Tak Biasa - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 16 December 2017

Tak Biasa

Ratna Maulidya*


Aku menyebutnya teman baik. Dia memang teman yang baik. Sungguh! Sangat baik. Bahkan aku sangat takut kehilangan teman baik seperti dia. Aku berharap, aku selalu bisa menjadi teman baik dirinya. Untuk saat ini, dan sampai nanti.

Pertemanan dalam wikipedia bahasa Indonesia adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerjasama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.

Sebenarnya siapa sih yang pantas disebut teman baik? Bagiku, teman yang baik itu bukan teman yang selalu mengajak makan di cafe atau restoran. Atau yang nangis bareng ketika nonton drama korea yang endingnya meninggal? Baiklah... Mungkin itu adalah teman baik versi anak muda zaman now. Eitss tunggu dulu, bukan berarti kita zaman old. Kita sama seperti anak muda pada umumnya. Suka berkumpul sambil tertawa ria. Tapi, kita berkumpul dengan satu tujuan yang sama yang membuat pertemanan ini menjadi ‘’Tak Biasa’’.

‘’True friends bring us till jannah’’ Aku selalu ingat kalimat itu. Coba ingat baik-baik, dalam Al-Qur’an saja dijelaskan ‘’Manusia yang pantas disebut teman, sahabat, atau saudara adalah yang membantumu dalam  kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar di dalamnya’’. Aku baru menyadari, bahwa aku baru menemukan teman baik. Teman yang selalu mengingatkan untuk mengerjakan tugas. Bahkan, selalu mengingatkan untuk melaksanakan sholat sunat, seperti dhuha juga tahajud. Tak jarang, dia selalu mengajakku untuk melaksanakan puasa sunat bersama. Dia memang teman baik. Selalu mencegah ketika aku  akan berbuat kesalahan secara yang disengajakan seperti; berbohong. Sungguh! Dia memang teman yang baik. "Etsss, inget bohong itu dos...sa. Allah pasti mar..rah" Itu yang selalu dia ucap ketika aku akan berbohong.

Apa kalian tahu siapa teman baik yang aku tulis di atas?

Namanya Hendri Mchnr. Jujur, aku tidak tau kepanjangan dari Mchnr. Ingin bertanya, tapi jika menjadi pertanyaan, takutnya tidak penting. Jika kalian bertanya kenapa tidak lihat di akun media sosialnya saja. Akan kujawab, nama akun di media sosialnya pun sama, Hendri Mchnr. Kenapa tidak lihat absen kelas atau kartu pelajarnya? Ahh itu yang membuatku malas, lagipula aku tidak sekelas dengannya. Kalau hanya sekedar untuk melihat nama kepanjangannya aku selalu menyepelekan ‘’Nanti aja kalau bertemu" dan itu salah satu sifat yang buruk yang harus aku basmi.

Hendri itu tipikal orang yang... Yaa Tuhan... sulit banget mendeskripsikan tentang Hendri. Pokonya, orangnya itu supel. Kalian tau senyum pepsodent? Nahh itu Hendri banget. Kalau dalam bahasa Sunda disebut Suranyeh. Apalagi kalau senyum, halisnya keangkat satu, sumpah.. suatu kebahagiaan yang hakiki. Bagiku, Hendri  juga seorang fotografer, yang mencakup pembuat video, juga dokumentator yang keren, serta teman yang baik tentunya.

Sabtu sore pukul lima. Aku mengirimkan pesan pada Hendri untuk datang ke taman kota. Aku ingin mengajak Hendri untuk mendongeng bersama anak-anak jalanan.

‘’Siap na! Nanti habis magrib aku berangkat’’ Balasnya

‘’Jangan habis magrib hen!’’ Sedikit kesal memang, tapi aku tidak memaksakan.

‘’Ehh na, belum mandi. Yaa sudah, nanti berkabar mau mandi dan siap siap dulu’’

‘’Padahal tidak apa-apa belum mandi juga, pakai celana kolor juga tidak masalah’’ Aku sedikit memaksa. Kenapa? Karena hari ini anak-anak jalanan sudah berkumpul dan aku menjanjikan kalau Hendrilah yang akan mendongeng.

‘’Teh.. Kenapa temannya lama. Mending teteh aja yang mendongeng, kan biasanya teteh’’ Ucap salah satu anak. Waktu menjelang magrib masih setengah jam-an lebih. Sedikit kasihan memang pada anak-anak yang menunggu sejak tadi. Tidak ada pilihan lain, aku lagi yang mendongeng. Ahhh... seharusnyakan Hendri yang mendongneg.

Ternyata bukan Adis-lah yang mengembil berlian milik bosnya itu. Dan curug itu dinamakan curug Adis. Tamat

Ohh iya. Aku suka membaca, belum lama sih.. tapi aku tularkan virus membaca pada Hendri. Aku juga suka menulis, aku tularkan, tapi sayang, Hendri belum terlalu tertular virus menulisku. Tulisan ini pun untuk Hendri. Sebuah tulisan pendek uangkapan terimakasih, bangga, dan tentunya bahagia bisa berteman baik dengan Hendri. Sama seperti menulis, aku suka mendongeng.. tapi aku masih belum bisa menularkan sepenuhnya virus mendongengku pada Hendri. Mungkin nanti.

Adzan magrib berkumandang, Hendri masih saja belum datang. Aku memutuskan untuk sholat di Mesjid Agung Tasikmalaya. Sebelumnya, aku berburu sang senja. Selain suka membaca, menulis, dan mendongeng, aku juga suka senja bahkan sangat suka senja. Warnanya seperti energi. Memancarkan cahaya yang kuat, tapi lama kelaman redup. Warna merah bercampur keorange-orange-an membuat warna itu menjadi jingga. Apalagi bila menulis, ditemani secangkir es teh manis dan pisang panggang alun-alun dan sepotong senja menjadi satu kesatuan yang sangat menyatu.

Setelah sholat, aku kembali lagi ke taman kota. Dan Hendri masih belum juga datang ‘’Yaa Tuhan... ini anak korupsi waktu banget. Tapi tak masalah, harus sabar menunggu, karena orang sabar disayang Tuhan Allah ta’ala’’ Gumamku.

Kalian tau tidak. Dari awal masuk taman, Hendri sudah mengeluarkan jurus senyum pepsodentnya, dan itu yang mmebuat aku suka dari Hendri. Tersenyum. Bukankah dalam H.R At-Tirmizi sudah diriwayatkan ‘’Senyumanmu di hadapan sauadaramu adalah sedekah’’. Senyum Hendri dengan satu halis yang terangkat satu.

Baru juga sampai dan baru saja dirinya duduk, Hendri langsung meminta maaf karena ngaret. ‘’Ngaret itu sudah biasa. Tenang saja’’ Ucapku. Kalaupun aku meminta padanya untuk mengembalikan waktu, tidak akan mungkin bisakan, jadi lupakan soal korupsi waktu atau ngaret itu.

Kita mengobrol cukup lama. Maaf, bukan mengobrol maksudku, tapi lebih tepatnya berdiskusi bersama. Disana juga aku dan Hendri berdiskusi dengan anak perpustkaan yang ngelapak dan beberapa orang dari komunitas skateboard. Ada tawa dianatara diskusi itu. Dan ada tujuan yang sama anatara aku dan Hendri. Mungkin saja di luar sana banyak generasi muda yang sama seperti kita berdua, memiliki tujuan yang sama. Aamiin. Jika kalian bertanya apa tujuan kita berdua? Kita ingin kota ini menjadi lebih baik. Tidak ada lagi anak yang putus sekolah gara-gara orangtua tidak punya biaya, seperti salah satu anak jalanan yang tadi. Kota ini bebas sampah. Kota ini tuh indah, sayangnya ada beberapa opnum yang membuat kota ini tidak terlihat indah dan cantik. Aku dan Hendri ingin memperbaiki itu semua. Karena kitalah generasi muda yang akan memajukannya.

Sudah cukup puas diskusi sabtu malam kali ini. Aku mengajak Hendri untuk pergi ke kuliner malam ‘’Mambo Kuliner’’ Tempatnya tidak terlalu jauh dari taman kota, berjalan sedikitpun sudah sampai. Kalau ibarat lagu sih, lima langkah..

Membeli awug. Do you know Awug? Aku garuk-garuk kepala, padahal tidak gatal. Ternyata Hendri tidak tau awug!! Jadi. Awug adalah makanan khas sunda terbuat dari tepung beras, kelapa parut, aroma dari daun pandan yang ditambah gula merah dan yang paling menentukan enak atau kurang enaknya awug adalah pengukusannya. Biasanya dikukus di dalam aseupan dengan beralasakan daun pisang. Itu tentang awug. Setelah berkeliling melihat jajanan yang bermacam-macam, dan jam yang melingkar di lengan kananku sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat, jadi memutuskan untuk pulang. Hendri menawariku untuk pulang bersamanya. Padahal bagian paling asik adalah, berjalan dari taman kota ke rumah. Menikmati suasana malam di kota yang penuh dengan cerita.

Sebenarnya tulisanku untuk Hendri masih cukup panjang. Gema takbir malam hari Raya Idul Adha, saat Hendri menungguku sampai dua jam lebih pun belum aku tuliskan. Ketika aku, Hendri, dan satu manusia lagi bernama Raflli muter-muter di dalam rumah sakit dan berencana masuk kamar itu? Itu sebuah cerita yang belum aku tulis juga. Tapi nanti mudah-mudahan aku bisa tulis. Aamiin. Sampai bertemu ditulisan selanjutnya. Terimakasih telah membaca.



*BIODATA DIRI
Nama Lengkap                   : Ratna Maulidya
Jenis Kelamin                     : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir        : Tasikmalaya, 12Juli 2000
Asal Sekolah                      : SMK Negeri 1 Kota Tasikmalaya
Jurusan                              : Administrasi Perkantoran
No. Induk                           :201600241
Alamat                               : Jalan Bebedahan 2 No 108 Belakang Pengadilan Agama
Alamat Email                     : ratnamaulidya07@gmail.com
No. Handphone                 :082214627525

No comments:

Post a Comment