karena nanti kepribadian seseorang akan terlihat dari bagaimana ia bersikap,” pungkasnya. (Moh)

No comments:

Post a Comment