UINSA Bakal Buka Prodi Kekinian, Kedokteran Jadi Pilihan - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 12 December 2017

UINSA Bakal Buka Prodi Kekinian, Kedokteran Jadi Pilihan

doc. Detik.com

Araaita.com
- Seperti yang dilansir detik.com (31/10), Presiden Joko Widodo meminta agar kampus berinovasi membuka program studi (prodi) sesuai perkembangan zaman. Semua kampus dipersilahkan membuka program studi ‘kekinian’ sesuai perkembangan pasar.

Pernyataan presiden tersebut didukung oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), M Nasir, bahwa boleh saja jurusan-jurusan tersebut dibuka, namun harus tetap mempertimbangkan nantinya lulusan dari prodi yang dibuka itu digunakan pasar atau tidak.

"Yang penting dia (lulusan prodi, red) adalah ada pasar yang menggunakan ini. Ini yang penting. Jangan sampai kita membuka prodi tapi di pasar tidak ada. Atau dia bisa menciptakan pasar baru. Jadi dia berhasil menciptakan lapangan kerja baru, ini lebih baik lagi. Maka kementerian sudah tidak ada lagi melakukan mengikat itu," ujar Nasir.

"Jadi apa yang disampaikan oleh bapak presiden sudah kami tindak lanjuti. Tentang perubahan fakultas, bukan di fakultas, tapi prodi atau konsentrasi itulah yang kami inginkan," jelasnya.

Hal itu diinisiasi langsung oleh tiga kampus Islam yang sudah siap membuka salah satu prodi kekinian, yakni prodi kedokteran. Seperti yang diberitakan republika.co.id (31/10), tiga kampus Islam siap membuka prodi kedokteran. UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Syarif Kasim Riau melaporkan hal ini kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Abdul A’la, membenarkan ihwal bakal adanya prodi itu. Ia juga mengatakan bahwa UINSA sudah memiliki persiapan matang untuk membuka prodi kedokteran.

UINSA telah menyiapkan gedung perkuliahan, serta 26 dokter yang siap menjadi tenaga pengajar serta menyiapkan gedung perkuliahan yang kabarnya berada di Gunung Anyar, Surabaya.

Kampus yang sudah berdiri lebih dari lima dekade itu juga sudah melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo sebagai rumah sakit utama, serta Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Haji Surabaya sebagai afiliasi.

“Nanti prodi itu (kedokteran, red) ditaruh di kampus dua yaitu di Gunung Anyar. Itu semua sudah clear. Kami juga kerja sama dengan tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo sebagai rumah sakit utama, serta Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Haji Surabaya,” tambahnya.

Selain itu, UINSA telah bekerja sama dengan tiga pemerintah provinsi (pemprov), yakni Pemprov Jawa Timur, NTB dan NTT. Kerja sama ini yakni memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari kedua daerah tersebut untuk mengenyam pendidikan kedokteran di kampus itu.

Namun, peraih Santri of The Year 2017 bidang pendidikan itu juga menjelaskan bahwa pembukaan prodi itu membutuhkan waktu hingga diperkirakan tiga tahun tepatnya pada tahun 2020/2021, karena gedungnya juga masih dalam tahap pembangunan.

“Jadi, prodi kedokteran itu bakal ada, semua sudah siap. Tapi diperkirakan tiga tahun lagi, sekitar tahun 2020/2021,” pungkasnya. (Moh)

No comments:

Post a Comment