Tugu Pahlawan; Sejarah Jadi Alasan Para Wisatawan - Araaita.com

Breaking News

Friday, 29 December 2017

Tugu Pahlawan; Sejarah Jadi Alasan Para Wisatawan

doc. Moh/Arta
Araaita.com, Surabaya -  Sebagai salah satu ikon Kota Surabaya, Tugu Pahlawan menjadi destinasi wajib jika berkunjung menapakkan kaki di Surabaya. Berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektar, bentuk tugu ini menyerupai paku terbalik menjulang dengan ketinggian mencapai 41,15 meter.

Dibangunnya tugu ini untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, kala itu arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah Indonesia. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November, mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

Tak perlu merogoh kocek untuk menikmatinya, kita hanya dipungut biaya parkir saja. Selain panorama taman sekeliling tugu, juga ada Museum Sepuluh November. Untuk masuk kesana, hanya dikenakan biaya 5.000 rupiah per orang.

Masuk ke museum ini kita akan disuguhi berbagai koleksi tentang perjuangan para pahlawan untuk menggapai kemerdekaan. Salah satu yang bisa traveler lihat adalah adanya diorama tentang suasana saat Bung Tomo berpidato dan diakhiri dengan seruan Takbir.

Selain itu, di lantai satu dipamerkan pula pernak-pernik 10 November 1945 dari mulai alat-alat kesehatan, mata uang dan sebagainya. Di lantai dua kita bisa melihat pameran senjata, dokumenter masa perjuangan dulu dan juga diorama yang menggambarkan suasana peperangan jaman dulu lengkap dengan narasi yang jelas.

Sejarah yang melekat pada Tugu Pahlawan itu menjadi alasan beberapa pelancong yang mampir. Salah satu pengunjung yang berasal dari Cianjur, Yandi, mengungkapkan bahwa ia datang ke Kota Pahlawan dalam rangka mudik ke rumah istrinya, di samping itu ia memilih liburannya di Tugu Pahlawan karena terkenal sejarahnya.

“Surabaya itu kan terkenalnya sebagai Kota Pahlawan, saya merasa bangga dengan pahlawan kita terdahulu. Kita sebagai generasi saat ini kan tinggal menikmatinya, betapa hebatnya orang kita dulu memperjuangkan kemerdekaan tanpa pamrih,” ungkap pria berkaos abu itu.

Senada dengan Yandi, wisatawan lain asal Makassar, Elsa, mengatakan alasan yang sama, sejarahlah yang menjadi alasan utama mengunjungi tugu itu.

“Kita tujuannya berlibur, sambil jalan-jalan kita bisa mengetahui bagaimana sejarah masa kemerdekaan dulu,” paparnya. (Moh)

2 comments: